Informasi dan Tips – informasitips.com

Bagaimana Cara Membersihkan Mulut dan Gigi Bayi?

Posted on by in , with 1 Comment

informasitips.com – Kebersihan mulut dan gigi bayi sering kali terlupakan. Mengapa? Banyak orang tua beranggapan bahwa gigi susu yang merupakan gigi awal bayi tidaklah begitu penting, karena setelah adanya gigi susu, maka akan tumbuh gigi tetap sebagai pengganti gigi susu. Benarkah demikian?

Kebersihan mulut dan gigi bayi perlu sekali untuk dijaga sejak awal pertumbuhannya bahkan sejak sebelum gigi pertama muncul. Kebersihan mulut dan gigi bayi yang tidak terjaga dengan baik akan memunculkan permasalahan-permasalahan serius dikemudian hari seperti gigi berlubang, caries gigi, gigi gripis, infeksi dan masih banyak lagi.

Usaha apa yang bisa dilakukan orang tua untuk menjaga kebersihan mulut dan gigi bayi?

  1. Mulailah membersihkan mulut dan gigi bayi sejak gigi pertamanya belum tumbuh. Anda dapat membersihkan gusi bayi dengan cara mengelapnya dengan kasa, kain basah yang lembut atau washlap dengan menggunakan air hangat. Untuk usia ini (usia sebelum gigi pertama muncul) tak perlu menggunakan pasta gigi. Cara membersihkannya adalah dengan membalutkan kasa/kain basah ke jari telunjuk Anda dan mulailah perlahan-lahan mengusap gusi bayi. Bersihkanlah gusi bayi dua kali sehari. Aktivitas ini perlu diperkenalkan sejak bayi agar bayi akrab dan terbiasa dengan rutinitas membersihkan mulut dan gigi.
  2. cara membersihkan mulut dan gigi bayi

  3. Jangan pernah membiarkan bayi anda tidur dengan botol susunya.
    Bayi yang selesai menyusu dengan dot, cenderung dibiarkan begitu saja karena ketika selesai menyusu, bayi akan langsung tertidur pulas. Kebiasaan membiarkan bayi tidur dengan botol susu dimulutnya ini akan meninggalkan sisa susu dalam mulut yang dapat memicu kerusakan gigi. Untuk bayi yang sudah berusia di atas 18 bulan sebaiknya tidak lagi menggunakan botol saat minum susu. Perkenalkanlah cara minum susu lewat gelas. Terbiasa menggunakan dot diyakini juga dapat mempengaruhi (merusak) gigi bayi.
  4. Biasakan menyikat gigi setelah sarapan dan sebelum tidur.
    Gigi pertama bayi biasanya tumbuh di usia sekitar 6 bulan. Namun, ada juga bayi yang gigi pertamanya belum muncul sampai usia 15 – 18 bulan. Untuk hal ini, Anda tak peru terlalu khawatir.

    Ketika bayi berusia sekitar 12-24 bulan, gigi susu dan gigi geraham sudah semakin banyak yang tumbuh. Di usia tersebut bayi juga sudah makan makanan padat sehingga ada kemungkinan sisa makanan tertinggal di mulut dan gigi. Bila dibiarkan, sisa makanan tersebut dapat menjadi sarang tumbuh suburnya bakteri sehingga bisa membahayakan kesehatan gigi anak nantinya. Saat gigi pertama sudah mulai muncul bayi dapat mulai diperkenalkan dengan sikat gigi dan cara menyikat yang benar.

    Menurut Menurut Prof Dr drg Melanie Sadono Djamil dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti, untuk mengajarkan sikat gigi pada anak, orang tua dapat menerapkan metode “merah putih”. Merah untuk gusi dan putih untuk gigi. Arah menyikat gigi adalah dari gusi ke gigi. Teknik lain adalah memutar yang bertujuan untuk membersihkan bagian dalam mulut dan merupakan hal yang paling sulit dilakukan. Pada satu kali sikat gigi terdapat 30 sampai 40 kali gerakan memutar untuk seluruh bagian rongga mulut bagian ini mencakup luar dan dalam untuk kanan, kiri, depan, dan belakang gigi.

    Sedangkan untuk gerakan mencungkil diulang dua sampai tiga kali pada setiap bagian. Dengan asumsi satu gerakan satu detik maka dibutuhkan dua sampai tiga menit untuk sikat gigi.

    Dalam menyikat gigi, pilihlah sikat gigi kecil yang bahannya lembut terbuat dari nilon dan gunakan hanya sedikit pasta gigi berflouride. Ajarkan kepada anak untuk terbiasa berkumur-kumur dan tidak menelan pasta gigi. Meskipun masih sulit untuk dilakukan, namun perlahan-lahan anak akan bisa dan tahu. Sikatlah gigi bayi setiap kali bayi akan tidur dan setelah sarapan pagi. Tiga bulan sekali, gantilah sikat gigi anak dengan sikat gigi yang baru.

    Pada anak-anak usia 8 tahun ke bawah sangat rentan dengan kondisi flourosis yaitu kondisi pada gigi dimana terjadi perubahan tampilan enamel gigi berupa bintik-bintik putih. Flourosis utamanya bisa disebabkan karena anak-anak menelan flour yang biasanya terkandung dalam pasta gigi. Oleh karena itu, orang tua perlu mendampingi anak saat menggosok gigi dengan pasta gigi berflouride terutama saat usianya masih kecil (8 tahun ke bawah). Sementara untuk anak usia 2 tahun ke bawah, sebaiknya tidak perlu menggosok gigi dengan menggunakan pasta gigi. Bersihkan saja gigi bayi dengan menggunakan kain yang dibasahi air. Bila memang ingin memperkenalkan penggunaan sikat gigi kepada anak, orang tua dapat mengajarkan kepada anak cara menggosok gigi dengan sikat gigi yang sudah dibasahi air namun tanpa pasta gigi.

  5. Minimalisir pemberian gula atau sesuatu yang manis.
    Tidak lah terlalu baik mencampurkan terlalu banyak gula pada susu ataupun makanan bayi. Kebiasaan anak memakan makanan yang manis-manis seperti permen dan coklat dapat merusak gigi. Makanan manis mudah sekali menempel pada gusi dan gigi sehingga memungkinkan bakteri tumbuh dan berkembang di sana.
  6. Periksakan kesehatan gigi bayi setiap 6 bulan sekali.
    Biasakan mengajak bayi sejak dini untuk berkunjung ke dokter gigi. Lakukan minimal 2 kali dalam setahun. Begitu banyak orang yang malas memeriksakan giginya ke dokter gigi, karena dianggap sesuatu yang sepele. Merekapun hanya akan pergi ke dokter gigi jika telah mengalami sakit. Bila gigi sudah terlanjur rusak dan sakit akan semakin sulit lagi untuk diperbaiki (diobati).

    Pemeriksakan kesehatan gigi bayi atau anak ke dokter gigi untuk pertama kalinya dapat dilakukan ketika bayi (anak) usia sekitar 1 tahun. Menurut Asosiasi Dokter Anak di Amerika (AAP) waktu terbaik untuk mengajak anak mulai ke dokter gigi adalah setelah gigi pertama mereka tumbuh atau saat sudah berusia satu tahun (6-12 bulan). Dengan memeriksakan gigi, dokter dapat melihat adakah kemungkinan kelainan pada gigi bayi.

Ingat!
Pada usia ini, bayi anda masih dalam taraf pembelajaran yang masih banyak memerlukan bimbingan, jadi jangan meninggalkan bayi anda sendirian dengan aktivitasnya ini. Selain itu, peran orangtua sebagai pemberi contoh menjaga kesehatan mulut dan gigi harus selalu dilakukan.

Hal penting lainnya yang tak boleh dilupakan adalah lakukan kebiasaan membersihkan mulut dan gigi dalam suasana yang menyenangkan. Tidak dalam suasana yang kaku dan memaksa sehingga anak menjadi enggan untuk membersihkan gigi dan mulut.

Related Posts

One thought on “Bagaimana Cara Membersihkan Mulut dan Gigi Bayi?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

JOIN US ON

NEWSLETTER

Mau berlangganan artikel Kami? Tulis Email Anda pada form di bawah ini.

Cek Email Anda setelahnya untuk mengaktifkannya. Terimakasih

OUR FRIEND