Bagaimana Mengembangkan Rasa Percaya Diri

informasitips.com – Pernahkah kalimat-kalimat berikut ini terbersit dalam benak Anda? “Saya tidak mungkin sanggup melakukannya”. “Saya tidak becus dalam hal ini”. “Masih banyak orang lain yang lebih baik melakukannya daripada saya”. Jika kalimat-kalimat tersebut sering melintasi pikiran Anda, berarti Anda tergolong orang yang kurang memiliki rasa percaya diri. Bisikan-bisikan negatif di atas ibarat penjara yg mengurung Anda agar takut bertindak. Bisikan-bisikan ini juga menghambat Anda meraih kehidupan yg Anda impikan.

Anda pandai dan berbakat, tapi Anda tidak dapat mengaktifkan semua anugerah itu dikarenakan Anda tidak yakin dengan kemampuan yang Anda miliki. Ditambah lagi dengan munculnya rasa takut akan kegagalan, kritik dan komentar pedas dari orang lain. Semakin memperburuk pikiran-pikiran negatif yang semakin membuat percaya diri turun. Anda bisa saja adalah orang yang potensial dan lebih kreatif dibandingkan dengan rekan kerja Anda yg lain. Tapi Anda tidak dapat menggunakan ketrampilan itu karena Anda merasa canggung dan cemas ketika akan mengajukan ide dan pendapat.

Perasaan ini dapat menyerang siapapun, meski seseorang tampak berwibawa, dan tegas, golongan ini terlihat seperti pemenang, tapi mereka tak sanggup menahan godaan untuk merasa cemas. Karena perasaan cemas inilah yang justru membuat mereka merasa “aman”. Mereka akan merasa khawatir jika tidak mengalami kecemasan.

Mengapa disaat seseorang harus maju dan bertindak justru dia malah merasa cemas? Jawabannya ; rasa akrab. Kita lebih sering akrab dengan rasa cemas ini. Rasa cemas ini bagai candu, membuat kita ketagihan. Apabila kita pernah mengalami sebuah pengalaman yang menyangkut emosi (kecemasan) kita sering rindu untuk mengulanginya. Hal itu berbahaya, karena bagai musuh dalam selimut, inilah yg mengikis rasa percaya diri kita dari dalam.

Lalu, Apa Penyebabnya?

Rasa malu dan minder pasti pernah kita alami. Siapapun Anda, apapun profesi dan latar belakang Anda, Anda pasti pernah merasa minder dan malu. Ada sebagian orang yang dapat tampil penuh percaya diri saat berbicara di depan umum. Namun, lebih banyak yang memilih untuk lari dan kabur saat harus tampil di hadapan banyak orang.

Penyebab mengapa kita sering mengalami perasaan ini dapat berasal dari keluarga dan lingkungan. Keluarga ; tempat kita dirawat dan dibesarkan (orang tua, saudara, kerabat, dll). Lingkungan ; tempat kita bersosialisasi (teman, guru, tetangga, dll). Mungkin Anda memiliki keluarga yang kurang mendukung, atau lingkungan tempat Anda tumbuh kembang kurang bersahabat dengan Anda. Kenangan-kenangan di masa lalu juga dapat berdampak pada rendahnya tingkat kepercayaan diri Anda saat ini.

Kita memang tidak dapat kembali ke masa lalu dan memperbaiki semuanya. Tapi kita bisa mengubah sikap-sikap negatif itu mulai saat ini, dengan beberapa cara berikut:

  • Memiliki teman-teman baru
    Anda memang tidak bisa memilih keluarga tempat Anda dilahirkan dan dibesarkan. Tapi saat ini Anda dapat memilih teman-teman dan lingkungan yang lebih mendukung. Tinggalkanlah lingkungan yang tidak memberikan dampak positif bagi Anda. Pilihlah teman-teman yang mampu memberikan masukan berguna. Saya tidak menyarankan Anda untuk melupakan semua teman-teman lama Anda, tapi, ini masalah prioritas. Perhatikan analogi berikut ini

    JIKA ANDA BERGAUL DENGAN PENJUAL PARFUM, ANDA BISA IKUT TERTULAR BAU HARUM. JIKA ANDA BERKAWAN DENGAN PENJUAL SATE, ANDA BISA TERTULAR BAU SATE

    Teman-teman yang percaya diri mampu menularkan virus-virus percaya dirinya pada Anda. Tapi, itu bisa tejadi jika Anda mau sedikit lebih terbuka pada mereka. Sampaikanlah permasalahan Anda. Lebih beranilah menerima saran dari mereka. Dan lakukanlah perubahan sedikit demi sedikit.

  • Positive Thinking (berpikiran positif)
    Masih ingatkah Anda dengan bisikan-bisikan negatif di atas? Langkah terakhir yang harus Anda lakukan adalah mengubah bisikan negatif menjadi bisikan positif. Misalnya bisikan negatif yang Anda miliki saat ini.

    “ Tugas itu terlalu berat, saya tak akan sanggup menyelesaikannya “

    Ganti dengan ..

    “ Ini adalah tugas yang menantang. Taman-teman saya yang lain mampu melakukannya, mengapa saya tidak?”

    contoh lain..

    “Saya pasti akan berbuat kesalahan. Pasti akan ada yang mengkritik dan mengomentari karya saya. Saya memang tidak becus”

    lalu katakan pada diri Anda…

    “Kritik dan komentar pedas adalah hal biasa. Tidak ada kesuksesan yang diraih dengan jalan mulus. Saya dapat belajar banyak dari kritik dan saran yang mereka berikan.”

    Berpikir positif adalah sikap yang diperlukan baik di saat Anda memulai pekerjaan atau di tengah krisis menerpa. Sikap ini menumbuhkan keyakinan Anda untuk terus maju di tengah kepungan asap masalah. Positive thinking memungkinkan Anda melihat ‘cahaya solusi’ meski ‘asap masalah’ begitu tebal dan mengganggu pandangan Anda.

    Kuncinya adalah pengulangan dan pengulangan. Sadarkah Anda jika selama ini Anda telah memelihara dan menumbuhkan kebiasaan negatif? Segera ganti kebiasaan itu dengan berpikir positif. Ulangi setiap kali Anda memulai suatu pekerjaan. Lama-kelamaan Anda telah menumbuhkembangkan sikap baik ini. Dan pada saatnya nanti kebebasan akan menjadi milik Anda sepenuhnya. Anda bebas menyampaikan pendapat tanpa harus takut merasa cemas akan pendapat orang lain. Anda akan merasakan kebebasan merencanakan masa depan Anda tanpa takut akan ramalan-ramalan bodoh tentang hal-hal buruk yang akan terjadi.

Memupuk kepercayaan diri bukanlah pekerjaan satu-dua hari. Hal ini membutuhkan waktu dan proses yang cukup panjang. Tergantung pada seberapa besar niat dan kerja keras Anda. Percayalah, ketekunan akan membawa Anda pada perubahan yang berarti.

Loading...

Rekomendasi

Satu Komentar

  1. 1

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>