Informasi dan Tips – informasitips.com

Aturan Tahapan Pemberian MPASI Kepada Bayi

Posted on by in , with 0 Comments

informasitips.com – ASI merupakan makanan pokok bayi dengan kandungan nutrisi yang cukup kompleks dan dibutuhkan bayi untuk memenuhi kebutuhannya sampai dengan usia 6 bulan. Maka dari itu, tidaklah mengherankan jika Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan ASI eklusif pada bayi sampai dengan usia 6 bulan. Pada usia ini bunda belum disarankan untuk memberikan makanan apapun pada bayi, karena diusia ini pencernaan bayi belum siap jika harus bekerja extra keras untuk mencerna makanan.

Bila bayi menginjak usia 6 bulan, barulah bunda boleh memberinya makanan pertama mereka atau makanan pendamping ASI (MPASI), karena jika hanya mengandalkan ASI saja tidak akan mampu memenuhi kebutuhannya gizi dan nutrisi bayi yang semakin berkembang. Dalam pemberian makanan pertama untuk bayi (MPASI), berilah makanan yang sesuai dengan usia bayi, dengan porsi kecil tetapi sering.

Berikut ini aturan atau tahapan dalam pemberian MPASI untuk sang bayi:

  1. Pemberian Makanan Lumat
    Setelah usia 6 bulan, ASI saja tidaklah mampu memenuhi gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan bayi secara optimal. Maka dari itu, ketika bayi berusia 6 bulan, disarankanlah pemberian MPASI (Makanan Pendamping ASI) sebagai penunjang tumbuh kembang bayi.

    Pada usia 6 bulan, bayi sebaiknya mulai diperkenalkan dengan makanan bertekstur lunak dan sedikit cair, lalu sedikit demi sedikit, tingkatkan kekentalannya. Untuk Bayi usia 6 bulan ini, berikan makanan yang lunak-lunak terlebih dahulu seperti makanan lumat (Pisang, Alpokat, Labu kuning, Pepaya) atau sari buah. Setelah makanan lumat atau sari buah tadi, dilanjutkan dengan bubur seperti bubur beras putih, bubur beras merah, bubur kacang hijau atau biskuit susu.

    Aturan tahapan pemberian MPASI kepada bayi

    Pemberian makanan lumat pada periode ini dikarenakan makanan lumat mudah dicerna oleh lambung bayi dan relatif sedikit menyebabkan alergi. Dalam pemberiannya pun harus bertahap dari bentuk yang encer dan dalam jumlah yang relatif lebih sedikit tapi sering, karena diusia ini bayi masih dalam tahap belajar makan. Untuk usia 6 bulan ini, berilah makanan pendamping ASI (MPASI) 1-2 kali sehari selain jus buahnya dan ASI tetap lebih diutamakan. Berikan juga makanan lumat ini dalam 1 jenis bahan makanan saja sampai dengan usia 7 bulan agar lebih mudah terdeteksi jika bayi mengalami reaksi alergi.

    Contoh makanan lumat untuk bayi usia 6 bulan:
    Bahan :
    - Labu Kuning 100 gr
    - 2 sdt Susu Formula atau ASI

    Cara memasak:
    - Labu kuning buang kulit dan isinya
    - Kukus labu kuning sekitar 5-10 menit
    - Kemudian haluskan dengan blender, beri sedikit 2 sendok takar susu formula atau ASI secukupnya
    - Berikan pada Bayi

    Contoh bubur beras rasa pisang
    Bahan:
    - 1 sdm tepung beras
    - 1 buah pisang kepok
    - 1/2 gelas susu formula atau ASI
    - Air 1 gelas

    Cara memasak:
    - Larutkan tepung beras dengan segelas air
    - Kerok pisang kepok dan campurkan jadi satu dengan larutan tepung beras tadi.
    - Masak sampai matang dan benar-benar mengental
    - Angkat lalu encerkan dengan susu formula atau ASI sesuai tingkat kekentalannya. Lalu bubur siap dihidangkan.

  2. Ingat Bunda!
    Untuk ASI ataupun sufor, jangan di masak diatas api bersama bubur. Susu dapat di campur kedalam bubur ketika sudah di angkat dari atas api dan pada saat bubur sudah dalam keadaan tidak terlalu panas agar vitamin yang terkandung dalam susu tidak rusak/hilang.

  3. Pemberian Nasi Tim Saring
    Pada usia 7 bulan, Nasi Tim Saring boleh mulai diberikan dengan bervariasi rasa sayuran atau pun buah kedalam menu dengan tekstur yang sedikit lebih kasar (semi padat). Pemberian variasi makanan pada bayi sedini mungkin dapat menghindarkan perilaku Picky Eater (pilih-pilih makanan). Nasi Tim Saring merupakan ragam bahan makanan yang lebih bervariasi, seperti beras, sayuran cincang (wortel, bayam, buncis, jagung manis, kentang), lauk hewani (telur, daging ayam, daging sapi giling, ikan tuna, ikan lele), dan lauk nabati (tempe, tahu, kacang hijau, kacang merah) yang dimasak lalu di blender atau disaring dengan menggunakan saringan kawat, untuk mengencerkan nasi tim saring, idealnya gunakan sari buah atau kaldu ya Bunda. Tekstur dari nasi tim saring adalah encer meningkat kekentalannya. Untuk pemberian ASI nya tetap diberikan sekehendak ya Bunda.

    Nasi Tim Saring dapat diberikan pada bayi umur 7 sampai dengan bayi usia 9 bulan dengan pola makannya 2-3x nasi tim saring dan 2x buah lumat, sari buah. Dan jangan lupa untuk pemberian bahan hewani sudah boleh diperkenalkan dalam nasi tim saringnya, akan tetapi berikan secara bertahap dari bahan hewani yang memiliki resiko rendah alergi, dimulai dengan dengan kuning telur, hati ayam, daging sapi giling, ikan lele, dan udang. Untuk pemberian ikan pindang jangan diberikan dahulu karena diawetkan dan mengandung garam. Amati reaksi anak dalam pemberian bahan hewaninya, jika anak bisa menerima, teruskanlah pemberiannya.

    Contoh resep bahan nasi tim saring:
    1. ½ gelas kecil Beras
    2. 4-5 buah buncis iris agak besar
    3. 1 hati ayam di cincang
    4. Sedikit margarin
    5. 1 buah wortel iris agak besar

    Cara memasak:
    1. Campur semua bahan lalu tim atau kukus semua bahan dalam 1 wadah
    2. Setelah nasi tim matang, lalu blender atau gunakan saringan kawat untuk menghaluskannya.
    3. Setelah agak dingin, berikan pada Bayi.

  4. Pemberian Nasi Tim
    Nasi Tim hampir mirip dengan nasi biasa tetapi konsistensinya lebih lembek (antara bubur kasar dan nasi) dengan teksturnya lebih kasar. Pembuatan nasi tim untuk bayi, biasanya pada saat diolah antara beras dan lauknya dipotong kecil-kecil, cara memasak nasi tim langsung dikukus dipanci tim secara bersamaan atau dikukus dengan kukusan biasa. Prinsip dasar pembuatan Nasi Tim adalah sama dengan Nasi Tim Saring. Nasi Tim cocok diberikan untuk Bayi usia 9 – 12 bulan. Sedangkan untuk bayi usia 1 tahun, sudah dapat diberikan makanan orang dewasa dengan posi yang bisa dihabiskannya. Pemberian nasi tim dapat diberikan 3 x sehari dengan 2 – 3x makanan selingan seperti jus buah atau puree buah.
    Nasi tim juga dapat diberikan pada bayi berupa Nasi lembek dengan kuah sayuran beserta lauknya.

    Contoh resep Nasi tim:
    1. 1/2 gelas beras
    2. Daging sapi cincang halus
    3. 4-5 lembar daun bayam, cincang halus
    4. Jagung manis sisir agak kasar
    5. 1 sdm margarin
    6. 1 gelas air

    Cara memasak:
    1. Tim atau kukus beras dan daging sapi cincang secara bersamaan dalm satu wadah sampai matang
    2. Masak Jagung manis dan campuran margarin dengan air ( dibuat sebagai kuah sayur bening) sampai jagung agak lunak.
    3. Masukkan Bayam terakhir kali agar bayam tidak terlalu matang dan gizinya tidak hilang karena terlalu lama dipanaskan
    4. Setelah matang angkat dan dinginkan
    5. Nasi Tim dengan daging sapi cincang yang telah masak, siap diberikan kepada bayi dengan kuah bening.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

TEMUKAN KAMI DI:

NEWSLETTER

Mau berlangganan artikel Kami? Tulis Email Anda pada form di bawah ini.

Cek Email Anda setelahnya untuk mengaktifkan layanan newsletter. Terimakasih

OUR FRIEND