Informasi dan Tips – informasitips.com

Dari Minyak Jelantah Menjadi Gas Hidrogen

Mendapatkan Gas hidrogen dari minyak jelantahinformasitips.com – Semakin menipisnya cadangan energi berbasis fosil mendorong munculnya penelitian-penelitian yang bertujuan untuk mencari energy alternative guna memenuhi kebutuhan energy di masa depan yang semakin meningkat. Hidrogen adalah salah satu energy yang dianggap potensial untuk menggantikan energy berbasis fosil. Hidrogen dikenal sebagai energy yang ramah terhadap lingkungan disbanding energy berbasis fosil.

Sayangnya untuk saat ini proses yang harus dilalui untuk mendapatkan Hidrogen membutuhkan energy yang sangat besar sehingga dinilai tidak efisien. Oleh karena itu para peneliti berusaha mencari cara agar proses produksi Hidrogen menjadi efektif dan efisien. Para peneliti yang dipimpin oleh Dr. Dupont dari Leeds University menemukan cara untuk mendapatkan hydrogen dari minyak jelantah dengan menggunakan proses yang efisien dalam penggunaan energy. Proses ini melibatkan dua tahap yang bersifat self-heating, artinya energy yang sangat besar yang dibutuhkan untuk mendapatkan hydrogen diperoleh dari prose situ sendiri. Energy yang besar dibutuhkan hanya pada tahap awal saja, selanjutnya energy akan diperoleh dari proses situ sendiri.

Proses yang dikembangkan oleh Dr. Dupont dan timnya ini diawali oleh proses oksidasi katalis nikel menjadi nikel oksida. Proses oksidasi tersebut merupakan proses eksotermis yang dapat meningkatkan suhu awal menjadi 650 derajat. Selanjutnya minyak jelantah dan uap air panas direaksikan dengan nikel oksida (panas) untuk kemudian menghasilkan Hidrogen dan Karbon Dioksida. Para peneliti menambahkan material penjerap gas Karbon Dioksida untuk menangkap gas tersebut sehingga yang tersisa hanya gas Hidrogen saja. Tehnik ini akan memaksa reaksi untuk terus berjalan sehingga jumlah produksi Hidrogen pun terus bertambah.

Dalam proses yang dikembangkan Dr. Dupont tersebut hydrogen akan segera tercipta begitu proses dimulai, tidak perlu menunggu semua katalis nikel berubah menjadi nikel murni. Begitu juga dengan panas yang terbentuk dari proses ini, hal ini lah yang membuat proses ini menjadi sangat efisien.

Mereka, para peneliti, telah sukses melakukan proses pembentukan hydrogen ini pada skala kecil, yaitu pada reactor skala laboratorium. Sekarang, mereka akan menaikkan skala proses pembentukan hydrogen ke volume yang lebih besar. Dr. Dupont juga mengatakan bahwa teknologi yang mereka kembangkan ini dapat dioperasikan pada skala berapa saja. Jika proses scale-up berhasil mereka bisa membuat pembangkit tenaga listrik berbasis gas hydrogen untuk pemenuhan kebutuhan lokal.
(ST)

Copyright secured by Digiprove © 2011

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

JOIN US ON

NEWSLETTER

Mau berlangganan artikel Kami? Tulis Email Anda pada form di bawah ini.

Cek Email Anda setelahnya untuk mengaktifkan layanan newsletter. Terimakasih