Informasi dan Tips – informasitips.com

Bila Anak Jahil dan Nakal, Bagaimana Cara Menanganinya?

informasitips.com – Masa kanak-kanak merupakan masa eksplorasi terhadap dunia yang ada di sekitarnya. Namun, tak jarang hal itu justru membuat orang lain kesal. Mengapa? Karena saat bereksplorasi, sebagian anak dapat bersikap jahil dan nakal akibat didorong oleh rasa penasarannya yang amat tinggi. Beberapa sikap jahil dan nakal pada anak diantaranya adalah mencolek, menggigit, melempar, merebut sesuatu dari orang lain, membuang, menyembunyikan barang, mendorong, memukul, mengancam, mengejek, dan lainnya, tergantung pada pengalaman dijahili yang pernah dialaminya atau contoh perilaku jahil yang dilihatnya. Tentu hal-hal ini akan membuat anak yang lain tak senang dengan perlakuannya. Orang tua mungkin juga akan ikut kesal dengan sikap jahil dan nakal dari anak.

Kejahilan dan kenakalan anak sebenarnya merupakan hal yang wajar, jika dilakukan masih dalam batas normal. Karena hal ini dilakukan untuk menunjukkan eksistensi dan ego si anak. Kejahilan dan kenakalan anak kecil sendiri biasanya dilakukan untuk mencari perhatian dan ingin melihat reaksi orang lain terhadap sikapnya.

Sebenarnya ada beberapa sebab mengapa anak kecil bisa jahil dan nakal, yaitu adanya rasa ingin tahu yang besar membuat si anak senang mencoba-coba, sebagai ungkapan atas ekspresi rasa sayangnya, menyalurkan agresifitasnya, ingin menunjukkan kebebasan bertindak, serta merupakan salah satu penyaluran energi dan kreativitasnya.

Ada juga perilaku jahil dan nakal yang timbul disebabkan karena minimnya keterampilan interpersonal, sementara anak ingin dirinya diterima dalam lingkungan. Karena ingin diajak bermain, ia menarik perhatian si teman dengan mendorong, misalnya.

Nah, jika anak kita jahil atau nakal, ada beberapa solusi yang dapat dilakukan untuk meredam perilaku jahil anak. Memang kejahilan dan kenakalan anak terkadang membuat kita jengkel, tetapi akan ada baiknya jika kita mampu bijak menghadapinya. Berikut beberapa solusi dan cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi anak yang jahil dan nakal:

  • Cari tahu apa yang membuat anak menjadi jahil dan nakal. Jika dilakukan atas dasar rasa ingin tahu, maka tanggapi dengan positif selama perilakunya masih dalam batas wajar.

    Jika dilakukan untuk mengekspresikan rasa sayang atau mencari perhatian, maka beri perhatian dan luangkan waktu lebih banyak untuk anak.

    Jika dilakukan atas dasar penyaluran kreativitas dan agresifitasnya, maka orang tua perlu mengarahkannya ke hal dan cara yang lebih positif, misalnya, orang tua mengajak anak untuk melakukan aktivitas di luar ruangan seperti bersepeda, bermain sepak bola, atau berenang.

    Jika perilaku jahil dan nakal anak didasari karena sering melihat contoh buruk dari lingkungan sekitar, bisa dari teman bermain, pengasuh, orang yang banyak berinteraksi dengan anak, atau dari tayangan televisi yang biasanya ditonton anak, maka orang tua perlu benar-benar mengawasi dan membatasi anak dari pengaruh lingkungan yang memberikan contoh buruk padanya.

    cara menangani anak yang jahil dan nakal

    Pastikan bahwa orang tua mempekerjakan pengasuh yang bisa memberikan contoh baik pada anak. Pastikan juga bahwa anak bergaul dengan lingkungan dan teman yang juga bisa memberi contoh yang baik. Untuk pengaruh tayangan televisi, sebaiknya selalu awasi apa yang ditonton anak. Dampingi anak saat menonton TV, dan pastikan pula bahwa pengasuh anak Anda juga melakukan hal yang sama seperti yang Anda lakukan.

    Anda sebagai orang tua juga perlu mendidik anak dengan memberikan pemahaman kepada anak bahwa tindakan-tindakan jahil, nakal, dan contoh tidak baik yang sering ia lihat dari lingkungannya adalah hal yang tidak benar. Berikan pemahaman tersebut secara terus menerus, dengan cara dan bahasa yang mudah dipahami anak.

  • Jangan pernah melabel anak dengan mengatakannya sebagai “anak jahil”, “si jahil”, atau “anak nakal”.

    Label negatif tersebut justru bisa menurunkan rasa percaya diri dan harga diri anak. Melabeli anak dengan label-label yang negatif bukannya bisa mengubah anak menjadi baik, tapi justru akan membuat anak semakin berperilaku tidak baik.

  • Beri pengertian dengan bahasa yang mudah dipahami bahwa perilaku jahil dan nakalnya tak baik dilakukan karena dapat melukai orang lain. Beritahu juga dampaknya, seperti teman-temannya tak mau bermain lagi dengannya.
  • Bila anak tetap jahil dan nakal, maka berikan tindakan tegas dengan “mencabut” kesenangannya sementara waktu. Seperti tidak mengizinkannya menonton kartun kesayangan.
  • Hindari hukuman fisik. Karena hal ini tidak membantu anak untuk berhenti bersikap jahil dan nakal. Beberapa anak justru bisa menjadi semakin jahil dan nakal bila sering mendapatkan hukuman fisik. Sehingga, lebih baik menggunakan pemahaman dengan bahasa yang lembut atau melakukan kegiatan yang positif.

Itulah beberapa solusi sederhana yang dapat dilakukan. Apabila tingkah lakunya sudah melebihi batas wajar, ada baiknya orang tua segera mengambil tindakan agar perilaku anak tidak sampai mencederai orang lain. Semoga bermanfaat.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: