Informasi dan Tips – informasitips.com

Cara Mengajarkan Anak Berhemat dan Mau Menabung

informasitips.com – Anak-anak sejatinya belum mengerti bagaimana sulitnya orang tua mencari uang untuk memenuhi kehidupan keluarga. Keterbatasan mereka terhadap informasi tentang kegunaan uang dan cara mengelolanya membuat mereka kerap kali menghabiskan uang orang tuanya.

Kadang Anda sebagai orang tua merasa jengkel ketika anak dengan enaknya minta ini dan itu tanpa peduli dengan kondisi keungan yang Anda miliki. Bila terus-menerus dituruti, tentu saja akan berdampak tidak baik untuk Anda dan si anak itu sendiri. Selain bisa menguras isi dompet Anda, anak Anda juga akan tumbuh sebagai anak yang manja, tidak bertanggung jawab, dan boros.
Mendidik anak untuk mengatur uang sah-sah saja dilakukan. Apalagi bila usianya sudah 7 tahun. Anak bisa dijadikan teman berdiskusi ringan tentang bagaimana mengolah uang sekaligus juga memberi pengertian kepada anak bahwa uang harus dikelola secara baik dan benar. Jangan takut untuk mengajarkan anak Anda mengelola uang, karena itu berarti Anda juga telah mengajarkan kepada anak untuk berhemat dan menabung.

Sebuah buku yang laris manis berjudul Please Send Money! A Financial Survival Guide for Young Adults on Their Own, mengatakan bahwa tidak pernah ada kata terlalu muda untuk mengajarkan tentang manajemen keuangan pada anak. Sang penulis buku tersebut, Dara Duguay, juga mengatakan bahwa semakin cepat anak belajar tentang uang, maka akan semakin baik. Jika mereka mengadopsi kebiasaan seperti menabung secara reguler di usia dini, kesempatan mereka untuk mempertahankan perilaku ini sepanjang hidupnya akan semakin bertambah.

Cara Mengajarkan anak berhemat dan mau menabung

Lalu, bagaimana cara untuk mengajarkan dan mengenalkan tentang mengelola uang ke anak? Simak beberapa tips berikut ini:

  • Informasikan sumber keuangan
    Anak yang sering merengek-rengek dan memaksa orang tuanya untuk memenuhi keinginannya membeli ini dan itu, biasanya belum mengerti darimana sesungguhnya perolehan uang yang dimiliki oleh orang tuanya.

    Saat waktu senggang, Anda bisa memanfaatkan moment tersebut sembari menginformasikan kepada anak tentang sumber uang. Beri pengertian pada anak-anak bahwa uang diperoleh dari hasil kerja keras. Anda bisa mencotohkan pada mereka bagaimana Anda sebagai ayah/ibu mereka harus bekerja dari pagi hingga sore hari untuk mendapatkan sejumlah uang.

    Uang yang diperoleh harus dikelola dengan baik untuk kebutuhan keluarga. Jika terus dikeluarkan untuk keperluan yang tidak penting, maka uang akan habis dan tidak bisa memenuhi kebutuhan yang sifatnya lebih penting. Penjelasan dari hati ke hati dengan bahasa yang mudah dimengerti anak membuat anak mengerti pesan yang Anda sampaikan.

  • Belikan celengan
    Celengan berfungsi sebagai tempat menyimpan uang di rumah. Anda bisa membelikan celengan agar bisa mengajarkan anak Anda untuk menyisihkan uangnya untuk ditabung dalam celengan. Sekarang ini, banyak toko yang menjual aneka macam celengan berbentuk lucu dan menarik. Bentuk celengan yang menarik membuat anak lebih antusias untuk menggunakannya. Katakan pada mereka, semakin rajin mereka menyisihkan sebagian uang jajannya ke dalam celengan, semakin penuh pula isi celengan tersebut.

  • Bukakan rekening tabungan
    Selain celengan, banyak orang tua yang juga membukakan trekening tabungan atas nama anak-anaknya. Bahkan ada beberapa orang tua yang sudah membukakakan tabungan atas nama anaknya sejak si anak masih berusia bayi atau balita. Idealnya, Anda bisa membukakan rekening tabungan ketika anak Anda mulai memasuki pendididkan pertamanya. Di usia tersebut, sang anak sedikit banyak sudah bisa diberi informasi tentang pentingnya menabung. Katakan pada mereka bahwa setiap bulan mereka akan menerima laporan melalui buku tabungan mereka tentang jumlah uang yang mereka miliki. Semakin rajin menabung, maka laporannya akan semakin baik. Anda bisa membukakan rekening dengan program khusus anak-anak. Hampir seluruh bank di Indonesia telah memiliki layanan program tabungan anak-anak. Dengan program tabungan anak-anak, anak Anda bisa memulai menabung dengan nominal angka yang kecil. Potongan administrasi program tabungan khusus anak-anak pun tidak akan banyak memotong saldo yang terisi.

  • Uang jatah
    Anda bisa memberi uang jatah untuk beberapa hari sekali. Misalnya, Anda bisa memberikan uang pada anak Anda yang berusia 7 tahun sebanyak Rp.9000, per 3 hari sekali. Minta anak Anda untuk memanfaatkan uang tersebut sebaik-baiknya hingga tiga hari kemudian. Bila ia bisa mengelolanya dengan baik, maka anak Anda tidak akan kehabisan uang sebelum tempo 3 hari tersebut. Bila ternyata kebobolan, maka anak akan merasakan akibatnya sendiri. Uang jatah akan melatih anak untuk memanfaatkan apa yang ia punya dengan penuh rasa tanggung jawab.

  • Sertakan mereka saat Anda bekerja
    Sesekali waktu tidak ada salahnya Anda mengajak anak Anda melihat aktivitas Anda bekerja mencari nafkah. Anda bisa menjemputnya sepulang sekolah dan membawanya ke kantor untuk beberapa jam saja. Biarkan ia melihat kesibukan Anda. Bagiamana sibuknya Anda untuk bisa menghasilkan uang. Katakan dengan bijak bahwa apa yang Anda lakukan itu adalah demi mendapatkan sejumlah uang. Dengan begitu, mereka akan semakin paham bahwa mendapatkan uang sesungguhnya bukan dengan cara yang mudah.

  • Ajarkan membeli dengan uangnya sendiri
    Ketika anak Anda menginginkan sesuatu, maka ajarkan mereka untuk membelinya dengan uang mereka sendiri. Tetapkan tujuan barang apa yang diinginkannya. Misalnya, ia ingin membeli sebuah mobil-mobilan remote control, maka tuliskan “mobil-mobilan remote control” pada secarik kertas, dan tempel di dinding kamarnya. Minta ia untuk menyisihkan uang jajannya setiap hari untuk mencapai tujuan yang ia inginkan. Dengan begitu, Anda telah mengajarkan kepada anak Anda bagaimana caranya memperoleh sesuatu dengan uang yang dimiliki.

  • Diskusi keuangan
    Wow, kelihatannya seperti topik yang berat dan hanya pantas untuk para orang dewasa saja yah. Padahal tidak. Diskusi keuangan bila dikemas dengan dialog yang menyenangkan tentu akan membuat anak Anda tertarik untuk terlibat di dalamnya. Diskusi keuangan tidak harus selalu bersifat teoritis sesuai ilmu yang pernah Anda dapatkan. Diskusi keuangan bisa seputar tentang perkembangan isi tabungannya. Apakah isi tabungan anak Anda terus stabil, bertambah, atau justru berkurang. Bila isi tabungannya bertambah, ucapkan selamat atas keberhasilannya berhemat. Tanyakan apa rencana anak Anda dengan tabungan yang dimilikinya tersebut. Bila isi tabungannya mengalami penurunan, maka pompa semangatnya kembali. Katakan padanya bahwa bila ia lebih giat lagi, maka isi tabungannya akan kembali bertambah. Motivasi Anda adalah sumber keputusan dan langkah anak Anda.

  • Ajari mengenal perbedaan antara keinginan dengan kebutuhan
    Seringkali keuangan menjadi morat-marit hanya karena sulitnya menentukan perbedaan antara barang yang diinginkan dengan barang yang dibutuhkan. Tidak hanya terjadi pada anak-anak saja, orang tua pun seringkali mengalami hal seperti ini. Untuk itu, tidak ada salahnya Anda mengajari tentang hal ini. Beri informasi kepada mereka bahwa pemenuhan yang seharusnya mereka lakukan adalah sesuatu yang bersifat kebutuhan bukan sekedar keinginan. Jika anak Anda sudah mengerti bagaimana perbedaan antara keinginan dan kebutuhan, maka anak Anda akan belajar menentukan skala prioritas untuk dirinya sendiri.

  • Sarankan untuk bertukar mainan
    Anak-anak seringkali mengalami kebosanan dengan mainan yang dimilikinya. Bila sudah timbul kebosanan, maka ia akan uring-uringan untuk minta dibelikan mainan yang baru. Bila itu terjadi, mengapa Anda tidak mencoba solusi baru selain menurutinya membeli mainan baru? Solusi lain yang bisa Anda berikan kepada anak Anda adalah dengan mengajak anak Anda bertukar mainan dengan teman-temannya. Toh yang dicari bukan mainan baru yang masih dikemas rapi di toko mainan, tapi cara memainkan mainan tersebut yang diharapkan sebagai penghilang kebosananan, bukan? Selain berhemat, bertukar mainan juga mengajari anak Anda pentingnya memiliki banyak teman.

  • Memperkenalkan bisnis
    Bila usianya sudah memungkinkan, tidak ada salahnya Anda untuk memperkenalkan bisnis kepada anak Anda. Ajarkan mereka memutar uang yang mereka miliki dengan berdagang kecil-kecilan. Membuat aneka kerajinan tangan, membuat aneka cemilan, melukis dan kemudian menjual hasilnya tersebut adalah cara yang paling sederhana untuk bisa diterapkan. Dengan demikain, selain mengajarkan anak memperoleh penghasilan, ia juga belajar menghadapi resiko dan tantangan dunia kerja.

  • Jadikan diri panutan
    Anda sebagai orang tua adalah panutan bagi anak-anak Anda. Bia Anda sekedar bisa menasehati namun tidak bisa menunjukkan contoh yang baik, maka nasehat Anda akan sia-sia saja. Tunjukkan pada mereka tentang keberhasilan Anda mengelola uang yang Ada. Anda tidak harus menjadi orang kaya terlebih dahulu untuk dikatakan berhasil oleh anak Anda. Menjalani hidup yang ada dan seimbang antara pengeluaran dan pemasukan sudah membuat anak Anda yakin bahwa Anda adalah orang yang tepat untuk ditirunya.

Itulah beberapa cara mengajarkan anak untuk berhemat dan mau menabung. Semoga bisa segera Anda aplikasikan.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

One thought on “Cara Mengajarkan Anak Berhemat dan Mau Menabung

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: