Bagaimana Cara Orang Tua Mengenalkan Pendidikan Seks Kepada Anak?
informasitips.com – Fenomena seks di kalangan remaja saat ini sudah sangat memprihatinkan. Derasnya arus informasi dari berbagai media membuat mereka dapat dengan mudah mengakses informasi yang salah tentang seks. Akibatnya, banyak remaja bahkan anak-anak salah jalan dan terjerembab dalam pergaulan bebas misalnya seks bebas. Selain perilaku seks bebas, tindak pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur juga sangat marak terjadi. Pelakunya bisa orang asing atau bahkan orang terdekat anak. Di sinilah letak pentingnya pendidikan seks untuk anak. Dengan memberikan pendidikan seks sejak dini, diharapkan anak dapat lebih waspada dan bertanggung jawab melindungi dirinya sendiri dari berbagai perilaku atau pelecehan seks yang bisa merusak masa depannya.
Pendidikan seks usia dini yang dimaksud adalah pengenalan kepada anak tentang anggota-anggota tubuh, ciri-ciri tubuh, dan perbedaan jenis kelamin. Masalah seks masih dianggap tabu dibicarakan di depan anak-anak apalagi untuk mengajarkannya kepada anak-anak. Cara yang dapat digunakan antara lain melalui media gambar atau poster, lagu dan permainan.
Untuk membahas masalah seks pada anak memang tidak mudah, apalagi yang ada di dalam pikiran orang tua ketika mendengar kalimat “pendidikan seks di usia dini” adalah mengajarkan anak untuk berhubungan seksual. Sehingga orang tua enggan mengajarkannya.
Pengenalan seks pada anak dapat dimulai dari pengenalan mengenai anatomi tubuh. Kemudian meningkat pada pendidikan mengenai cara berkembang biak makhluk hidup, yakni pada manusia dan binatang, cara membersihkan alat kelaminnya sendiri setelah buang air kecil (BAK) atau buang air besar (BAB). Pendidikan ini pun secara tidak langsung dapat mengajarkan anak untuk tidak sembarangan mengizinkan orang lain membersihkan alat kelaminnya. Nah, bila anak sudah tahu, orangtua dapat menjelaskan dampak-dampak yang akan diterima bila anak begini atau begitu.
Dampingi anak-anak saat menonton acara televise. Karena banyak sekali tayangan televisi yang mungkin tidak sengaja berisi kasus-kasus perkosaan dan kekerasan seksual lainnya. Orang tua harus peka untuk langsung menjelaskannya dengan baik kepada anak, sebab-akibat dari kasus tersebut.
Berikut beberap tips yang perlu dilakukan oleh orang tua:
- Bersikap jujur dan terbuka
Kita harus menyampaikan informasi yang jujur, benar dan apa adanya. Tidak boleh menjawab pertanyaan anak dengan asal-asalan, tidak akurat apalagi sampai melenceng dari subjek pertanyaan. Faktanya banyak orang tua yang tidak besikap jujur ketika memberikan informasi seks pada anak, seperti menyebutkan organ seksual dengan istilah-istilah yang lain.Meskipun harus jujur dan terbuka, orang tua tetap tidak boleh menyampaikannya secara vulgar. Orangtua juga sebaiknya harus melihat faktor usia. Artinya ketika akan mengajarkan pendidikan seks pada anak, lihat sasaran yang dituju. Karena ketika anak sudah diajarkan tentang seks, anak akan semakin kritis dan ingin tahu lebih banyak lagi.
- Santai
Belajarlah bersikap santai, wajar, dan biasa-biasa saja.Jangan membesar-besarkan masalah, karena menganggap seks merupakan topik yang berat. Santai dan rileks saja. Sampaikan dengan bahasa yang ringan dan bisa dipahami anak. Selaku orang tua, kita harus melepaskan diri dari semua persepsi seks dewasa yang erotis dan mesum, agar anak tidak menangkap pesan yang keliru tentang pendidikan seks. - Hindari kemarahan yang negatif
Kemarahan negatif berarti marah dan menolak pertanyaan anak melalui hardikan dan umpatan kata-kata kasar. Ini sangat berpengaruh buruk pada anak. Hindari kebiasaan mengatakan pada anak bahwa seks itu dosa, kotor, dan tak pantas untuk dibicarakan. Semua sikap negatif semacam ini akan menanamkan persepsi negatif tentang seks pada anak yang pada akhirnya akan memicu timbulnya pemahaman keliru tentang seks. Tentu anda tidak ingin anak Anda tumbuh dengan persepsi yang negatif tentang seks, bukan?
Apa yang perlu disampaikan?
- Perbedaan jenis kelamin
Jelaskan bahwa Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan yang memiliki perbedaan jenis kelamin. Hal ini yang menyebabkan beberapa hal menjadi berbeda, seperti cara berpakaian, gaya rambut dan cara buang air kecil. Karena laki-laki dan perempuan berbeda maka tentu harus ada batasannya antara laki-laki dan perempuan dalam pergaulan. Orang tua juga perlu menekankan hal ini kepada anak. - Pengetahuan tentang organ seks
Bisa dengan menggunakan boneka ataupun ketika mandi. Perkenalkan anak secara singkat organ tubuh yang dimiliki, seperti rambut, kepala, tangan, kaki, perut, serta jangan lupa bagian organ kelamin anak. Terangkan juga fungsi dari anggota tubuh dan cara pemeliharaannya agar terhindar dari kuman penyakit. - Tanamkan rasa malu
Tegaskan pada anak bahwa alat kelamin adalah area pribadi anak, tidak boleh sembarangan disentuh dan dipertontonkan. Tumbuhkan rasa malu pada anak, misalnya ketika keluar dari kamar mandi hendaknya mengenakan pakaian atau handuk. Selain itu, tanamkan juga pada anak untuk berani melapor pada orang tua apabila ada orang-orang yang mencoba dan berani menyentuh area pribadinya tersebut. - Informasi asal usul anak
Untuk anak usia prasekolah, bisa diterangkan bahwa anak berasal dari perut ibu, misalnya sambil menunjuk perut ibu atau pada ibu yang sedang hamil. Sejalan dengan usia, anak boleh diterang¬kan bahwa seorang anak berasal dari sel telur ibu yang dibuahi oleh sperma yang berasal dari ayah. Tekankan bahwa pembuahan boleh atau bisa dilakukan setelah wanita dan pria menikah. - Pesiapan menghadapi masa pubertas
Seiring bertambahnya usia, anak akan mengalami perubahan dan perkembangan. Perubahan yang jelas terlihat adalah ketika memasuki masa pubertas. Anak perempuan akan mengalami menstruasi/haid, sedangkan anak laki-laki meng¬alami mimpi basah. Hal ini menandai juga perubahan pada bentuk tubuh dan kualitas, misalnya bagian dada yang membesar pada wa¬nita dan suara yang memberat pada seorang pria.
Penjelasan yang diberikan tentu menggunakan istilah tepat namun tetap dapat dipahami anak. Bersikaplah layaknya sahabat kepada anak agar anak berani terbuka dan tidak mencari-cari tahu sendiri tentang seks melalui pergaulan yang salah ataupun media yang tidak tepat.





