Informasi dan Tips – informasitips.com

Dampak Psikologis Perceraian Bagi Perkembangan Anak

Posted on by in , , with 0 Comments

informasitips.com – Pada dasarnya setiap anak pasti menginginkan keluarga yang bahagia dan harmonis. Namun, terkadang apa yang terjadi dalam kehidupan perkawinan orang tuanya tak bisa semulus apa yang diharapkan. Berbagai masalah dan perselisihan yang tak bisa terselesaikan pada akhirnya bisa mengarah pada sebuah perceraian. Bagi sebagian pasangan, perceraian dianggap sebagai satu-satunya jalan keluar terbaik agar bisa keluar dari masalah pelik yang dihadapi.

Pada beberapa kasus perceraian selalu dikatakan bahwa perceraian dapat menimbulkan akibat buruk pada anak. Tapi dalam kasus tertentu, perceraian bisa jadi merupakan alternatif terbaik daripada membiarkan anak-anak terus tinggal bersama keluarga yang penuh dengan pertengkaran dan kehidupan pernikahan yang buruk.

Selama proses perceraian, banyak orang tua yang cenderung hanya fokus pada kekhawatiran dan kegundahan diri mereka sendiri. Hal itu amat disayangkan mengingat bahwa orang tua seharusnya juga memperhatikan bagaimana dan apa yang terjadi pada anak-anak mereka saat proses perceraian sedang dan akan berlangsung. Tidak sedikit orang tua yang justru memberikan tanggung jawab dan tekanan pada anak bahwa itulah kenyataan yang terjadi dan harus mereka terima. Akibatnya, anak merasa benar-benar syok dan terpukul. Padahal di masa-masa sulit seperti itu, seharusnya orang tua juga tetap bisa mendampingi dan memberikan pengertian kepada anak.

Dampak psikologis perceraian terhadap perkembangan anak

Salah satu efek psikologis perceraian pada anak adalah saat anak mengambil peran sebagai penghibur salah satu orang tua, berusaha merangkul kakak dan adik mereka untuk selalu bersama dan lebih kuat dalam perpisahan orang tua mereka, dan membantu melakukan pekerjaan rumah tangga di rumah.

Anak-anak menjadi marah karena sebenarnya mereka merasa seperti terjebak oleh “masalah yang dihasilkan” orang tua dan merasa “dirampok” kehidupannya. Pada awalnya mungkin anak akan sulit menerima keputusan orang tuanya untuk berpisah. Tapi seiiring dengan berjalannya waktu dengan bantuan orang tua dan anggota keluarga yang lainnya, anak-anak akhirnya dapat menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi di keluarga mereka.



Dampak psikologis perceraian terhadap perkembangan anak-anak
Dampak perceraian terhadap perkembangan psikologis anak-anak bisa bermacam-macam, diantaranya:

- memiliki rasa bersalah dan suka menyalahkan diri sendiri
- merasa tidak percaya diri atau rendah diri
- merasa tidak diinginkan atau ditolak oleh orang tuanya
- merasa tidak aman dan merasa sendirian/kesepian


Perasaan-perasaan seperti di atas juga bisa memicu timbulnya perkembangan perilaku negatif pada anak korban perceraian, seperti:

- depresi dan suka memberontak
- pendiam, tidak ceria dan suka bersedih
- mudah marah, agresif, suka mengamuk berbuat kerusakan atau bertindak kasar
- sulit berkonsentrasi dalam belajar yang dapat mengakibatkan prestasi sekolah menurun
- takut memulai hubungan dengan lawan jenis karena takut gagal seperti orang tuanya


Penting untuk diketahui bahwa dampak perceraian terhadap anak di setiap keluarga tidak selalu sama, karena setiap orang tua dan anak berbeda. Pada beberapa anak, mereka tidak hanya akan mendapat dampak psikologis ketika kecil saja, tetapi dampaknya tersebut juga bisa berlanjut sampai mereka dewasa nanti. Hal tersebut bisa saja mempengaruhi kehidupan dan cara pandang mereka.

Anak korban perceraian yang berhasil melalui proses adaptasi, tidak akan mengalami kesulitan yang berarti ketika meneruskan kehidupannya ke masa perkembangan selanjutnya. Tetapi bagi anak yang gagal beradaptasi dengan kondisi baru setelah perceraian, maka anak akan membawa dampak ini hingga dewasa seperti perasaan ditolak, tidak percaya diri dan tidak dicintai.

Bila anak-anak membawa dampak psikologis ini ketika mereka dewasa, kemungkinan mereka juga akan takut untuk memulai hubungan, takut gagal menjalin hubungan dekat dengan orang lain.

Umumnya, dampak perceraian memang bisa menghancurkan perkembangan psikologis anak. Perceraian ini mengguncang hidup mereka dan membuat mereka terpukul, kehilangan harapan dan mimpi memiliki keluarga utuh yang bahagia selamanya.

Artikel selanjutnya : Cara meminimalisir dampak psikologis perceraian terhadap perkembangan anak

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

ARTIKEL TERBARU

NEWSLETTER

Mau berlangganan artikel Kami? Tulis Email Anda pada form di bawah ini.

Cek Email Anda setelahnya untuk mengaktifkan layanan newsletter. Terimakasih

OUR FRIEND