Informasi dan Tips – informasitips.com

Cara Menghilangkan Bau Kaki

informasitips.com – Kaki adalah organ tubuh yang sangat penting bagi manusia. Dengan kaki, manusia bisa berdiri, berjalan, berlari, melompat, dan lain-lain. Kaki sudah bekerja keras untuk membantu kita melakukan berbagai aktivitas fisik, sehingga banyak mengeluarkan keringat dan terkadang menimbulkan bau yang kurang sedap. Nah, jika Kamu ingin mengetahui bagaimana cara menghilangkan bau kaki yang mengganggu itu, maka Kamu harus terus membaca artikel ini sampai habis.

bau kaki

FYI, tiap kaki kita terdiri atas 26 tulang, 33 sendi, 107 ligamen, dan 19 otot. Dan, untuk sepasang kaki kita, terdiri atas banyak kelenjar keringat yaitu sekitar 250.000 kelenjar keringat yang menghasilkan sekitar 500 ml keringat setiap hari. Wah, ternyata sebanyak itu keringat yang dihasilkan, tidak heran bukan jika bau kaki kerap hinggap pada kaki sebagian besar orang. Nah, perlu diketahui bahwa keringat pada kaki ini diproduksi oleh kelenjar ekrin pada kulit kaki, yang tujuannya adalah untuk mendinginkan (menurunkan suhu) pada kaki.

Penyebab Bau Kaki

Sebenarnya, apa yang menyebabkan timbulnya bau busuk (kurang sedap) pada kaki? Apakah karena keringat? Jawabannya, bukan. Meskipun keringat ikut berkontribusi, namun bau busuk pada kaki bukanlah berasal dari keringat. Keringat yang dihasilkan oleh kelenjar ekrin pada kaki hanya terdiri atas air dan garam, dan sama sekali tidak memiliki bau. Lalu, dari mana bau kaki yang busuk (kurang sedap) itu berasal?

Bau busuk atau kurang sedap pada kaki sebenarnya berasal dari produk senyawa sampingan yang dihasilkan oleh bakteri-bakteri dan mikroorganisme yang ada pada kaki. Adalah bakteri Kyetococcus sedentarius, yaitu bakteri pada kaki yang menjadi penyebab mengapa kaki sampai mengeluarkan bau yang kurang sedap (busuk).

Bakteri Kyetococcus sedentarius dapat tumbuh subur pada kaki yang sering berkeringat. Bakteri pada kaki tersebut akan menjadi semakin banyak bila kaki sering menggunakan sepatu (alas kaki) yang tertutup, karena pada sepatu yang tertutup akan semakin banyak keringat yang dihasilkan. Terlebih lagi pada kaus kaki yang bersentuhan langsung dengan kaki, aroma tak sedap (bau) kerap dijumpai dari kaus kaki.

Bakteri-bakteri Kyetococcus sedentarius yang tumbuh subur dan semakin banyak tersebut akan membentuk koloni. Mereka memakan minyak dan sel-sel kulit mati pada kaki, dan kemudian menghasilkan asam organik yang menimbulkan bau yang kurang sedap (busuk). Asam organik yang merupakan produk dari penguraian minyak oleh bakteri K. sedentarius itlah yang menjadi penyebab bau kaki.

Bakteri pada kaki tak cuma sekedar menghasilkan asam organik penyebab bau busuk, namun juga menghasilkan senyawa lainnya yaitu sulfur yang memang diketahui memiliki aroma yang sangat kuat dan tidak sedap (bau busuk).

Selain itu, ada juga bakteri Staphylococcus epidermis dan bakteri Bacillus subtilis yang secara alami hidup pada kulit kaki dan menyukai lingkungan yang lembab saat kaki berkeringat. Kedua bakteri tersebut senang memakan asam amino leusin, yaitu senyawa yang terdapat dalam keringat yang dihasilkan oleh kelenjar ekrin pada kaki. Dari aktivitas memakan asam amino leusin tersebut, kedua bakteri pada kaki tadi akan menghasilkan gas sampingan yaitu asam isovaleric yang memiliki bau busuk (aroma kurang sedap).

Ada juga bakteri Brevibacterium linens yang juga menjadi penyebab bau kaki selain ketiga bakteri di atas. Bakteri ini aktivitasnya adalah memakan sel-sel kulit mati yang kering pada kaki dan menghasilkan gas sulfur. Senyawa sulfur yang memiliki bau busuk tersebut merupakan produk sampingan yang dihasilkan oleh bakteri Brevibacterium linens saat mengubah asam amino pada kulit menjadi methanethiol.

Cara Mengatasi Bau Kaki

Bau busuk pada kaki sebenarnya tidak berbahaya. Namun, tentu saja bisa mengganggu kenyamanan kita dan orang-orang yang ada di sekitar kita. Oleh karena itu, bau yang kurang sedap tersebut perlu diatasi. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan bau kaki:

  1. Jaga kebersihan kaki

    Sering-seringlah menjaga kebersihan kaki dengan cara mencuci kaki dengan air mengalir yang bersih. Untuk mencuci kaki, dapat juga menggunakan air hangat, dan setelah selesai mencuci kaki, keringkan kaki dengan kain atau handuk hingga benar-benar kering agar kaki tidak lembab. Bakteri menyukai tempat-tempat yang lembab. Oleh karena itu, agar bakteri pada kaki tidak tumbuh subur, pastikan agar kaki selalu dalam keadaan kering dan tidak lembab. Langkah menjaga kebersihan ini dianggap sebagai salah satu langkah efektif penghilang bau kaki.

  2. Sering menggosok kaki

    Selain mencuci kaki, sering-seringlah untuk menggosok-gosok kaki untuk menghilangkan sel-sel kulit mati pada kaki. Anda dapat menggunakan batu untuk menggosok kaki. Bila sel-sel kulit mati pada kaki jumlahnya sedikit, maka akan semakin sedikit gas sampingan beraroma busuk yang dihasilkan oleh bakteri Brevibacterium linens. Selain berperan sebagai strategi penghilang bau kaki, sering menggosok-gosok kaki juga dapat membuat kaki jadi lebih halus dan masalah kaki kasar dan pecah-pecah juga bisa teratasi.

  3. Merendam kaki
    Ada 3 cara yang bisa Anda lakukan.

    Pertama, rendam kaki dalam larutan air dan cuka, dengan perbandingan air dan cuka adalah 2:1. Rendam kaki dalam larutan tersebut selama 30 menit.

    Kedua, rendam kaki dalam larutan garam. Ambil air untuk merendam kaki, tambahkan sedikit garam, aduk rata, lalu rendam kaki dalam larutan tersebut kurang lebih 20 menit.

    Ketiga, rendam kaki dalam larutan teh hitam. Teh hitam dapat mengurangi produksi minyak berlebih pada kaki, dan dapat bertidak juga sebagai anti bakteri. Cara membuat larutanya, seduh 2 kantung teh hitam dalam 1/2 liter air selama 15 menit. Selanjutnya, tambahkan sedikit air dingin, lalu rendam kaki selama 30 menit setiap hari.

  4. Gunakan kaus kaki yang dapat menyerap keringat

    Salah satu cara lain yang juga efektif dalam mengatasi bau kaki adalah dengan menggunakan kaus kaki yang tepat. Sangatlah penting untuk menggunakan kaus kaki yang tepat, yaitu yang dapat menyerap keringat. Kaus kaki yang terbuat dari bahan katun atau wool dapat menyerap keringat dengan cukup baik sehingga memungkinkan kaki untuk bisa bernapas. Kaus kaki yang dapat menyerap keringat juga akan membuat kaki tidak basah dan lembab, sehingga bakteri tidak bisa tumbuh subur di kaki.

    Segera ganti kaus kaki bila sudah kotor, karena kaus kaki yang kotor dan lembab juga bisa menjadi tempat subur tumbuhnya bakteri penyebab bau kaki.

  5. Jangan memakai sepatu yang terlalu sempit atau ketat

    Hindari menggunakan sepatu atau alas kaki yang terlalu sempit atau ketat. Sepatu yang terlalu sempit atau ketat membuat kaki jadi sulit bernapas sehingga memproduksi keringat lebih banyak. Sebaiknya, pilihlah sepatu atau alas kaki yang pas (tidak terlalu besar dan tidak terlalu sempit) agar tetap nyaman digunakan dan kakipun bisa bernapas dengan baik.

  6. Jangan selalu memakai sepatu yang sama terus-menerus

    Hindari menggunakan sepatu yang sama secara terus-menerus. Mengenakan sepatu yang sama setiap hari dapat membuat sepatu menjadi lembab dan bau. Gantilah dengan sepatu lain yang kering. Biarkan sepatu yang lembab menjadi kering terlebih dahulu sebelum akhirnya digunakan kembali, hal itu dapat menjadi langkah jitu dalam mengatasi bau kaki.

    Untuk jenis sepatu yang bisa dicuci, sebaiknya cuci bersih terlebih dahulu ketika sepatu sudah lembab, bau, dan kotor. Selanjutnya, jemur dan keringkan sepatu hingga benar-benar kering sebelum digunakan kembali.

  7. Membunuh bakteri penyebab bau busuk

    Untuk membunuh bakteri penyebab bau busuk, dapat dengan cara menyemprotkan desinfektan pada sepatu. Desinfektan dapat membunuh bakteri Kyetococcus sedentarius, yaitu bakteri penyebab bau busuk pada kaki, sehingga dapat dikatakan secara tidak langsaung bahwa desinfektan juga merupakan obat bau kaki. Selain itu, dapat juga menggunakan sabun anti bakteri pada kaki. Menjemur sepatu langsung di bawah sinar matahari juga dapat membunuh bakteri dan merupakan salah satu cara menghilangkan bau kaki secara alami.

  8. Hindari menggunakan sepatu yang terbuat dari bahan plastik

    Sepatu yang terbuat dari bahan plastik akan membuat kaki jadi semakin sulit bernapas sehingga akhirnya menimbulkan banyak keringat dan bau.

  9. Jangan menggunakan sepatu sepanjang hari

    Kaki juga butuh bernapas. Oleh karena itu, sebaiknya hindari menggunakan sepatu sepanjang hari. Biarkan kaki terkena udara bebas selama beberapa saat agar tidak lembab dan bisa bernapas dengan baik.

  10. Jangan menggunakan sepatu, kaus kaki, dan handuk orang lain

    Sedapat mungkin, hindari berganti-ganti sepatu, kaus kaki, dan handuk dengan orang lain. Menggunakan sepatu, kaus kaki, dan handuk milik orang lain dapat membuat bakteri pada kaki orang lain tersebut berpindah ke kaki kita.

Menghilangkan bau kaki memang tidak dapat dilakukan secara instan, butuh waktu dan usaha yang berkesinambungan. Dalam mengatasi bau kaki sebaiknya kenali penyebab bau kaki terlebih dahulu, baru kemudian lakukan langkah-langkah jitu, baik itu yang alami maupun menggunakan obat bau kaki yang terbuat dari bahan kimia.

(*Berbagai sumber)



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *