Informasi dan Tips – informasitips.com

Deteksi Dini Kanker Serviks dengan Pap Smear

informasitips.com – Kanker serviks, atau disebut juga kanker leher rahim, merupakan penyebab kedua terbanyak kematian akibat keganasan pada wanita. Di Indonesia, semakin banyak kasus kanker serviks yang terjadi. Anda tentu tidak ingin diri Anda maupun keluarga tercinta menjadi salah seorang wanita di dalam statistik tersebut. Bagaimanakah cara melindungi diri dari penyakit ini? Salah satu cara yang efektif yaitu dengan deteksi dini kanker serviks, dengan cara melakukan pemeriksaan Pap Smear.

Pap Smear dikenal juga dengan sebutan Pap test atau Papanicolau Test. Pap Smear adalah sebuah prosedur medis dimana sampel sel leher rahim diapuskan ke atas preparat, lalu setelah diberi pewarnaan khusus akan diteliti di bawah mikroskop untuk mencari tanda-tanda sel yang mengarah kepada keganasan. Pap Smear merupakan metode skrining yang mudah, cepat dan cukup akurat dalam mendeteksi lesi keganasan pada leher rahim.

Kapan dan siapa yang harus melakukan Pap Smear?

Menurut American Cancer Society, sebaiknya seorang wanita mulai melakukan pemeriksaan ini dalam kurun waktu 3 tahun setelah hubungan pertama, dan tidak lebih dari usia 21 tahun. Pemeriksaan sebaiknya dilakukan setiap tahun, namun pada usia wanita di atas 30 tahun dengan hasil Pap Smear sebelumnya negatif 3 kali berturut-turut, dapat dilakukan setiap 2-3 tahun sekali. Pemeriksaan dapat dihentikan jika seorang wanita menjalani operasi pengangkatan rahim (histerektomi) atau pada wanita usia di atas 70 tahun dengan hasil Pap Smear negatif 3 kali berturut-turut. Sedangkan menurut American College of Obstetrics and Gynecologist, pada wanita post-menopause yang telah menjalani pemeriksaan selama 2-3 tahun dengan hasil negatif, resiko munculnya keganasan sangat kecil sehingga pemeriksaan boleh dihentikan.

Pap Smear deteksi dini Kanker Serviks

sumber gambar: life123.com

Setiap wanita yang sudah menikah sebaiknya melakukan Pap Smear. Namun, terdapat beberapa faktor resiko yang menyebabkan seorang wanita lebih rentan terhadap kanker serviks, sehingga pada wanita-wanita ini Pap Smear wajib dilakukan. Penyebab terjadinya kanker serviks sendiri berhubungan erat dengan infeksi virus HPV (Human Papilloma Virus), maka faktor-faktor tersebut berkaitan dengan meningkatnya resiko seorang wanita terinfeksi virus HPV, yaitu:

  • Berganti-ganti pasangan , atau memiliki pasangan yang demikian
  • Usia pertama kali melakukan hubungan yang masih sangat muda
  • Memiliki sistem imun yang rendah, misalnya pada transplantasi organ, penyakit HIV/AIDS
  • Riwayat kanker genital sebelumnya
  • Merokok

Bagaimanakah Pap Smear dilakukan?

Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan pemeriksaan ini. Pertama-tama, pemeriksaan tidak bisa dilakukan di saat sedang menstruasi, karena akan menmpengaruhi hasil pemeriksaan. Sebaiknya pemeriksaan dilakukan antara hari 10-20 dari menstruasi hari pertama. Selain itu, jangan melakukan douching (membersihkan v*g*n* dengan cara menyemprotkan cairan pembersih), memakai obat-obatan yang dimasukkan lewat v*g*n*, maupun melakukan hubungan selama 2 hari sebelum pemeriksaan.

Prosedur pemeriksaan Pap Smear yaitu sebagai berikut:

  1. Anda akan berbaring di meja pemeriksaan dengan lutut ditekuk dan kaki dinaikkan ke tempat yang sudah disediakan. Posisi ini disebut posisi litotomi, yang memudahkan dokter atau petugas kesehatan memeriksa bagian genital Anda. Sebuah alat yang terbuat dari bahan metal bernama spekulum akan digunakan untuk melebarkan v*g*n* sehingga dinding v*g*n* dan leher rahim dapat dilihat dengan jelas.
  2. Sebuah alat kecil, yaitu sikat serviks akan diapuskan ke leher rahim bagian luar (eksoserviks) dan daerah lubang serviks (endoserviks) untuk mendapatkan sel-sel leher rahim. Jika terdapat cairan atau lendir yang menghalangi leher rahim, biasanya akan dibersihkan terlebih dulu menggunakan kapas/kasa steril.
  3. Selanjutnya sel-sel ini akan diapuskan ke preparat slide dan diproses, yaitu difiksasi dan diberi pewarnaan untuk selanjutnya dilihat di bawah mikroskop oleh dokter spesialis Patologi Anatomi.
  4. Pemeriksaan Pap Smear tidak menyakitkan. Kebanyakan wanita tidak merasakan apapun ketika dilakukan pengapusan leher rahim, namun dapat timbul perasaan tidak nyaman akibat pemakaian spekulum.

Mudah bukan? Pap Smear merupakan cara mudah untuk Anda menjaga diri terhadap ancaman kanker serviks. Selanjutnya tinggal menunggu hasil pemeriksaan keluar, sekitar 2-3 minggu dari tanggal pemeriksaan. Jika Anda merasa tidak nyaman untuk melakukan pemeriksaan, mintalah suami atau saudara perempuan untuk menemani Anda saat pemeriksaan dilakukan.



loading...
Bagikan artikel:

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: