Informasi dan Tips – informasitips.com

Bagaimana Mengatasi Kecanduan Video Game pada Anak?

informasitips.com – Kecanduan video game pada anak merupakan masalah yang kerap kali dihadapi oleh para orang tua. Bukan hanya anak, tidak sedikit juga orang dewasa yang kecanduan pada kegiatan yang satu itu. Kekhawatiran orang tua pada anak yang kecanduan video game bukanlah tanpa alasan. Banyak dampak negatif yang akan dialami oleh anak apabila dia sampai kecanduan video game, salah satunya adalah prestasi akademiknya turun. Beberapa tanda lain yang ditunjukkan anak kalau dia sudah mengalami kecanduan bermain video game adalah:

  • Keinginan untuk bermain game dengan waktu yang semakin meningkat.
  • Kerap memikirkan video game selama anak beraktivitas.
  • Bermain game sebagai pelampiasan dari masalah yang seharusnya diatasi.
  • Sering marah jika disuruh berhenti bermain game.

Jika sudah seperti itu, maka orang tua harus segera mengambil tindakan untuk mengatasi kecanduan yang dialami anak. Meski begitu kuat keinginan orang tua untuk mengatasi kecanduan video game pada anak, tetapi hal tersebut sebenarnya tidaklah mudah, berbagai macam bentuk perlawanan dari anak akan dihadapi oleh orang tua. Berikut ini beberapa cara yang bisa orang tua lakukan dalam mengatasi atau menghentikan kecanduan video game pada anak:

Mengatasi Anak Kecanduan Video Game

sumber: drjoshuarosenthal.com

  • Izin bermain video game hanya diberikan setelah anak menyelesaikan kewajibannya terlebih dahulu, karena ketika anak sudah bermain video game maka kemungkinan besar mereka akan lupa waktu dan sulit untuk dihentikan, jika sudah begitu maka tugas-tugas mereka pun akan terbengkalai.
  • Tetapkan lamanya waktu mereka bermain video game. Terkait hal tersebut, Anda harus membuat peraturan yang harus ditaati oleh anak Anda. Tegaslah dalam menetapkan peraturan yang Anda buat. Biasanya durasi yang pas bagi anak bermain video game adalah selama 1 sampai 2 jam per hari.
  • Hak akses anak untuk bermain video game merupakan hak istimewa yang bisa didapatkan, artinya hak tersebut baru bisa didapatkan setelah anak melakukan hal-hal tertentu yang Anda tetapkan, bukanlah hak yang bisa begitu saja didapatkan.
  • Jangan meletakkan konsol video game ataupun PC di dalam kamar anak, karena hal itu akan memudahkan akses anak untuk bermain game. Sebaiknya konsol game diletakkan di ruang terbuka, seperti ruang keluarga, sehingga Anda dapat dengan mudah memonitornya.
  • Pastikan setiap game yang anak mainkan Anda mengetahuinya, artinya setiap game yang dimainkan anak harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari Anda. Jangan sampai game-game kekerasan ataupun game terlarang lainnya dimainkan oleh anak Anda.
  • Jika konsol game Anda memiliki fitur “Parental Control”, maka aturlah fitur tersebut sehingga Anda memiliki kendali atas aktivitas anak ketika bermain video game. Olhe karena itu, pada saat awal membelinya Anda harus menanyakan mengenai fitur tersebut kepada snag penjual. Atau, jika sudah terlanjur membeli, kembali ke penjual untuk menanyakannya atau bertanya pada kerabat Anda.
  • Beri jeda setiap 1 jam anak bermain video game. Seorang psikolog merekomendasikan setidaknya 30 menit waktu break setiap anak menghabiskan 1 jam bermain game. Hal lain yang bisa dilakukan adalah aktivitas non-elektronik selama satu setengah jam sebelum anak tidur, seperti belajar atau membaca.


loading...
Bagikan artikel:

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: