Informasi dan Tips – informasitips.com

Bayi Memahami Proses Berpikir Orang Lain Sejak Umur 10 Bulan

bayi mengerti pikiran orang lainKapan seorang bayi bisa memahami orang lain dan lingkungan luarnya hingga ia berkembang menajdi makhluk social ketika dewasa nantinya? Sejauh mana ia bisa memahami perilaku orang-orang di sekitarnya?

Penemuan baru oleh University of Missouri mengindikasikan bahwa pada umur 10 bulan, bayi mulai memahami proses berpikir orang lain. Hal ini menyajikan temuan baru mengenai bagaimana manusia menyerap pengetahuan dan bagaimana komunikasi berkembang.

“Memahami orang lain adalah faktor kunci dalam suksesnya komunikasi seseorang, dan manusia telah mulai memahami ini sejak usia dini,” ujar Yuyan Luo, seorang asisten Profesor di Departmen Psikologi Perkembangan di Fakultas Seni dan Sains University of Missouri (MU) ini. “Studi kami mengindikasikan bahwa bayi, bahkan sebelum mereka dapat berkomunikasi secara verbal, mereka telah mampu mengerti proses pemikiran orang lain—bahkan jika pemikiran telah menyimpang dari apa yang mereka ketahui sebagai kebenaran, sebuah istilah yang para psikolog namai false belief atau meyakini sesuatu yang salah atau lebih dikenal lagi sebagai salah kaprah.”

Selama studi, para bayi dimonitor melalui percobaan-percobaan yang berbeda yang merupakan sebuah tes psikologi umum dimana seseorang aktor terindikasi untuk memilih benda-benda tertentu. Para peneliti mengukur waktu kedipan bayi, yang mengindikasikan pengetahuan sang bayi. Mereka menatap lebih lama ketika pilihan aktor tersebut berubah. Ini mengarahkan para peneliti untuk percaya bahwa para bayi telah mengerti bagaimana seorang aktor berinteraksi terhadap obyek.

“Ketika seorang aktor tidak menyaksikan pengurangan atau penambahan obyek yang dipilih, para bayi seolah menggunakan informasi itu untuk menginterpretasikan perilaku aktor tersebut,” papar Luo. “Mereka sepertinya mengenali perilaku aktor tersebut berasal dari yang aktor itu lihat atau tidak bisa lihat dan karenanya apa yang ia pikirkan, dan penemuan ini konsisten dengan studi false belief yang melibatkan balita yang umurnya lebih tua.”

Luo berkata studinya adalah salah satu dari yang pertama yang mengeksplorasi false belief pada tahun pertama umur mereka, peristiwa dari studi lain mengindikasikan bahwa pemahaman bayi dapat muncul sejak usia dini. Selama penelitian yang terus berkembang, Luo berharap untuk menemukan pemahaman yang lebih tentang bagaimana belajar berkomunikasi.

“Di usia dewasa, kepecercayaan memandu perilaku, tetapi itu akan sulit untuk menjelaskan perilaku orang laim tanpa menjelaskan pernyataan mentalnya,” ungkap Luo.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: