Informasi dan Tips – informasitips.com

Mengapa Anak Suka Mengisap Jempol?

informasitips.com – Menghisap jempol adalah kecenderungan anak untuk memasukkan ibu jari kedalam mulutnya diluar kemauannya karena tidak terkontrolnya fungsi motorik anak.

Pada dasarnya, setiap anak memiliki dorongan yang kuat untuk melakukan gerakan menghisap sejak bayi, bahkan dalam kandunganpun bayi sudah menghisap jempolnya. Refleks mengisap jari, bukan hal yang asing dan sangat umum terjadi pada bayi usia sekitar 2 bulan. Jenis perilaku ini merupakan tanda awal dan penting dalam hal kepuasan diri. Menghisap merupakan kebutuhan bayi dan menunjukkan bahwa bayi sehat dan normal. Kenapa demikian? Karena dengan menghisap, bayi dapat memenuhi kebutuhannya. Makanya, jika bayi memiliki daya menghisap yang kurang baik, hal itu juga akan mempengaruhi daya menyusu, aktivitas bati untuk memenuhi kebutuhan haus dan laparnya.

Kenapa anak suka menghisap jempol?
Menghisap jempol merupakan kegiatan umum yang dilakukan anak (bayi), karena hal ini dapat mendatangkan kesenangan, rasa aman, nyaman dan rileks dan kegiatan tersebut akan hilang dengan sendirinya sesuai dengan perkembangan usia anak. Biasanya sang anak akan menghisap jempol dikala mereka merasakan takut, lapar, lelah, bosan, mengantuk atau sedang membutuhkan sesuatu yang membuatnya nyaman. Bahkan stress pun dapat menjadi pemicu anak melakukan kebiasaan ini terutama pada anak yang sudah besar. Problem seperti bertengkar dengan teman atau pelajaran sekolah yang mungkin saja menjadi pemicu stress.

Sampai kapan anak akan menghisap jempol?
Keinginan terkuat seorang anak untuk menghisap jempol yaitu saat usia 6 bulan pertama dalam hidupnya. Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh Dr. T. Berry Brazelton, sekitar 6 % kebiasaan menghisap jempol pada anak akan berlanjut sampai usianya 1 tahun. Dan sekitar 3 % kebiasaan ini akan terus terjadi sampai usia lebih dari 2 tahun. Penelitian terbaru lainnya juga menemukan bahwa sekitar 15 % anak usia 4 tahun masih menghisap jempolnya.

Kebiasaan anak menghisap jempol

Apa akibat suka menghisap jempol?
Walaupun kegiatan menghisap jempol merupakan sesuatu yang membawa kesenangan dan kenyamanan, akan tetapi kebiasaan menghisap jempol ini dalam jangka waktu lama dapat mempengaruhi perkembangan tulang rahang anak, gusi, kelainan bentuk gigi dan bentuk wajah. Lah kok Bisa? Karena ketika anak sedang menghisap jempol, ia melakukan gerakan menghisap dari bibir, pipi dan lidah, semuanya aktif berperan, secara otomatis kondisi ini akan mempengaruhi terjadinya masalah-masalah tersebut diatas. Masalah lain yang bisa saja timbul karena aktivitas ini adalah anak dapat menjadi bahan ejekan teman-temannya apalagi jika sang anak telah bersekolah, tentunya hal itu akan mempengaruhi rasa percaya diri mereka, bukan?

Asosiasi kesehatan gigi Amerika menyarankan bahwa anak dapat menghisap jempolnya sampai usia 4 – 5 tahun tanpa menimbulkan kerusakan pada gigi dan rahangnya. Namun, kebiasaan menghisap jempol pada anak harus dihentikan sebelum gigi permanen anak tumbuh, yaitu sekitar usia 6-7 tahun. Hal ini untuk mencegah timbulnya masalah kerusakan gigi.

Lalu, kapan menghisap jempol perlu diwaspadai?
Menghisap secara umum terjadi pada setiap anak dan akan hilang dengan sendirinya di usia anak sekitar 4 tahun, akan tetapi kebiasaan ini ada yang terbawa sampai usia mereka besar. Jika pada rentang waktu sekitar usia 5-7 tahun atau ketika waktu anak mulai sekolah dan kebiasaan menghisap jempol ini masih juga tidak hilang, segeralah mengkonsultasikannya ke dokter untuk melakukan tindakan tepat mengatasi kebiasaan buruk tersebut. Bunda tidak ingin kan sang buah hati dicerca teman-temannya karena kebiasaannya yang tidak lagi wajar?

Hal lain yang perlu diwaspadai adalah ketika kegiatan menghisap jempol ini menyebabkan anak tidak lagi peduli dengan lingkungannya dan malah asyik dengan kegiatan tersebut. Jangan biarkan buah hati Bunda terisolasi dari pergaulan lingkungan karenanya.

Bagaimana cara mengatasinya?

  1. Alihkan, bila usia anak 5 tahun kebawah
    Bila anak berusia 5 tahun kebawah, tak perlu terlalu bingung. Alihkan kebiasaan ini. Cobalah sejak dini untuk perlahan-lahan mengalihkan keinginan anak saat ia ingin menghisap jempolnya. Misalnya, saat anak sedang merasa gelisah atau tidak nyaman, cobalah bunda menenangkan anak dengan memeluk anak. Jika keinginan anak untuk menghisap jempol sangatlah kuat, biarkan saja. Bunda dapat memberikan mainan yang telah dicuci bersih untuk dimasukkan ke mulut oleh anak. Bila anak menolak mainan dan tetap memilih jempolnya, pastikan bunda sudah terlebih dahulu membersihkan tangan anak sebelum ia menghisap jempolnya.

    Sebagian orang tua biasanya juga memberikan empeng sebagai pengganti anak menghisap jempol. Namun, hal ini kuranglah tepat karena justru akan menimbulkan masalah baru yaitu kebiasaan menghisap empeng yang efeknya juga tidak baik bagi kesehatan gigi dan mulut. Kebiasaan menghisap empeng ini juga biasanya akan sulit untuk diatasi.

  2. Bersikap toleran
    Ketika sang anak menghisap jempol di usia yang tidak perlu dikhawatirkan yakni sekitar usia 4 tahun, toleransilah anak untuk menghisap jempolnya sampai dengan batas usia 5 – 7 tahun. Jika diusia tersebut anak masih saja melakukan kebiasaan ini, barulah ambil tindakan untuk menghentikannya. Yang terpenting adalah jangan terlalu memaksakan anak harus berhenti, karena semakin keras Anda melarang, maka akan semakin kuat pula penolakan yang timbul dari anak. Hal lain yang dapat dilakukan bunda adalah, berilah anak kesibukan seperti menggambar, mewarnai agar ia fokus dengan kesibukannya dan sedikit melupakan keinginannya menghisap jempol.
  3. Ciptakan rasa aman untuk sang anak
    Ketika anak merasa tidak aman, tidak tenang, atau bahkan stress, maka kemungkinan besar ia akan mencari pelarian dengan menghisap jempolnya sebagai sumber mencari rasa aman tersebut. Jadi tugas bunda adalah mencari sebab rasa tidak aman anak dan ciptakan rasa aman tersebut untuk mengurangi resiko dari kebiasaan menghisap jempol. Bunda dapat menenangkannya dengan mendengarkan apa yang menjadi keluh kesahnya.
  4. Beri pengertian kepada anak tentang akibat dari menghisap jempol
    Bunda dapat memberikan pengertian kepada anak tentang akibat dari kebiasaan menghisap jempol. Hal ini dapat Anda lakukan untuk anak yang berusia 5 tahun ke atas, karena anak pada usia ini sudah mulai bisa membedakan konsep salah dan benar dan mulai dapat lebih mengontrol dirinya sendiri. Pelan-pelan beritahu kepada anak apa efek yang bisa ditimbulkan dari kebiasaan menghisap jempol tersebut untuk giginya. Bunda bisa memberikan penjelasan sambil menunjukkannya di depan cermin. Beritahu juga bahwa kebiasaan tersebut selain berdampak tidak baik bagi gigi bisa juga menimbulkan masalah kesehatan lainnya terutama bila tangan kotor. Bisa menjadi jalan bagi kuman penyakit untuk masuk ke tubuh anak.

    Biasanya pada usia sekarang ini anak sudah mulai lebih mengerti. Dan saat anak sudah mulai menunjukkan keinginan untuk berhenti menghisap jempolnya, bunda harus mendukungnya. Namun ingat, di masa-masa awal anak ingin berhenti ini biasanya merupakan masa-masa yang cukup berat, karena anak masih tidak terbiasa dan terkadang timbul kemarahan saat anak tidak bisa menahan dirinya untuk menghisap jempol. Hadapai masa-masa sulit tersebut dengan sabar, dan jangan pernah membiarkan kembali anak menghisap jempolnya. Alihkan bila ia sangat ingin menghisap jempolnya. Sibukkan tangannya dengan berbagai aktivitas, misalnya menggambar, bermain, dan lainnya.

  5. Beri pujian atau penghargaan atas usaha anak
    Bila anak sudah mulai berhasil perlahan-lahan menghilangkan kebiasaan menghisap jempolnya, berilah pujian atau penghargaan kepada anak. Ini akan semakin memotivasi dirinya untuk meninggalkan kebiasaan tersebut. Hal ini juga akan membuat anak merasa lebih percaya diri dan yakin bahwa ia bisa menghilangkan kebiasaan menghisap jempol tersebut.

Bila cara-cara di atas masih belum juga berhasil sementara anak seharusnya sudah harus berhenti menghisap jempol, segeralah berkonsultasi ke dokter. BUnda juga perlu mengkonsultasikan ke dokter bila:
1. Anak berusia di atas 4 tahun dan selalu menghisap jempolnya secara terus-menerus.
2. Anak usia 5 tahun ke atas namun tidak merasa malu atau ingin berhenti bila ada teman yang mengejek kebiasaanya tersebut.
3. Anak berusia di atas 6 tahun dan terlihat menghisap jempolnya setiap saat.
4. Anda melihat bahwa kebiasaan ini sudah mulai menimbulkan masalah pada giginya.
5. Anak usia lebih besar ternyata memiliki masalah emosional dan menggunakan jempol sebagai satu-satunya cara untuk menenangkan dirinya.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: