Bahaya Makan Malam Bagi Tubuh

informasitips.com – Apakah selama ini Anda sering makan malam? Jika ya, sebaiknya Anda harus lebih berhati-hati lagi, karena kebiasaan makan malam yang salah justru bisa memberikan dampak negatif bagi tubuh Anda. Apa saja bahaya yang bisa ditimbulkan dari kebiasaan makan malam yang salah? Ada beberapa alasan yang sebaiknya Anda ketahui, yaitu:

1. Makan malam membuat tubuh gemuk

Banyak orang yang mempertanyakan, apakah makan malam bisa membuat tubuh menjadi gemuk. Sebagian orang meyakini bahwa makan malam memang bisa menggemukkan badan, sementara sebagian lainnya justru meyakini anggapan bahwa makan malam membuat tubuh menjadi gemuk hanyalah mitos. Sebenarnya, seperti apa fakta yang sesungguhnya dari dampak makan malam ini bagi tubuh kita?

Bahaya-makan-malam-bikin-gemuk

Beberapa studi menyebutkan bahwa kebiasaan makan malam memang berpotensi lebih besar untuk membuat tubuh menjadi gemuk. Makan malam akan mengganggu berat badan ideal Anda. Penyebabnya, saat malam, tubuh kita tidak terlalu banyak melakukan aktivitas yang bisa membakar banyak kalori. Bahkan, biasanya kita akan langsung tidur tidak lama setelah makan.

Rendahnya tingkat aktivitas pada saat malam ini membuat banyak kalori yang tidak terpakai, sehingga, kalori dari makanan yang masuk ke tubuh setelah makan malam akan diubah menjadi lemak dan kemudian lemak tersebut tersimpan di dalam tubuh. Dampaknya adalah akan terjadi peningkatan berat badan dan membuat tubuh menjadi gemuk.

Ada satu hal lagi yang menjadi penyebab mengapa makan malam bisa menambah berat badan (membuat tubuh gemuk), yaitu makan malam akan memperbesar kemungkinan kita untuk makan dalam jumlah/porsi yang lebih besar. Apalagi, saat malam, ketika tubuh kita sudah lelah dan lapar karena seharian beraktivitas, seringkali tanpa disadari kita makan dalam jumlah/porsi yang banyak.

Belum lagi bila ditambah juga dengan kebiasaan makan malam sambil menonton TV. Biasanya, kita tidak sadar bahwa kita sudah menyantap makanan dalam jumlah/porsi yang besar. Hal ini akan semakin memperbesar kemungkinan terjadinya kenaikan berat badan.

Kondisinya juga akan semakin berbahaya bila jenis makanan yang kita santap saat makan malam adalah jenis makanan seperti junk food (makanan tinggi kalori namun rendah nutrisi). Konsumsi junk food tentu saja akan memperbesar kemungkinan terjadinya kenaikan berat badan.

Tak hanya menaikkan berat badan, banyaknya lemak yang menumpuk dalam tubuh juga bisa memperbesar risiko penyakit jantung, stroke, obesitas, dan lainya. Makan malam juga dapat secara langsung meningkatkan kadar gula darah, terutama bila Anda mengonsumsi banyak karbohidrat saat makan malam. Kenaikan ini terjadi pada saat malam dan keesokan paginya.

(Baca juga: Bahaya Junk Food Bagi Otak)

2. Makan malam mengganggu pencernaan tubuh
Bahaya makan malam yang selanjutnya adalah bisa mengganggu pencernaan tubuh Anda. Apalagi, bila makan malam dilakukan agak telat, yaitu di atas jam 8 malam.

Telat makan malam membuat jarak waktu makan dengan waktu tidur cukup dekat. Bahkan, ada beberapa orang yang langsung tidur setelah makan malam. Jarak waktu tidur yang terlalu dekat dengan waktu makan malam sebenarnya tidak baik bagi kesehatan sistem pencernaan. Tidur setelah makan dapat memperlambat pencernaan Anda, menyebabkan perut kembung, tidak nyaman dan bahkan perut terasa penuh ketika Anda bangun keesokan paginya.

Jika memang Anda harus makan malam, sebaiknya, beri jeda waktu sekitar 2 – 3 jam setelah makan baru kemudian tidur. Jeda waktu tersebut memberikan kesempatan bagi sistem pencernaan tubuh untuk mencerna makanan dengan baik.

Pencernaan bekerja lebih baik ketika kita berada dalam posisi duduk. Sedangkan berbaring telentang atau ke samping setelah makan dapat menyebabkan timbulnya keluhan mual dan muntah. Asam dari perut dapat naik ke kerongkongan, menyebabkan timbulnya rasa sakit, terbakar, dan sesak napas. Lebih lanjut, makan malam bisa menyebabkan timbulnya keluhan asam lambung. Untuk menghindari hal tersebut, idealnya makan malam dilakukan pada pukul 7 malam, atau paling telat sekitar pukul 8 malam, di mana waktu tidur sebaiknya kurang lebih 2-3 jam setelah makan malam. Bila ingin lebih aman, sebaiknya makan lebih awal lagi, misalnya pukul 6 untuk memberikan jarak waktu yang cukup jauh antara makan malam dengan waktu tidur. Jarak waktu makan malam dengan tidur yang cukup jauh mampu mencegah kenaikan asam lambung.

3. Makan malam mengganggu tidur
Bahaya makan malam yang juga perlu diwaspadai adalah bisa mengganggu kuantitas dan kualitas tidur Anda.

Pada malam hari, proses yang berlangsung dalam tubuh berjalan lambat. Makan malam (terutama makan berat) membuat saluran pencernaan harus bekerja keras untuk mencerna makanan. Jika saluran cerna masih bekerja keras, maka akan mengganggu tidur atau waktu istirahat Anda. Jika hal tersebut terus-menerus terjadi, tentu saja nantinya bisa berdampak negatif pada kondisi tubuh Anda secara keseluruhan.

Makan malam dianjurkan sekitar pukul 6 -7 malam. Hindari telat makan malam (di atas jam 8 malam) karena bisa mengurangi waktu/durasi tidur Anda. Misalnya, bila Anda makan pukul 10 malam, maka idealnya Anda baru tidur pukul 12 malam (2 jam setelah makan malam). Bila pukul 5 pagi Anda harus bangun, artinya Anda hanya tidur selama 5 jam, dan bisa dikatakan Anda kurang tidur, karena waktu tidur yang disarankan untuk orang dewasa adalah sekitar 7-9 jam.

Apa dampaknya bila kurang tidur? Dampaknya adalah akan mengganggu kinerja otak, membuat Anda sulit fokus, mudah marah, mudah lelah, mengantuk, dan lain sebagainya. Kurang tidur juga dapat menurunkan sistem imunitas tubuh (daya tahan tubuh), sehingga tubuh menjadi rentan terhadap berbagai penyakit.

Dampak lainnya dari kurang tidur adalah semakin memperbesar risiko tubuh menjadi gemuk. Penyebabnya adalah:

  • Terganggunya keseimbangan hormon Ghrelin dan Leptin
    Gangguan tidur dapat menghambat penurunan lemak tubuh. Alasannya adalah kurang tidur dapat meningkatkan kadar hormon Ghrelin, dan di sisi lain akan menurunkan kadar hormon Leptin. Hal ini sangat tidak menguntungkan bagi Anda yang sedang menjalani program diet penurunan berat badan.Hormon Ghrelin adalah hormon yang dapat memicu timbulnya rasa lapar, sementara hormon Leptin mengirim sinyal ke otak bahwa perut terasa kenyang. Adanya kenaikan hormon Ghrelin (hormon lapar) dan penurunan hormon Leptin (hormon kenyang) akibat kurang tidur akan membuat nafsu makan meningkat sehingga Anda makan lebih banyak. Hal ini tentu saja akan mengganggu program diet dan membuat tubuh menjadi gemuk.(Baca juga: Ingin Kurus, Perbanyaklah Tidur )
  • Menurunnya hormon pertumbuhan (HGH)
    Hormon pertumbuhan atau Human Growth Hormone (HGH) diproduksi saat tidur. Karena diproduksi saat tidur, maka kecukupan tidur harus benar-benar dijaga, tidak boleh sampai kurang tidur.Kurang tidur dapat menurunkan atau menekan produksi hormon pertumbuhan (HGH). Kurang tidur selama 1 minggu saja sudah mampu menurunkan kadar hormon pertumbuhan secara signifikan.Hormon pertumbuhan diperlukan untuk pertumbuhan tubuh. Hormon ini juga berperan penting dalam membentuk otot dan membakar lemak tubuh.

    Hormon pertumbuhan dapat mempercepat pembakaran lemak tubuh. Rendahnya kadar hormon pertumbuhan akan menghambat/memperlambat pembakaran lemak di tubuh sehingga menyebabkan terjadi penimbunan lemak di tubuh dan membuat tubuh gemuk.

    (Baca juga:

    12 Alasan Mengapa Tidur Malam Penting Bagi Tubuh Kita

    Bahaya Begadang Bagi Kesehatan)

    Hormon pertumbuhan diproduksi saat tidur. Itulah sebabnya, mengapa pada masa pertumbuhan, anak-anak tidak boleh sampai kurang tidur. Bagi anak-anak, tidur yang cukup diperlukan untuk mendukung pertumbuhan tubuhnya.

    Hormon pertumbuhan (HGH) paling banyak diproduksi saat usia anak-anak dan perlahan mulai turun sejalan dengan pertambahan usia. Itulah sebabnya mengapa semakin tua biasanya tubuh lebih mudah gemuk dan timbunan lemak di tubuh semakin banyak. Salah satunya adalah karena pengaruh produksi hormon pertumbuhan yang semakin menurun sejalan bertambahnya usia. Selain usia dan kurang tidur, kurang berolahraga juga dapat menekan produksi hormon pertumbuhan.

Tips makan malam yang sehat dan tidak menggemukkan

Makan malam dapat membuat tubuh menjadi gemuk dan menimbulkan sejumlah dampak negatif lainnya bagi tubuh, sebagaimana yang sudah dijelaskan di atas. Namun, bukan berarti kita tidak boleh makan malam. Ada aturan dan tips sehat makan malam agar tidak memberikan dampak negatif bagi tubuh. Apa saja tipsnya?

  • Saat makan malam, hindari konsumsi makanan tinggi lemak dan tinggi kalori seperti makanan yang manis-manis. Hindari pula terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat saat makan malam.Untuk makanan jenis karbohidrat, selain memerhatikan porsinya, sebaiknya perhatikan juga jenisnya. Akan lebih sehat lagi, bila Anda memilih beras merah sebagai sumber karbohidrat pengganti nasi putih.
  • Hindari konsumsi kafein (teh, kopi) pada saat makan malam dan pada waktu menjelang tidur. Konsumsi kafein yang berdekatan dengan waktu tidur akan menimbulkan perasaan gelisah dan membuat Anda susah tidur. Agar tidak mengganggu tidur Anda, sebaiknya hindari konsumsi kafein 2 jam sebelum tidur.
  • Sebaiknya makan malam dilakukan pukul 6-7 malam. Hindari makan malam di atas jam 9 malam, paling telat makan malam adalah pukul 8 malam.
  • Hindari langsung tidur setelah makan. Beri jarak/jeda waktu 2- 3 jam setelah makan, baru tidur.
  • Hindari makan makanan yang berat, yaitu makanan dengan porsi besar dan sulit dicerna.
    Sebaiknya, hindari pula mengonsumsi camilan atau snack setelah makan malam.
  • Jangan terlalu banyak minum saat makan malam atau mendekati waktu tidur. Terlalu banyak minum membuat Anda akan lebih sering berkemih di malam hari yang nantinya dapat menggangu tidur Anda.

Loading...

Rekomendasi

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>