Informasi dan Tips – informasitips.com

Bahaya Mengonsumsi Sirip Ikan Hiu

informasitips.com – Salah satu makanan yang cukup populer dan banyak dikonsumsi oleh sebagian masyarakat saat ini adalah Sirip Ikan Hiu. Konsumsi sirip ikan hiu saat ini semakin tinggi disebabkan karena banyak orang yang meyakini bahwa sirip ikan hiu memiliki banyak manfaat dan khasiat bagi kesehatan tubuh.

Beberapa diantaranya yang sering kita dengar adalah sirip ikan hiu mampu membuat badan lebih sehat dan awet muda. Sirip ikan hiu diyakini pula bagus untuk kulit, paru-paru, ginjal, dan tulang, serta mampu mencegah serangan jantung, menurunkan kolesterol, meningkatkan nafsu makan, stamina, energi, dan kejantanan kaum pria. Karena manfaatnya yang (katanya) luar biasa itu, maka Sirip Ikan Hiu dijual dengan harga yang cukup mahal.
Namun, benarkah sirip ikan hiu aman dikonsumsi dan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh kita? Apakah semua manfaat yang telah disebutkan di atas memang benar fakta atau hanya sekedar mitos? Untuk mengetahui lebih jelas mengenai hal tersebut, simak informasinya berikut ini.

Ikan Hiu Berbahaya Bagi Kesehatan
Pendapat yang menyebutkan bahwa ikan hiu memiliki banyak manfaat dan khasiat bagi kesehatan tubuh tampaknya hanyalah mitos. Faktanya, ikan hiu justru termasuk jenis ikan yang berbahaya bagi kesehatan tubuh. Ikan pemakan daging (karnivora) ini tidak dianjurkan untuk dikonsumsi karena banyak mengandung logam berat metil merkuri yang berbahaya bagi kesehatan. Keracunan metil merkuri dapat mengganggu kesehatan reproduksi, dan menimbulkan kerusakan saraf dan otak.

Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) telah melakukan sejumlah penelitian terhadap ikan hiu dan menemukan fakta bahwa ikan hiu merupakan salah satu jenis ikan yang tidak disarankan untuk dikonsumsi karena tingginya kadar merkuri dan logam berat lain yang terkandung di dalamnya. Bahkan, pada beberapa jenis ikan hiu, kandungan merkurinya sangat tinggi.

Selain WHO, Wild Aid -sebuah organisasi peduli lingkungan di California, Amerika- juga telah melakukan penelitian terhadap sirip ikan hiu. Mereka mengungkapkan bahwa orang yang sering mengonsumsi sirip ikan hiu sangat berisiko tinggi mengalami keracunan logam berat metil merkuri.

Menurut EPA (Environmental Protection Agency) -sebuah lembaga perlindungan lingkungan di Amerika- dalam 1 kg daging ikan hiu terkandung sekitar 1400 mikrogram merkuri. Sementara batasan konsumsi merkuri yang masih diperbolehkan dan tergolong aman bagi tubuh kita hanyalah sebesar 0.1 mikrogram per kg berat badan.
Itu artinya, orang yang memiliki berat badan 70 kg, batasan kadar merkuri yang masih dianggap aman baginya adalah sebesar 7 mikrogram. Bila orang tersebut mengonsumsi sekitar 250 gram (1/4 kg) ikan hiu, maka kadar merkuri yang masuk ke dalam tubuhnya adalah 350 mikrogram merkuri, sementara batasan aman merkuri bagi tubuhnya adalah 7 mikrogram. Itu berarti, kadar merkuri yang masuk ke dalam tubuh orang tersebut 50 kali lipat dari batasan aman yang masih diperbolehkan. Sudah sangat jauh melewati batas ambangnya, kan? Bagaimana jika orang tersebut termasuk sangat sering mengonsumsi ikan hiu? Tentunya akumulasi merkuri yang masuk ke dalam tubuhnya akan lebih banyak lagi. Hal ini sangat berisiko tinggi dan membahayakan kesehatannya.

Apa Dampak (Bahaya) Merkuri Bagi Tubuh?
Badan Pengawasan Obat dan Makanan di Amerika atau Food and Drug Administration (FDA) sudah merekomendasikan bahwa wanita hamil dan anak-anak dilarang untuk mengonsumsi ikan hiu, baik sirip maupun dagingnya, karena tingginya kandungan logam berat berbahaya seperti merkuri dalam ikan hiu.

Bahaya Sup Sirip Ikan Hiu

Paparan merkuri pada wanita hamil adalah bisa membahayakan janin (bayi yang dikandung) karena dapat memengaruhi pertumbuhan otak dan sistem saraf bayi/janin. Dampaknya dapat menganggu kognitif, memori, daya konsentrasi, kemampuan bahasa, motorik halus, dan keterampilan spasial serta visual bayi nantinya. Beberapa studi bahkan menyebutkan bahwa ada kaitan yang sangat erat antara merkuri dengan autisme.

Pengaruh merkuri bagi bayi dan anak-anak jauh lebih buruk dan berbahaya karena otak bayi dan anak-anak masih dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan.

Sementara bagi orang dewasa, logam berat merkuri dapat merusak sistem saraf pusat dan sistem kardiovaskular. Tak hanya itu, merkuri juga disebut bisa mengganggu kesuburan kaum pria. Gejala keracunan merkuri (terutama dalam kadar tinggi) juga dapat berupa menurunnya koordinasi gerak tubuh, gangguan bicara, mendengar, berjalan, dan lemah otot.

Menurut WHO, merkuri memiliki efek toksik yang bisa mengganggu sistem saraf, pencernaan, imun tubuh, paru-paru, ginjal, kulit, dan mata. Merkuri masuk dalam 10 besar kelompok zat kimia berbahaya yang harus diwaspadai.

Selain tinggi merkuri, sirip ikan hiu juga kaya akan kandungan zat racun lainnya. Menurut studi dari University of Miami yang diterbitkan dalam Journal Marine Drugs, sirip ikan hiu juga kaya akan kandungan BMAA, yaitu neurotoksin berbahaya yang dapat menimbulkan berbagai penyakit neurodegeneratif (penyakit penurunan fungsi otak) pada manusia seperti Alzheimer.

Perlu diketahui juga bahwa pada sirip hiu sering pula ditambahkan Hidrogen Peroksida, yaitu zat yang dapat meningkatkan radikal bebas dan berbahaya bagi tubuh.

Memang, sirip ikan hiu mengandung kartilago (tulang rawan) yang diyakini mampu meningkatkan kekebalan tubuh dan mencegah kanker. Selain kartilago, kandungan lainnya yang juga terdapat dalam ikan hiu adalah glukosamin dan kondroitin, yang keduanya berkhasiat sebagai antiradang alami sehingga bisa membantu meringankan gejala radang sendi (Osteoarthritis). Namun, manfaat dari kartilago, glukosamin, dan kondroitin tersebut tidak hanya bisa didapat dari sirip ikan hiu. Kita juga bisa mendapatkannya dari ceker ayam, karena ceker ayam juga mengandung kartilago, glukosamin, dan kondroitin.

Melihat fakta tersebut, sebenarnya tidak ada alasan lagi untuk mengonsumsi ikan hiu. Bila dilihat dari sisi manfaatnya (kartilago, glukosamin, dan kondroitin), ternyata bisa diganti dengan ceker ayam.

(Baca juga: Manfaat Mengonsumsi Ceker Ayam Bagi Kesehatan)

Sementara bila dilihat dari sisi bahayanya bagi kesehatan, jelas sekali (seperti yang sudah dijelaskan di atas) bahwa ikan hiu tergolong ikan yang tidak aman dikonsumsi dan berbahaya bagi kesehatan.

Dampak Tingginya Konsumsi Ikan Hiu Bagi Lingkungan
Menurut World Wide Fund of Nature (WWF) -sebuah organisasi yang banyak menangangi soal konservasi, penelitian dan restorasi lingkungan- populasi ikan hiu saat ini semakin terancam akibat makin tingginya permintaan dan perdagangan sirip ikan hiu yang banyak diburu untuk dikonsumsi.

Aktivitas penangkapan ikan hiu semakin tinggi. Ikan hiu yang ditangkap, diambil bagian siripnya, kemudian dibuang kembali ke laut. Ikan hiu yang dikembalikan ke laut tersebut tidak mampu berenang, berburu, dan bertahan hidup sehingga akan mati tenggelam. Akibatnya, populasi ikan hiu terancam punah. Hal ini tentu saja tidak baik bagi lingkungan karena bisa mengganggu keseimbangan ekosistem laut.

Indonesia termasuk salah satu negara di dunia yang paling banyak melakukan aktivitas penangkapan ikan hiu. Menurut organisasi Pangan dan Pertanian PBB atau Food and Agriculture Organization (FAO), Indonesia berada di urutan teratas dalam daftar 26 negara penangkap ikan hiu terbesar di dunia (Laporan tahun 2012).

Tingginya penangkapan hiu di Indonesia diduga kuat akibat masih banyaknya masyarakat yang salah kaprah menganggap ikan hiu termasuk makanan yang bermanfaat dan menyehatkan tubuh.

Sirip ikan hiu sering diolah menjadi masakan Sup Sirip Ikan Hiu. Makanan tersebut dianggap sebagian orang sebagai makanan yang sangat menyehatkan. Ternyata, anggapan tersebut hanyalah mitos. Kemungkinan besar, mitos tersebut muncul sudah lama, sejak zaman kekaisaran cina, yaitu zaman Dinasti Ming (1368-1644). Karena para kaisar atau raja sering memakan makanan tersebut, maka dianggaplah bahwa sirip ikan hiu sebagai makanan yang lezat, menyehatkan, dan memiliki banyak khasiat.

——————–

Referensi:

www.wwf.or.id
www.wildaid.org
www.who.int
www.fao.org



loading...
Bagikan artikel:

4 thoughts on “Bahaya Mengonsumsi Sirip Ikan Hiu

  1. anonim

    kalo bicara kandungan merkuri, ga adil dunk hanya bicara hiu, sedangkan salmon dan tuna pun juga memangsa hewan lainnya. hewan yg berada lebih tinggi di pirmida manan pasti mengakumulasi merkuri lebih banyak

  2. informasitips.com Post author

    Ya, betul. Kandungan logam berbahaya (merkuri) dalam salmon dan tuna memang cukup tinggi, namun ikan hiu memiliki kandungan merkuri yang jauh lebih tinggi. Semakin besar dan semakin tinggi posisi dalam rantai makanan, maka akan semakin tinggi pula akumulasi logam berat yang terkandung di dalamnya.

    Oleh karena itu, kita harus cukup cermat dalam mengonsumsi ikan. Meski bermanfaat, sebenarnya konsumsi ikan perlu dibatasi (tidak boleh terlalu banyak), terutama untuk jenis-jenis ikan yang tinggi kandungan logam berbahayanya. Untuk jenis ikan-ikan yang kecil dan berada di bawah dalam rantai makanan, masih tergolong aman dan boleh cukup sering dikonsumsi. Untuk ikan tuna dan salmon yang kandungan merkurinya agak tinggi, sebaiknya dikonsumsi tidak lebih dari 3 porsi dalam 1 bulan. Sementara untuk ikan hiu yang kandungan merkurinya sangat tinggi, sebaiknya dihindari untuk dikonsumsi.

  3. Hana

    Wah, begitu ya, di pasar sering diual hiu kecil dengan harga yang murah, akibatnya saya pernah memakan siripnya (dagingnya terlalu amis, saya buang), rasanya persis jamur barat (sejenis jamur liar).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *