Informasi dan Tips – informasitips.com

Waspada Bahaya Bisphenol-A (BpA) pada Botol Susu Bayi

informasitips.com – Sebagai orang tua yang memiliki anak kecil, Anda tentu pernah mendengar atau membaca artikel mengenai botol susu bayi yang mengandung Bisphenol-A. Meski sudah sering mendengarnya, namun mungkin Anda masih belum terlalu memahami dengan jelas apa itu Bisphenol-A (BpA). Anda juga mungkin bertanya-tanya mengapa zat tersebut sampai bisa terkandung dalam botol susu bayi, dan apakah zat tersebut berbahaya bagi bayi? Untuk membantu Anda menemukan jawabannya, di artikel ini sengaja kami sajikan beberapa hal penting yang perlu Anda ketahui tentang Bisphenol-A (BpA) pada botol susu bayi.

Pada tahun 1936, para ilmuwan melakukan penelitian terhadap BpA, menemukan fakta bahwa BpA ternyata memiliki khasiat dalam mengatasi kesulitan hamil, meskipun pada akhirnya fungsi itu digantikan oleh diethyl sylbestral. Baru pada tahun 1950-an, para ahli kimia menemukan fakta bahwa BpA dapat dipolimerisasi menjadi bahan plastik. Sekarang, BpA digunakan untuk membuat plastik polikarbonat, yaitu suatu bahan plastik yang bening dan kuat yang banyak digunakan dalam pembuatan botol susu bayi merk-merk terkenal. Plastik polikarbonat mengandung BPA ini ditandai dengan angka 7 di dalam segitiga daur ulang yang biasanya terdapat di bawah botol, atau ditandai dengan huruf ‘PC’ dekat segitiga daur ulang.

Tidak hanya pada botol bayi, BpA juga ditemukan pada kepingan CD dan DVD, begitu juga pada kacamata dan penambal gigi. Perlu Anda ketahui bahwa hampir 95% botol susu bayi yang beredar di pasaran mengandung BpA. Penyebab mengapa jenis plastik tersebut banyak digunakan adalah karena kualitasnya tergolong kuat dan tahan lama. Namun seharusnya, pertimbangan dalam memilih bahan plastik harusnya tidak hanya kerena alasan kualitas bahan yang kuat dan tahan lama saja. Perlu juga memikirkan keamanan bahan-bahan plastik yang digunakan.

Apakah BpA ini berbahaya? Bila konsentrasinya masih dalam batas toleransi aman, kemungkinan hal tersebut tidak terlalu membahayakan. Namun, bila sudah melebihi batas aman, risikonya bisa memberikan dampak yang buruk bagi kesehatan. Hal itulah yang harus benar-benar kita perhatikan.

Dalam strukur molekulnya, ikatan kimia antar-BpA pada polimer plastik tidak stabil. Seiring dengan waktu dan penggunaan, BpA dapat lepas dari struktur polimer plastik polikarbonat. Lalu, apakah BpA berbahaya bagi kesehatan bayi? Itu semua tergantung dari seberapa besar konsentrasi BpA yang ‘terkirim’ ke dalam tubuh bayi. Ada batas toleransi yang telah ditetapkan oleh badan-badan kesehatan dunia. Salah satunya adalah U.S.Environmental Protection Agency telah menetapkan batas toleransi intake BpA sebesar 0.05 mg/kg bb/hari. Ternyata batas toleransinya terbilang kecil sekali, bukan? Oleh karena itu, kita sebagai orang tua perlu benar-benar mencurahkan perhatian yang lebih untuk hal ini, terutama dalam memperlakukan botol bayi, baik itu ketika mencuci ataupun ketika proses sterilisasinya.

Apa Bahaya Bisphenol-A (BpA)?
Bisphenol-A (BpA) memiliki efek yang merugikan bagi kesehatan, bahkan dalam dosis yang kecil sekalipun. Para peneliti menemukan data pada binatang bahwa BpA dapat menyebabkan kanker prostat, kanker payudara, pubertas lebih awal, obesitas, diabetes, perubahan dalam sistem imun, mengganggu pengaturan hormon tiroid, dan masih banyak lagi. Hal tersebut tentunya sangat meresahkan dan mengkhawatirkan. Oleh karena itu, banyak negara di dunia yang menaruh perhatian serius pada masalah ini, karena hal tersebut menyangkut kesehatan para bayi yang banyak menggunakan produk yang mengandung BpA. Salah satunya adalah Kanada yang pada April 2008 lalu sudah menetapkan peraturan mengenai dilarangnya penggunaan BpA pada produk bayi.

Bahaya Bisphenol-A Botol Bayi

Meski sudah ada larangannya, namun sayangnya, penggunaan BpA pada botol susu bayi sudah terlanjur banyak diterapkan oleh para produsen, begitu juga dengan produk yang beredar di Indonesia. Zat BpA yang terkandung dalam botol susu bayi dapat terlepas dari botol dan akhirnya masuk bercampur dalam susu bayi, dan pada akhirnya dapat ikut masuk ke dalam tubuh bayi. Merujuk pada hasil penelitian dari Sandra Biedermann-Brem dan Koni Grob, beberapa proses yang sering menjadi media terlepasnya BpA dari botol susu bayi ke susu bayi adalah:

  1. Botol bayi disterilkan dengan air berada di dalamnya, biasanya menggunakan microwave. Pada proses ini, botol bayi tersterilisasi bersamaan dengan air mendidih di dalamnya. Biasanya sterilisasi dengan cara ini memakan waktu 5 menit. Proses sterilisasi semacam ini akan menyebabkan terlepasnya Bisphenol A dari botol bayi sebanyak 3-10 mikrogram/L. Konsentrasi Bisphenol A yang lepas dari botol bayi besarnya tergantung dari lamanya sterilisasi, semakin lama waktu sterilisasi semakin banyak Bisphenol A yang terlepas.

  2. Air dididihkan di luar botol (dengan cara mendidihkannya menggunakan panci selama 10 menit), kemudian air mendidih itu dituang ke dalam botol bayi. Proses semacam ini akan menyumbang Bisphenol A sebanyak 6 mikrogram/L.

  3. Konsentrasi lepasnya Bisphenol A tertinggi didapat dengan cara mendidihkan air di dalam botol, tetapi air tersebut telah dididihkan sebelumnya. Proses ini akan menyumbang Bisphenol A sebanyak lebih dari 100 mikrogram/L.

  4. Mencuci botol bayi menggunakan mesin pencuci piring (dishwasher) akan membebaskan Bisphenol A sebanyak kurang lebih 10 mikrogram/L.

  5. Menyiapkan susu bayi dengan cara yang tidak benar juga turut menyumbangkan pelepasan Bisphenol A. Cara penyajian yang tidak benar tersebut yaitu, air dididihkan di dalam panci lalu dimasukkan ke dalam botol kemudian ditambahkan air minum biasa secukupnya. Proses ini menyumbang pelepasan Bisphenol A tidak lebih dari 0.5 mikrogram/L.

Tips Menghindari Bahaya dari Bisphenol-A (BpA)
Di atas kita sudah mengetahui apa saja bahaya dari BpA dan bagaimana zat tersebut sampai bisa terlepas dari botol dan masuk ke tubuh bayi. Lalu, bagaimana cara kita sebagai orang tua untuk mengantisipasi hal tersebut? Ada beberapa tips yang perlu diperhatikan orang tua agar pelepasan BpA dari botol ke dalam susu bayi bisa ditekan sekecil mungkin.

Berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan:

  1. Jangan memanaskan air di dalam botol polikarbonat untuk menyiapkan susu formula.

  2. Hindari mengisi air panas langsung ke dalam botol bayi (botol polikarbonat).

  3. Dalam mencuci botol susu bayi, gunakan cairan sabun yang memang khusus diperuntukkan untuk peralatan bayi. Jangan gunakan sembarang sabun karena cairan sabun yang keras akan memicu lepasnya Bisphenol A dari botol bayi.

  4. Gunakan air sabun hangat dan juga sponge dalam mencuci botol bayi, hal tersebut dapat mencegah pelepasan Bisphenol A. Jika anda ingin menggunakan sikat dalam mencuci, maka gunakanlah sikat yang halus agar gesekan yang terjadi dengan botol bayi ketika mencuci tidak sampai menyebabkan lepasnya Bisphenol A.

  5. Bilaslah botol bayi dengan sempurna setelah selesai dicuci, apabila perlu lakukan berulang kali.

  6. Hindari pemanasan susu di dalam botol polikarbonat pada suhu yang tinggi, karena suhu yang tinggi memudahkan terjadinya pelepasan Bisphenol A dari struktur dinding botol.

  7. Hindari penggunaan susu formula yang kemasannya menggunakan Bisphenol A sebagai liner epoksi (referensinya bisa anda lihat di http://www.ewg.org/reports/infantformula/).

  8. Hal yang paling aman adalah ganti botol susu bayi anda dengan botol susu bayi yang bebas Bisphenol A (BpA free). Saat ini sudah banyak produsen yang menjual produk botol susu yang semacam ini. Biasanya botol susu yang tidak mengandung BpA (BpA free) terbuat dari bahan polypropylene yang ditandai dengan nomor 5 didalam segitiga daur ulang pada bagian bawah botol.

Kehati-hatian sangat mutlak diperlukan untuk menjamin keselamatan dan kesehatan buah hati tercinta. Selain perhatian dari orangtua, seyogyanya, kepedulian dan perhatian dari pemerintah juga sangat diperlukan dalam mengawasi produk-produk bayi yang bermasalah dan berpotensi membahayakan kesehatan bayi. Penghapusan penggunaan Bisphenol A pada produk bayi adalah sebuah langkah penting yang harus dilakukan.

Terimakasih. Semoga bermanfaat untuk Ayah dan Bunda, serta tentunya untuk buah hati Anda.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: