Informasi dan Tips – informasitips.com

Cara Orang Tua Menghadapi Psikologi Anak yang Bergejolak

informasitips.com – Pada masa-masa tertentu, anak-anak akan mengalami perubahan psikologis seperti saat puber. Pada masa tersebut, tidak hanya anak yang mengalami masa yang sulit tetapi orang tua juga mengalami hal yang sama untuk menghadapi perubahan psikologis anak yang sedang bergejolak.

  1. Anak Membutuhkan Penghargaan
    Kamu sudah melakukannya dengan baik!“ merupakan sebuah kalimat yang dapat menenangkan anak. Pengakuan dan dukungan dari orang tua sangat dibutuhkan oleh anak untuk meningkatkan kepercayaan dan motivasi dirinya. Tanpa apresiasi atas apa yang dilakukannya, anak menjadi tidak bahagia dan ada keinginan untuk memberontak. Namun sebaiknya pujian yang diberikan pun tidak terlalu berlebihan dan harus terdengar tulus. Anak-anak juga membutuhkan kritik, namun sebaiknya dilakukan secara pribadi tanpa harus mempermalukan diri mereka di depan umum.
  2. Anak Membutuhkan Kelembutan
    Pada masa pergolakan, anak sangat membutuhkan perhatian dan kasih sayang lebih besar dari sebelumnya. Anak perlu diberikan cinta dan kelembutan. Pelukan untuk anak merupakan bentuk kasih sayang secara fisik untuk menunjukkan bahwa Anda peduli padanya. Jika dia melakukan penolakan untuk itu, maka Anda harus mengatakan bahwa Anda mencintai atau menyayanginya untuk menunjukkan bahwa dia berharga bagi Anda. Kelembutan dapat menaklukkan kemarahan, kesedihan, depresi, stres, kesepian dan ketakutan anak. Dengan demikian, anak akan lebih terbuka terhadap Anda.
  3. cara orang tua mengatasi perubahan psikologi anak yang bergejolak

  4. Anak Membutuhkan Peraturan yang Tegas
    Ketika anak dalam suasana tidak stabil, mereka cenderung untuk memberontak dan tidak peduli terhadap apa pun kecuali dirinya sendiri. Oleh karena itu, Anda sebagai orang tua harus tetap menunjukkan bahwa aturan-aturan yang berlaku tetap ada di dalam keluarga Anda. Hal ini dimaksudkan agar mengajarkan anak untuk tetap menjaga sopan-santunnya serta penghargaan kepada orang lain. Karena jika anak telah kehilangan penghormatannya kepada Anda maupun orang lain maka tingkat egois yang dimilikinya akan semakin tinggi.
  5. Terimalah Pergaulan Anak Anda
    Di dalam interaksi sosialnya, anak memiliki suatu kelompok pergaulan tertentu. Berusahalah menerima pergaulan anak Anda tersebut walaupun bisa saja Anda tidak menyukai pergaulan tersebut. Cara yang paling tepat untuk mengontrol pergaulan anak Anda adalah dengan terlibat dalam pergaulan itu. Anda dapat menempatkan diri Anda sebagai teman bagi anak Anda pula. Tetapi jika pergaulan itu dirasa dapat membahayakan anak, maka berikan penjelasan yang nyata mengenai resiko-resiko terburuk kepada anak.
  6. Anak Harus Diperbolehkan Membantah
    Saat anak- anak bertengkar atau berdebat mengenai sesuatu, biarkanlah ia mengungkapkan pendapatnya. Perselisihan merupakan hal yang normal dan dapat membantu pengembangan dirinya. Jangan menekan anak dengan argumen Anda sendiri karena jika anak semakin merasa dipojokkan maka anak akan semakin jauh dari Anda. Posisikan diri Anda jika Anda menjadi diri dia, dan bayangkan apa yang ingin Anda dengarkan dari pihak lawan sesungguhnya.
  7. Jangan Merendahkan Anak Anda
    Memang benar bahwa orang tua menginginkan hal terbaik untuk anaknya, namun pernyataan ini tidak dapat dijadikan alasan untuk merendahkan apa yang dilakukan oleh anak. Kata-kata seperti „Kamu pasti tidak bisa“ atau „Kamu tidak mungkin melakukannya“ akan menimbulkan perasaan tertekan pada anak. Biarkan dia berkreasi sesuai minatnya. Jika perlu, Anda dapat membantunya untuk menemukan bakat yang terpendam.

  8. Bicaralah Tentang Perasaan Anda dan Belajarlah Mendengarkan Anak Anda
    Orang tua harus berbicara pula tentang perasaannya kepada anaknya. Dengan mengetahui perasaan Anda, anak akan merasa dibutuhkan oleh Anda. Anak tidak dapat membaca pikiran Anda tentang apa yang Anda inginkan darinya. Namun berbicaralah sebagai seorang teman baginya sehingga pembicaraan itu menjadi lebih menyenangkan. Di sisi lain, Anda juga harus belajar mendengarkan keluh kesah anak Anda. Seperti halnya Anda, anak juga ingin didengarkan apa yang ia inginkan dari Anda.


loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: