Informasi dan Tips – informasitips.com

Cara Meminimalisir Dampak Psikologis Perceraian Terhadap Perkembangan Anak

informasitips.comBagaimana cara meminimalkan dampak psikologis akibat perceraian terhadap anak-anak?
Untuk meminimalkan dampak psikologis perceraian terhadap anak-anak, orang tua bisa melakukan beberapa hal berikut:

  1. Terus melibatkan diri dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan anak
    Walaupun setelah perceraian orang tua sibuk dengan kehidupan barunya atau masih mengalami depresi perceraian, namun harus tetap bekerja sama dan terlibat dalam kehidupan anak-anak mereka. Ini penting agar efek psikologis yang paling serius akibat perceraian bisa dihilangkan. Keterlibatan orang tua terhadap kehidupan anak-anaknya pasca perceraian akan berdampak baik dan membuat anak-anak menjadi pribadi yang lebih tangguh dan lebih dewasa dalam menghadapi persoalan hidupnya kelak.
  2. Terus berusaha untuk memenuhi kebutuhan dasar anak setiap saat
    Anak-anak membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari orang tuanya. Sangatlah penting bahwa seorang anak laki-laki dan perempuan memiliki dua model panutan, pria dan wanita yaitu ayah dan ibu, dalam kehidupan mereka. Jika ayah dan ibu tetap menjadi pengayom keluarga, tetap saling mengisi walaupun tidak tinggal bersama lagi, maka perkembangan mental dan psikologi anak tetap akan berjalan dengan baik.

    Cara meminimalisir dampak psikologis perceraian terhadap anak-anak

    Apabila anak kehilangan figur ayah atau ibu atau karena satu atau lain hal, misalnya ayah suka melakukan kekerasan fisik, hal yang perlu dilakukan oleh orang terdekat anak adalah mencari orang dewasa yang bisa menjadi figur pengganti. Selain untuk mengisi kekosongan hati mereka, figur pengganti seperti paman, tante atau kakek dan nenek dapat menjadi topangan untuk memperkuat perkembangan psikologis anak-anak.

  3. Ikatan emosional merupakan faktor terpenting dalam pembentukan kepribadian anak dalam pengasuhan orang tua
    Tetaplah menjaga kontak dengan anak-anak, meskipun salah satu dari orang tua tidak tinggal bersama lagi dengan anak-anaknya. Pantaulah terus bagaimana perkembangannya. Jadilah teman untuk anak berbagi agar anak tetap merasa bahwa ia masih disayang dan dilindungi. Anda, sebagai orang tua tentu tidak ingin bukan, anak-anak Anda tumbuh tidak terkendali bahkan sampai terjerumus ke dalam hal-hal tidak baik karena tidak lagi mendapat pengawasan dari Anda? Untuk itu, jalinlah selalu komunikasi yang baik dengan anak agar anakpun tetap bisa terbuka mengenai kehidupannya.
  4. Jangan menambah kesedihan anak-anak hasil perceraian dengan memberikan beban pikiran tentang permasalahan orang tua
    Carilah orang dewasa yang bisa Anda percaya untuk mencari dukungan emosional dan bisa menjadi tempat berbagi, apabila diperlukan. Bila ada masalah dengan mantan suami atau istri sebaiknya dibicarakan langsung dengan yang bersangkutan, bukan melalui anak.
  5. Segera selesaikan semua konflik yang belum terselesaikan dalam perceraian
    Konflik yang dibiarkan berlarut-larut dapat menyebabkan masalah yang berkelanjutan dan dapat berimbas pula terhadap kehidupan anak-anak di masa yang akan datang. Jangan pernah bertengkar di depan anak. Bila diperlukan, mintalah bantuan orang lain sebagai penengah untuk mengatasi konflik yang masih belum terselesaikan. Hal ini penting agar orang tua dapat memulai kehidupan baru mereka dengan tenang.
  6. Orang tua harus siap menjawab alasan perceraian apabila anak-anak
    Mungkin anak-anak yang sudah besar akan menanyakan hal-hal yang menyudutkan dan tidak terduga sebelumnya, bersikap terbuka lah kepada anak-anak. Tentramkan hati anak-anak bahwa perceraian ini bukanlah kesalahan mereka dan mereka tidak perlu merasa turut bertanggung jawab dalam perceraian orang tuanya. Katakan pada anak-anak bahwa apapun yang terjadi ayah dan ibu tetap mencintai mereka.
  7. Orang tua harus membagi waktu pengasuhan sebaik mungkin dengan adil
    Jelaskan ke anak-anak apabila ada peraturan baru yang berlaku setelah perceraian. Usahakan kegiatan rutin anak sehari-hari tidak berubah, misalnya tetap mengantar anak ke sekolah, menemai kursus bahasa, pergi jalan-jalan dan lain sebagainya.

    Apabila memungkinan orang tua bisa merencanakan acara untuk berkumpul bersama demi kebahagiaan anak-anak, misalnya berlibur atau menghadiri acara yang melibatkan anak di sekolah seperti lomba atau kegiatan pentas seni. Penting bagi seorang anak untuk tetap bertemu dengan kedua orang tuanya sehingga anak yakin dan percaya bahwa anak dikasihi dan disayangi.

  8. Sebaiknya orang tua memberikan waktu dan dukungan kepada anak-anak untuk menyampaikan perasaannya
    Perceraian orang tua pasti membuat setiap anak sedih. Beri kesempatan kepada anak untuk membicarakan apa yang ia rasakan terhadap perceraian yang terjadi, dengan begitu anak merasa diperhatikan. Bila diperlukan, orang tua dapat mencari bantuan profesional yang bisa membantu mengatasi masalah psikologis anak.
  9. Jangan minta anak untuk memilih salah satu
    ibat perceraian terhadap perkembangan anak, sebaiknya orang tua tidak pernah mengkritik dan menjelek-jelekan salah satu pihak orang tua di depan anaknya. Jangan pernah pual meminta anak untuk memilih salah satu orang tuanya (ayah atau ibu). Anak menyayangi kedua orang tuanya. Memaksa anak memilih salah satu pihak orang tuanya dapat membuat anak bingung dan frustasi.


loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

3 thoughts on “Cara Meminimalisir Dampak Psikologis Perceraian Terhadap Perkembangan Anak

  1. dyah ayu mulyaningrum

    Jujur smpe saat ini ªƘΰ blm bisa nentukan gmna ªƘΰ harus membangun psikologi anak2ku mnghadapi dampak perceraian ini…belum lg tidak adanya dukungan kluargaku,yang mreka lakukan hanya menjelek2an mantan suamiku dan bahkan jadi bahan guyonan mskipun itu ϑĩ depan anak2ku apalagi mantan suamiku bener2 Ųϑãђ lupa dan Gªªªќ ♏ªΰ Τ̣̣̥ªu lagi kondIsi anak2nya…rasanya sedih n Gªªªќ Τ̣̣̥ªu harus mulai drmana tuk bangkitin lagi semangat anak2ku mskpun orang tuanya bercerai.

  2. aan

    Saya juga bingung,,,bagaimana harus membicarakan dengan mantan suami agar bisa bersama-sama meminimalisir dampak psikologis pada anak dr perceraian yg terjadi pada kami. Kadang sedih melihat anak yg terlihat menginginkan keutuhan keluarganya sementara kenyataan keluarganya sdh tak utuh lagi,,

  3. irma komalasari

    saya sbg ibu single parent anak satu usia 4 tahun pada dasarnya mengalami hal yang sama seperti org tua lain yang mengalami perceraian,,tapi berusaha bangkit demi anak dan masa depannya.. tidak egois dengan apa yg dialami diri sendiri tapi lbh mementingkan perkembangan psikologi anak,seberat apapun masalah dan kebencian kita dengan mantan pasangan, kita berdua tetap org tua yang mnjadi fanutan anak2 kita,,berusaha saling membanggakan pasangan kita kepada anak dan memberi pengertian bahwa kita berdua sangat sayang dan perhatian kpd anak2..juga membagi waktu yang adil antara kebersamaan anak dengan ibu dan ayahnya. maka seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia,anak akan memahami keadaan dan bisa menerima dengan bijak.. 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *