Informasi dan Tips – informasitips.com

Cara Mengatasi Ruam Popok Bayi

informasitips.com – Ruam popok banyak dialami oleh bayi, terutama bagi bayi yang baru lahir dan kulitnya sangat sensitive. Ruam popok tentu amat mengganggu kenyamanan bayi dan bila dibiarkan akan bisa menimbulkan peradangan. Ruam popok menyebabkan kulit bayi iritasi, timbul kemerah-merahan, gatal, perih, bayi menjadi rewel, gelisah dan mudah menangis. Hal ini juga pernah dialami oleh bayi saya dulu ketika ia masih menggunakan popok. Jika Anda juga pernah mengalami hal yang serupa, tak perlu bingung lagi karena saya akan memberikan beberapa tips atau cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi dan mengurangi masalah ruam popok pada bayi Anda.

Berikut cara yang bisa Anda lakukan:

  1. Sering-seringlah mengganti popok bayi.
    Beberapa pakar menyarankan agar bayi harus diganti popoknya minimal 2 – 3 jam sekali. Bayi yang popoknya diganti sebanyak minimal 8 kali setiap harinya akan lebih kecil kemungkinannya mengalami ruam popok.

    Kotoran dan air seni harus segera dibersihkan karena kotoran (feses) mengandung banyak bakteri yang bila bereaksi dengan air seni bisa menghasilkan ammonia, sehingga membuat kulit bayi mengalami iritasi dan ruam.

  2. Pilihlah popok yang Anda rasa paling pas dan nyaman untuk bayi
    Usahakan memilih popok yang benar-benar pas dan nyaman untuk bayi Anda. Bila ingin menggunakan popok sekali pakai (diaper), maka pastikan jenis popok yang digunakan tersebut memang cocok untuk bayi Anda. Merk terkenal atau harga mahal bukan jaminan. Bisa jadi, popok yang cukup mahal dan terkenal cocok untuk satu bayi, namun belum tentu cocok untuk bayi yang lain. Untuk itu, Anda perlu benar-benar cermat mengetahui mana popok yang terbaik untuk bayi Anda.

    Begitu pula bila ingin menggunakan popok dari bahan kain. Usahakan untuk memilih bahan yang nyaman misalnya katun. Jangan mengenakan popok kain terlalu ketat agar kulit bayi tidak tergesek, dan menimbulkan perih. Popok jenis kain bila tidak sering diganti justru akan menimbulkan masalah ruam popok.

  3. Cara mengatasi ruam popok pada bayi

  4. Bersihkan area yang terkena ruam pelan-pelan dan lembut
    Setiap kali mengganti popok bayi, bersihkan area yang terkena ruam (pantat) dengan lembut dan pelan-pelan. Terlebih bila ada kotoran (feses atau air kencing). Biasanya dalam kotoran bayi terdapat zat-zat yang cukup tajam sehingga kulit bayi terasa perih.

    Area yang sering tertutup seperti pantat dan lipatan paha menjadi sangat sensitive dan perih bila disentuh. Gunakan air hangat ketika membersihkan pantat dan area kelamin bayi, usap pelan-pelan dengan handuk atau tisu/kapas yang lembut. Jangan pernah menggosok atau mengusapnya keras-keras.

    Untuk bayi perempuan, bersihkan kotorannya dari arah depan ke belakang (anus), bukan sebaliknya. Hal ini amat penting agar kotoran dan bakteri dari anus tidak terbawa ke area v*g*n* (depan). Sementara untuk bayi laki-laki, bersihkan pelan-pelan dengan kapas basah dengan cara menarik kulup kelamin pelan-pelan hingga lubang kencingnya tampak.

  5. Untuk beberapa saat, biarkan area pantat bayi terbuka
    Biarkan area pantat bayi terbuka tanpa mengenakan popok. Kulit bayi memerlukan sirkulasi udara yang cukup agar bisa bernapas. Area tubuh bayi yang terlalu sering tertutup menjadi lebih lembab. Kelembaban berlebih pada kulit merupakan penyebab utama ruam popok. Area yang lembab membuat bakteri dan jamur tumbuh lebih subur lagi pada area lembab tersebut. Akibatnya akan timbul semakin banyak ruam pada kulit bayi. Oleh karena itu, sebisa mungkin biarkan kulit bayi terbuka, agar tidak lembab.
  6. Jika dibutuhkan, gunakan krim pada area popok
    Sebenarnya kulit bayi yang terkena ruam tidak memerlukan krim atau salep pelindung. Karena krim dan salep tersebut justru akan mencegah kulit untuk bernapas secara alami. Namun, pada banyak kasus yang cukup parah, krim dan salep dibutuhkan untuk mengurangi masalah ruam popok ini. Anda bisa menggunakan krim yang mengandung zinc oxide setiap kali mengganti popok. Oleskan tipis dan perlahan pada area pantat bayi sebelum mengenakan popok.

    Pada kasus ruam lain dimana ruam masih saja timbul meskipun sudah menggunakan krim ruam popok yang banyak dijual bebas, Anda bisa menggunakan krim atau salep anti jamur yang dijual bebas atau yang diresepkan dokter (biasanya yang mengandung Lotrimin.

    Untuk kondisi ruam seperti itu, Anda patut curiga bahwa ruam yang dialami bayi Anda adalah akibat jamur (candida). Ruam jamur ditandai dengan ruam yang berwarna merah muda, menyembul, berbentuk potongan kecil dengan garis tepi yang tajam, dan terkadang sering muncul seperti jerawat yang bernanah.

  7. Jangan lupa untuk berkonsultasi dengandokter bila ruam popok semakin parah, bernanah, dan tak sembuh-sembuh dalam kurun waktu lebih dari 3 hari.

Semoga tips di atas bisa bermanfaat untuk Anda dalam menangani dan mengurangi masalah ruam popok bayi Anda. (ST)

Copyright secured by Digiprove © 2011

Artikel Terkait

One thought on “Cara Mengatasi Ruam Popok Bayi

  1. Puti

    Bayi saya (3bulan 4hari) sejak umur 3mgg kulit yg tertutup popoknya merah-merah.tp dia tidak rewel pada saat penggantian popok&mandi.
    Tp bbrp hr yg lalu,krn kami hrs ke luar kota,saya terpaksa memakaikan bayi saya diaper setiap saat,selama 4hari.dan efeknya ternyata bayi saya terkena ruam popok parah.ruamnya menyebar hingga setengah paha.warnanya merah terang dan kasar.pada bagian pantat banyak bercak merah.dia jg nangis kejer pada saat penggantian popok,dan menekuk kakinya hinga perut dgn kuat seperti menjaga agar saya tidak menyentuh bagian selangkangannya.ketika merah menyala,saya langsung memakaikan krim ruam yg mengandung zinc oxide yg dijual bebas.stlh itu merahnya tampak berkurang&kulitnya mengelupas.tetapi kerewelan pd saat ganti popoknya tidak berkurang (sudah 2hari ia rewel saat ganti popok).
    Apa yg harus sy lakukan?apakah harus ke dokter?jika ya,ke dokter anak atau kulit?terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

ARTIKEL TERBARU

NEWSLETTER

Mau berlangganan artikel Kami? Tulis Email Anda pada form di bawah ini.

Cek Email Anda setelahnya untuk mengaktifkan layanan newsletter. Terimakasih

OUR FRIEND