Informasi dan Tips – informasitips.com

Dampak Negatif Kemampuan Multitasking Pada Wanita

informasitips.com – Apakah Anda sering mendengar istilah “multitasking”? Ya, mengerjakan dua pekerjaan atau lebih dalam satu waktu. Biasanya kaum wanita termasuk pada kelompok yang memiliki kemampuan ini. Coba saja perhatikan apa yang dilakukan wanita dalam kesehariannya.

Sebagai ibu rumah tangga, seorang wanita pagi-pagi sudah harus berkutat dengan urusan membersihkan rumah, memandikan anak, menyiapkan pakaian suami dan mempersiapkan sarapan keluarga. Sebelum suami berangkat ke kantor dan anak-anak ke sekolah, Ibu harus mempersiapkan hal-hal kecil yang diperlukan agar suami dan anak-anaknya bisa berangkat tepat waktu. Belum lagi jika ia juga merangkap sebagai wanita karir. Selain banyaknya tugas rumah yang harus dikerjakan, ia juga harus memikirkan urusan kantor. Dalam satu pagi, berapa tugas yang sudah ditangani oleh wanita? Bandingkan dengan suami yang bersiap ke kantor, sarapan, membaca koran, lalu mengantar anak sambil ia sendiri pun pergi ke kantor.

Wanita memang makhluk istimewa yang memiliki banyak kelebihan dibanding pria, salah satunya dalam hal melakukan banyak pekerjaan dalam satu waktu atau biasa disebut multitasking ini.

Seperti dikemukakan oleh Professor Keith Laws, seorang psikolog di University of Hertfordshire dalam penelitiannya menyatakan bahwa wanita sangat baik dalam mengerjakan pekerjaan multitasking dibandingkan pria. Wanita lebih mampu merefleksikan masalah sambil terus menyeimbangkan komitmen mereka yang lain ketimbang pria. Wanita juga dapat mengandalkan kedua tangan dan dua otak untuk bekerja secara simultan.

ilustrasi: multitasking

ilustrasi: multitasking

Hal ini diperkuat dalam sebuah artikel yang menyatakan bahwa wanita memiliki corpus callosum yakni sekelompok syaraf yang menghubungkan otak kanan dan otak kiri yang ukurannya 25% lebih besar dibanding pria. Artinya, wanita cenderung mudah menghubungkan antara perasaan dan pikirannya. Memiliki koneksi yang kuat antara bagian-bagian otak yang berlainan itulah yang memunculkan kemampuan wanita dalam hal multitasking, sehingga dalam satu waktu wanita mampu berpikir, mengingat, merasa, mendengar dan merencanakan suatu hal secara bersamaan. Hal ini juga diperkuat oleh penelitian yang dilakukan oleh dua universitas lainnya yaitu Universitas Galsgow dan Universitas Leeds yang juga bekerjasama dengan Universitas Hertfordshire. Para psikolog dari ketiga univeritas ini melakukan penelitian terhadap mahasiswa yang dibagi menjadi dua kelompok yakni kelompok laki-laki dan perempuan. Kedua kelompok tersebut diminta untuk memainkan sebuah game di komputer, menemukan satu set kunci yang hilang di sebuah restoran serta menggambarkan peta yang diminta dan menghitung aritmatika dalam waktu yang bersamaan. Di sela-sela mengerjakan tugas tersebut, para peneliti memberi tugas tambahan untuk menguji konsentrasi mereka yakni menerima panggilan telepon dan diminta menjawab beberapa pertanyaan.

Hasilnya, para peneliti menemukan bahwa kedua kelompok tersebut dapat menyelesaikan tugas dengan baik, terutama saat mencari kunci. Pencarian kunci ini merupakan ujian untuk mengetahui seberapa pandai seseorang dalam menyusun rencana strategi. Namun, rupanya kemampuan laki-laki terlihat kacau ketika dibebani dengan tugas-tugas lainnya. Dengan begitu, para peneliti sepakat bahwa wanita lebih mahir dalam hal multitasking.

Sepintas, memiliki kemampuan multitasking memang terlihat hebat. Bagaimana tidak? Kita bisa menyelesaikan beberapa pekerjaan dalam satu waktu. Salah satu keuntungan yang didapat yakni mengefisienkan waktu.

Memang banyak manfaat (dampak positif) yang diperoleh dari kemampuan multitasking ini. Namun, bukan berarti tidak ada dampak negatifnya. Secara tidak sadar, ketika kita melakukan banyak aktivitas, otak dipaksa bekerja lebih keras. Padahal otak memiliki batasan dalam kemampuannya. Tidak heran, banyak wanita seringkali merasa lelah berlebihan. Hal itu terjadi karena kemampuan otak terkuras habis.

Lebih jelasnya, berikut beberapa dampak negatif multitasking pada wanita:

  • Daya Ingat Menurun dan Lelah Berlebihan
    Pada saat melakukan beberapa pekerjaan dalam waktu bersamaan, fungsi otak dipaksa untuk bekerja keras secara berlebihan. Ketika Anda sedang melakukan satu pekerjaan, tiba-tiba Anda memikirkan pekerjaan lain. Padahal pekerjaan yang sedang Anda kerjakan pun belum tuntas. Dengan begitu, tingkat konsentrasi menjadi berkurang. Anda menjadi bingung dan tidak bisa membedakan pekerjaan mana yang lebih penting dan harus cepat selesai, hingga akhirnya dapat menurunkan daya ingat Anda. Pikiran yang terkuras habis pun berdampak terhadap fisik. Ketika otak lelah dan sudah tidak bisa bekerja, maka fisik pun ikut lelah dan tidak bisa melakukan apa-apa. Kelelahan fisik yang berlebihan itu juga akan menimbulkan rasa jenuh dan penuh yang pada akhirnya juga akan menurunkan semangat dan produktivitas dalam bekerja.

  • Hasil yang Tidak Maksimal
    Ketika mengerjakan satu pekerjaan dalam satu waktu, tentu saja hasil yang didapat akan lebih maksimal karena pikiran kita fokus dan lebih berkonsentrasi. Namun, ketika melakukan beberapa pekerjaan dalam waktu bersamaan (multitasking), maka pikiran menjadi terpecah. Anda harus mengerjakan yang ini, belum menyelesaikan yang itu, belum lagi memikirkan jika ada kendala dan lain-lain. Dengan begitu, banyak pekerjaan menjadi terbengkalai atau jika selesai pun maka hasilnya menjadi tidak maksimal, atau bisa dibilang memiliki kualitas yang kurang baik.

  • Stres
    Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa bekerja dengan multitasking tidaklah baik. Salah satunya penelitian yang dilakukan di Department of Sociology and Anthropology pada Universitas Bar-Ilan. Hasil dari penelitian tersebut menyatakan bahwa secara psikologis seorang Ibu/wanita kerap merasakan perasaan tertekan dan konflik batin ketika mereka melakukan dua pekerjaan sekaligus, baik di rumah maupun di depan umum. Menurutnya hal ini dikarenakan wanita lebih rentan terhadap komentar negatif dari orang luar yang melihat pekerjaan mereka yang tidak beres. Bisa dibilang, kaum wanita lebih sensitif terhadap komentar orang lain terhadap hasil kerjanya. Ketika hasil pekerjaan tidak memuaskan dan jika hal ini terjadi berkali-kali, maka tentunya akan menimbulkan kesedihan yang menumpuk dan bisa mengakibatkan stres.

Multitasking bukanlah hal mudah, karena melibatkan kerja otak yang sebenarnya tidak didesain untuk itu. Multitasking memerlukan konsentrasi penuh dalam proses pengambilan keputusan. Jika terjadi berulang-ulang, maka tentu saja otak menjadi overload. Sama halnya seperti komputer, apabila kita membuka banyak aplikasi dalam waktu bersamaan, maka proses loading menjadi lama, bahkan bisa mendadak hang. Komputer bisa direset jika hang, tapi apa jadinya jika otak kita yang hang? Untuk itu, waspadailah kemampuan multitasking yang sepintas terlihat begitu hebat, namun ternyata dapat merugikan kita baik secara fisik maupun psikis.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

One thought on “Dampak Negatif Kemampuan Multitasking Pada Wanita

  1. rosi

    Thanks ya info nya yang sesuai dengan status saya. Terutama pada point dimana saya harus dituntut perfect sebagai istri,ibu dan wanita karir(guru). Sangat tidak mudah. Diketika di rumah harus beres2 dipagi hari,eh telat disekolah dimarahi kepsek,pulang sekolah did komplain keluarga..Kayak gitu aja hidupku..mau brenti kerja,sayang, krna udah PNS.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: