informasitips.com Duh, bayiku cegukan, bagaimana ini? Diapakan ya supaya cegukannya bisa berhenti? Apakah berbahaya?
Bagaimana cara mengatasinya ya?
Pernahkah Bunda mengalami kepanikan ketika bayi cegukan? Tentunya pernah atau bahkan sering ya bunda? Apalagi bagi orangtua yang baru saja memiliki bayi untuk pertama kalinya.
Cegukan merupakan gangguan ringan yang biasa dan sering terjadi pada orang dewasa, terutama pada bayi usia dibawah 1 tahun. Bahkan cegukan bisa saja terjadi setiap hari. Pada orang dewasa, hal-hal seperti gas beracun, stress, alkohol, makan terlalu cepat, asap rokok, minum minuman terlalu dingin dan makan makanan pedas dapat memicu timbulnya cegukan. Cegukan merupakan kondisi yang tidak enak dirasakan, baik oleh orang dewasa ataupun bayi. Cegukan menjadi sesuatu hal yang sering dikeluhkan oleh para bunda karena hal itu dikhawatirkan akan berbahaya bagi bayi. Padahal, cegukan hanya berlangsung secara singkat dan dapat hilang dengan sendirinya.
Secara umum, cegukan tidak perlu dirisaukan walaupun dalam beberapa kasus, cegukan dapat menjadi tanda akan adanya penyakit serius, yaitu jika cegukan berlangsung dalam waktu yang relatif lama atau sekitar lebih dari 3 jam dan disertai dengan gejala seperti demam, sesak napas, muntah dan sakit perut.
Cegukan/singultus/hiccups merupakan refleks dari tubuh karena adanya kontraksi yang berulang-ulang pada sekat rongga badan yang memisahkan rongga dada dan rongga perut (diagfragma), dimana muncul gerakan seperti menarik nafas, namun tiba-tiba diikuti dengan menutupnya epiglottis (katup saluran nafas) secara tidak normal sehingga terdengan suara “hik..hik”.
Cegukan yang terjadi pada Bayi dapat timbul karena adanya rangsangan dalam diagfragma berupa udara yang masuk. Penyebabnya bisa karena bunda salah posisi ketika menyusui Bayi. Cegukan juga bisa menjadi signal bahwa bayi sudah kenyang. Selain itu, pengaruh suhu yang dapat menyebabkan bayi kedinginan juga bisa menjadi pemicu timbulnya cegukan. Pengaruh lain yang ikut memberikan kontribusi terhadap cegukan adalah stress pada bayi. Ketika bayi menyusu, ia minum dengan perasaan terburu-buru sehingga menjadikan udara masuk ke diagfragma. Hal ini biasanya sangat mungkin terjadi pada bayi yang meminum susu atau ASI dari dalam dot yang berlubang besar atau akibat posisi menyusu dot yang salah. Berbeda bila bayi menyusu langsung dari Bunda. Kemungkinan bayi akan cegukan dapat diminimalisir.
Jika bayi mengalami cegukan, Bunda tidak perlu risau dan cukup membiarkannya saja karena cegukan akan hilang dengan sendirinya, akan tetapi jika cegukan tersebut cukup menggangu bunda, tips berikut ini mungkin dapat sedikit membantu kegelisan bunda:
Demikian cara yang bisa bunda lakukan untuk mengatasi cegukan pada bayi. Jika telah dilakukan berbagai upaya untuk mengatasi cegukan pada bayi, namun bayi masih saja cegukan dengan frekuensi sering dan menganggu, maka segeralah berkonsultasi dengan Dokter ya Bunda. Siapa tahu saja ada hal serius yang harus segera ditangani terkait dengan seringnya bayi cegukan.