Bakteri Penyebab Keputihan
informasitips.com – Selain jamur Candida dan parasit Trichomonas vaginalis, bakteri adalah penyebab keputihan lainnya. Sekali lagi ya, setiap keadaan yang mengubah lingkungan vagina yang asam dan populasi bakteri baiknya (Lactobacillus) akan memudahkan apa saja menginfeksi organ intim Anda. Koloni bakteri baik akan dikalahkan oleh bakteri-bakteri jahat. Apa saja yang mempengaruhi lingkungan vagina yang sehat, sudah dijelaskan dalam artikel sebelumnya yang berjudul Keputihan.
Bakteri yang dibicarakan disini adalah Gardnerella vaginalis. Cantik ya namanya? Bakteri ini sungguh cerdik, ia bersama bakteri lainnya akan berkelompok mengalahkan Lactobacillus si bakteri baik. Teman-teman si Gardnerella ini merupakan bakteri-bakteri anaerob (anaerob = tidak membutuhkan oksigen untuk hidup), diantaranya Mobiluncus, Bacteroides, Peptostreptococcus, Fusobacterium, Veillonella, dan Eubacterium sp. Wah, banyak kan? oleh karena banyaknya koloni bakteri, penyakitnya dinamakan vaginosis bakterial.
Apakah saya beresiko mengalami keputihan?
Satu dari tiga wanita di Amerika menderita penyakit ini. Angka kejadiannya cukup besar, ya. Resiko terinfeksi penyakit keputihan akan meningkat pada keadaan:
- Anda seorang perokok
- Obesitas
- Pernah melakukan kuret/aborsi
- Penggunaan kontrasepsi spiral
- Douching/pencucian vagina
- Mengkonsumsi antibiotic
- Penularan melalui hubungan sex
- Keadaan-keadaan lain yang mempengaruhi lingkungan sehat vagina
Keputihan?
Infeksi di organ intim wanita, memang erat kaitannya dengan keputihan. Pada infeksi Gardnerella, keputihan berbau tidak sedap, berwarna keabu-abuan dan tipis. Keputihan tampaknya sedikit, karena hanya menempel pada dinding vagina saja. Keputihan ini tidak menimbulkan bengkak, iritasi atau nyeri seperti keputihan karena jamur dan parasit. Walaupun kelihatannya tidak menyeramkan, namun komplikasinya sangat merugikan. Misalnya, pada wanita hamil yang terinfeksi Gardnerella dapat menyebabkan kelahiran prematur. Infeksi yang tidak diobati, dapat menjalar ke organ intim bagian atas dan menyebabkan radang panggul dan kemandulan.
Pada infeksi bakteri, dokter akan memberikan antibiotik sesuai dengan diagnosis. Misalnya jika penyebabnya adalah Gardnerella atau bakteri anaerob lainnya maka dokter akan meresepkan metronidazol. Namun bila ditemukan bakteri lain penyebab keputihan, tentu saja akan diberikan jenis antibiotik lainnya. Bila sudah terjadi radang panggul dan terapi dengan antibiotik tidak memperbaiki keadaan, maka akan dilakukan laparoskopi, yaitu memasukkan alat seperti teropong lewat insisi kecil di perut. Lalu melalui teropong ini, akan dilakukan pembilasan bila terdapat abses/ nanah, melepaskan perlengketan karena peradangan dan memotong saluran telur yang terkena radang/ adnextomy jika diperlukan. Jadi sebaiknya, semua keputihan yang mencurigakan dan abnormal diobati ya.
Salam ![]()
dr. Vetta Fegitalasky
—————————————–
Referensi:
http://emedicine.medscape.com/article/254342-clinical
Copyright secured by Digiprove © 2012





