Informasi dan Tips – informasitips.com

Benarkah Sayuran Mentah (Lalapan) Selalu Lebih Bergizi?

informasitips.com – Orang Indonesia tentunya sudah tidak asing lagi untuk mengonsumsi lalapan, khususnya masyarakat Jawa Barat Sunda. Hampir di setiap rumah makan ber’genre’ Jawa Barat selalu menyediakan menu lalapan dalam setiap sajiannya. Ada alasan tersendiri mengapa seseorang menyukai lalapan, salah satunya adalah karena lalapan mengandung lebih banyak nutrisi. Namun, apakah pendapat seperti itu benar adanya? Kami akan coba menjawabnya di artikel ini, so lanjut terus membacanya ya.

Alasan yang dikemukakan di atas tentulah masuk akal. Proses pengolahan sayuran dengan cara dimasak memang bisa mengurangi kadar nutrisi yang terkandung di dalamnya. Contohnya saja beberapa vitamin yang terkandung di dalam sayuran, seperti vitamin C dan beberapa vitamin B yang rentan untuk hilang selama proses pemasakan berlangsung, karena sifatnya yang tidak stabil pada suhu tinggi. Namun, tahukah Kamu bahwa hal sebaliknya juga bisa terjadi? Maksudnya adalah proses pemasakan justru malah mengeluarkan sejumlah kandungan nutrisi yang tersimpan di dalam sayuran. Benarkah demikian? Ternyata benar, lihat beberapa contoh berikut ini ya:

Sayuran Mentah atau lalapan

sumber gambar: livingfood.us

[list style=”list9″ color=”black”]

  • Bayam

    Kita tahu bahwa bayam kaya akan zat besi, vitamin, antioksidan dan lain-lain. Nah, bayam yang dimasak itu ternyata lebih kaya akan vitamin A, E, protein, serat, zinc, thiamin, kalsium dan zat besi dibandingkan dengan bayam yang tidak dimasak. Proses pemanasan yang terjadi pada saat bayam dimasak bisa membebaskan nutrisi-nutrisi tersebut sehingga ketika dimakan tubuh bisa mencernanya. Sementara pada bayam yang tidak dimasak nutrisi-nutrisi tersebut malah tetap terikat sebagai kompleks di dalam sel-sel bayam sehingga tidak bisa dicerna oleh tubuh ketika kita mengonsumsinya.

  • Tomat

    Tomat merupakan jenis (buah) sayuran yang kaya akan likopen berkhasiat sebagai antioksidan poten dan sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh Kita. Nah, kandungan likopen ini akan lebih banyak tersedia bagi tubuh ketika Kita mengonsumsi tomat dalam keadaan matang atau telah dimasak. Hal tersebut telah dibuktikan secara ilmiah oleh Rui Hai Liu (asisten profesor dalam bidang food science). Dari penelitiannya diketahui bahwa likopen (dari tomat) akan lebih banyak tersedia bagi tubuh ketika tomat dimasak pada suhu yang tinggi. Hal itu bisa terjadi karena suhu yang tinggi dapat merusak sel-sel tumbuhan yang berdinding tebal, sehingga nutrisi yang terkandung di dalamnya akan dilepas dan tersedia untuk dicerna oleh tubuh. Meski begitu, kandungan vitamin C dan B pada tomat akan sangat berkurang setelah tomat melalui proses pemasakan.

  • Wortel

    Nah, kalau sayuran yang satu ini kaya akan karotenoid. Seperti halnya tomat, ketersediaan karotenoid dan beta-karoten di dalam wortel akan lebih tinggi bagi tubuh ketika wortel telah dimasak. Hal tersebut tentunya akan membuat ketersediaan kedua antioksidan tersebut bagi tubuh akan lebih besar.

  • Brokoli

    Sebenarnya tidak hanya brokoli, tetapi sayuran lain yang termasuk ke dalam golongan cruciferous, seperti kembang kol ataupun kubis, akan memberikan keuntungan tersendiri ketika dikonsumsi dalam keadaan matang, yaitu tersedianya senyawa indol yang dapat melawan sel-sel prekanker sebelum berubah menjadi sel kanker. Meski begitu, dalam keadaan mentah sayuran cruciferous juga memberikan keuntungan dalam hal penyediaan myrosinase yang berperan dalam pencegahan kanker dan stomach ulser.

[/list]

Dari beberapa contoh bahan sayuran di atas dapat terlihat bahwa seringkali proses pemasakan sayuran dapat memberikan ketersediaan nutrisi yang lebih baik dibandingkan jika dikonsumsi dalam keadaan yang masih mentah. Namun, bukan berarti konsumsi sayuran secara mentah tidak memberikan keuntungan. Ada beberapa senyawa bermanfaat yang justru malah tersedia sebelum sayuran dimasak dan akan hilang selama proses pemasakan. Semua itu tergantung dari tujuan Kita mengonsumsi sayuran. Misalkan untuk kasus brokoli seperti yang telah dijelaskan di atas, jika manfaat pencegahan kankernya yang ingin diambil maka konsumsi brokoli secara mentah akan lebih baik, dan jika ingin membasmi sel-sel prekanker justru konsumsi dalam keadaan matang lah yang akan mendatangkan keuntungan. Lepas dari itu semua, seringkali Kita mengonsumsi sesuatu dengan tujuan hanya untuk mengonsumsinya, tanpa memikirkan manfaat di balik itu semua. Jika sudah begitu, maka rasa lah yang menjadi parameter dalam memutuskan apakah suatu sayuran ingin dikonsumsi dalam keadaan mentah atau matang? Dan itu semua berpulang lagi ke selera masing-masing orang. Bagaimana dengan Anda?



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: