Informasi dan Tips – informasitips.com

Ciri-Ciri Khusus Bunglon

informasitips.com – Hewan yang satu ini sangat menarik dan kerap membuat kita penasaran dengan perilakunya. Satu hal yang sering membuat kita bertanya-tanya adalah kemampuannya untuk merubah warna tubuhnya sesuai dengan lingkungannya. Hewan yang di Indonesia dikenal dengan sebutan bunglon itu memiliki hal-hal menarik lainnya yang menarik untuk kita telusuri. Apa saja cirri khusus dari bunglon? Berikut ini beberapa di antaranya:

  • Kulit

    Bunglon memiliki sel-sel khusus, yaitu chromatophores, yang terdapat di bawah lapisan kulit luar. Sel-sel ini mengandung pigmen, diantaranya merah, kuning, biru, dan putih. Chromatophores dapat menyusut maupun membesar sesuai dengan perintah otak sehingga terdapat kemungkinan pigmen-pigmen tersebut tercampur dan memunculkan warna yang menarik pada kulit bunglon. Lapisan atas chromatophores berwarna merah atau kuning, sedangkan lapisan bawah berwarna biru atau putih. Ketika warna sel tersebut berubah, maka warna kulit bunglon pun berubah. Selain chromatophores, melanin juga berperan dalam menggelapkan warna kulit pada bunglon. Serat-serat melanin tersebar seperti jaring laba-laba pada sel pigmen chromatophores. Hal ini membuat kulit menggelap.

    Beberapa pendapat mengatakan bahwa perubahan warna kulit terjadi karena bunglon ingin menyamarkan diri di lingkungan atau sebagai kamuflase, namun hasil penelitian menunjukkan bahwa suasana hati, suhu, dan cahaya lah yang mempengaruhi perubahan tersebut. Terkadang, perubahan warna kulit dapat membuat bunglon lebih nyaman atau terkadang digunakan untuk berkomunikasi dengan bunglon lainnya.

    Di bawah sinar matahari, bunglon coklat akan mengubah kulitnya menjadi hijau untuk memaksimalkan pantulan sinar matahari yang diperoleh, seperti halnya daun. Bunglon akan mengubah warnanya menjadi lebih gelap ketika suhu di sekitarnya rendah. Bunglon jantan yang berkelahi dengan bunglon lain dapat berubah menjadi merah kekuningan, sedangkan ketika tertarik pada lawan jenisnya, bunglon dapat berubah menjadi ungu, biru, atau merah untuk menarik perhatian.

    Baik bunglon betina maupun jantan dapat mengubah warna kulitnya sesuai lingkungan, tetapi hal ini juga bervariasi tergantung spesies dan jenis bunglon. Terdapat spesies bunglon yang hanya pejantannya saja yang dapat mengubah warna kulit. Beberapa spesies bunglon juga hanya dapat mengubah warna dalam gradasi coklat saja, sedangkan spesies lain ada yang dapat berubah warna dari merah muda menjadi biru, hijau, atau merah. Perubahan warna ini dapat terjadi dalam waktu 20 detik dan dapat terjadi di bagian-bagian tubuh yang berbeda, seperti leher, kepala, atau kaki. Kemampuan merubah warna tubuh pada bunglon tersebut disebut juga dengan mimikri. Secara umum, bunglon jantan memiliki warna yang lebih mencolok dibandingkan dengan bunglon betina.

    Dalam keadaan normal dan sehat, garis-garis atau pola pada kulit bunglon akan kelihatan, sedangkan bunglon yang sedang sakit atau tidur tidak menunjukkan pola pada kulit atau kulitnya menjadi pucat.

  • Lidah

    Lidah merupakan salah satu ciri yang menarik dari bunglon. Lidah bunglon dapat menjulur hingga sepanjang tubuhnya atau lebih dengan sangat cepat guna memasukkan mangsa ke dalam mulutnya. Untuk menjulurkan lidah hingga panjang yang maksimal, bunglon hanya membutuhkan 1/16 detik saja. Waktu ini cukup untuk menangkap lalat yang sedang terbang. Kecepatan lidah bunglon dalam menjulur hingga mendapatkan mangsanya adalah sekitar 13 mil/jam.

    Ujung lidah bunglon dilapisi sekret yang lengket untuk memudahkan bunglon dalam menangkap mangsanya. Ujung lidah ini berbentuk seperti bola-bola otot yang lengket, dan ketika menangkap mangsa, bola-bola tersebut menjadi cekung seperti tersedot.

    anatomi lidah bunglon

    Terdapat otot-otot khusus yang membuat bunglon dapat menjulurkan dan menarik kembali lidahnya dengan cepat. Tulang di bagian bawah lidah berfungsi untuk menjaga kerja otot-otot lidah. Ketika otot lidah untuk menjulur mengalami kontraksi, otot-otot untuk menarik lidah kembali terdapat di posisi relaksasi. Sebaliknya, setelah mencapai panjang lidah maksimal atau setelah mencapai mangsanya, otot menjulur relaksasi dan otot menarik lidah mengalami kontraksi

    Lidah Bunglon

    Lidahnya yang panjang juga digunakan untuk minum air dari daun atau tempat-tempat lainnya. Bunglon berukuran kecil diketahui memiliki lidah yang lebih panjang dibandingkan dengan bunglon lain yang ukurannya lebih besar.

  • Mata

    Bunglon memiliki mata yang menonjol keluar. Mata kanan dan kiri dapat bergerak dengan arah yang berbeda serta dapat memutar hingga 360°. Kemampuan ini membuat bunglon dapat melihat ke dua arah yang berlainan secara bersamaan. Bunglon dapat melihat ke depan, samping, maupun belakang tanpa menggerakkan kepalanya. Mereka pun dapat mengikuti gerakan suatu benda atau mangsanya tanpa mengubah posisi tubuh. Jika bunglon melihat serangga, mereka akan memfokuskan kedua mata pada mangsa tersebut untuk memperkirakan jaraknya dengan mangsa. Bunglon dapat melihat serangga kecil dalam jarak 5-10 meter.

    Kelopak mata atas dan bawah pada bunglon menyatu, dan hanya menyisakan satu lubang kecil di bagian tengah sehingga pupil mata dapat melihat.

    Bunglon dapat melihat sinar tampak maupun sinar ultraviolet (UV). Bila terpapar sinar UV, bunglon menunjukkan aktivitas yang lebih tinggi. Mereka lebih bersemangat untuk makan, bersosialisasi, dan bereproduksi karena dampak terhadap kelenjar pineal.

  • Tubuh

    Warna, struktur, dan ukuran tubuh bunglon bervariasi. Bunglon paling kecil yakni sekitar 0.6 inci dan yang terbesar sekitar 27 inci (68.58 cm).

    bunglon terkecil

    Bunglon Terkecil Brookesia micra

    Bunglon jantan bisa saja berukuran lebih kecil maupun lebih besar dari bunglon betina. Tubuh bunglon sangat lentur, dapat melengkung dan menekuk menyerupai daun, bahkan dapat memanjang hingga serupa dengan ranting pohon. Dalam keadaan terancam predator atau hewan lain yang ingin memangsanya, bunglon dapat memompa paru-paru hingga membusung dan badannya terlihat lebih besar.

    bunglon terbesar

    Bunglon terbesar dari Madagascar Furccifer oustaleti

    Bunglon jantan memiliki ciri fisik khusus di bagian kepala atau muka, seperti terdapat tanduk atau semacam cula. Beberapa memiliki jengger yang lebih besar di atas kepalanya.

  • Kaki dan Ekor

    Kaki bunglon panjang dan ramping, dan berjumlah empat. Masing-masing kaki memiliki 5 jari. Tiga jari pertama tergabung menjadi satu dan dua jari lainnya juga saling menggabung. Karakteristik ini membentuk semacam cakar untuk berpegangan kuat di dahan pohon. Cakar yang tajam di masing-masing jarinya berguna pula untuk memanjat. Selain itu, bunglon memiliki ekor yang dapat menggulung sehingga mereka dapat bergantungan di ranting dan dahan pohon.

    Berikut ini gambar dari Kaki dan Cakar Bunglon:

    Kaki Bunglon

    Cakar Bunglon

    Dan ini adalah ekor bunglon:

    Ekor Bunglon
  • Pendengaran

    Seperti ular, bunglon tidak memiliki telinga luar maupun gendang telinga, namun bunglon tidak tuli. Kisaran suara yang dapat didengar bunglon adalah 200-600 Hz.

  • Habitat

    Bunglon dapat hidup di berbagai habitat, mulai dari pegunungan, hutan hujan tropis, hingga savana. Kebanyakan dari mereka tinggal di pohon dan semak-semak, namun ada pula yang tinggal di bawah tumpukan dedaunan. Terdapat lebih dari seratus spesies bunglon di dunia dan lebih dari setengahnya atau sekitar 60 spesies diketahui hidup di Madagaskar. Selebihnya ditemukan di Afrika hingga ke selatan Eropa, melewati Asia bagian selatan hingga Sri Lanka. Bunglon juga diintroduksi ke beberapa negara, seperti Amerika Serikat di negara bagian Hawaii, Florida, dan California.

  • Tingkah Laku

    Dalam keadaan terdesak, bunglon dapat mengeluarkan desisan kemudian menggigit musuhnya, namun gigitannya tidak membahayakan dan tidak beracun.

  • Makanan

    Makanan utama bunglon adalah serangga, seperti lalat, belalang, jangkrik, dan larva serangga. Bunglon dapat melahap mangsa yang beratnya mencapai setengah dari berat tubuhnya.

  • Reproduksi

    Bunglon merupakan hewan soliter sehingga ketika bertemu dengan lawan jenisnya, mereka hampir pasti kawin karena kesempatan seperti itu sangat jarang. Selain itu, hal ini juga mulai mengancam populasi mereka. Proses kawin pada bunglon dapat terjadi di mana saja dalam waktu 10-30 menit.

    Bunglon berkembang biak dengan cara bertelur. Bunglon betina yang akan bertelur akan menggali lubang di tanah untuk menyimpan telur-telurnya, yang kemudian dikubur. Masa kehamilan dan jumlah telur yang dikeluarkan bervariasi tergantung spesies bunglon. Masa kehamilan berkisar antara 6 bulan hingga 2 tahun, dan jumlah telur sekitar 6-24 butir. Beberapa spesies bahkan membiarkan telurnya di dalam kandungan hingga menetas.

    Anak bunglon tidak mendapat pengasuhan dari induknya dan untuk itu masa-masa awal kehidupan anak bunglon sangat rentan.

  • Umur (Masa hidup)

    Umur bunglon juga bervariasi tergantung spesies, tetapi bunglon pada umumnya dapat hidup selama 5-9 tahun di alam liar.

Nah, itulah beberapa cirri khusus bunglon yang bisa diketahui. Ternyata bunglon merupakan hewan yang sangat menarik untuk kita amati lebih lanjut agar kita bisa memetik manfaat dari apa yang dimiliki bunglon.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: