Informasi dan Tips – informasitips.com

Apakah Kamu Seorang Perfeksionis?

informasitips.com – Pernahkah kamu merasa tidak pernah cukup baik dan selalu menginginkan sesuatu berjalan lebih dari sempurna? Kamu selalu ingin optimal dan rela menderita demi memenuhi standar yang tinggi? Jika demikian, bisa saja kamu berada dalam penganut paham kesempurnaan atau perfeksionisme.

Perfeksionisme sendiri merupakan suatu sikap yang mengharapkan kesempurnaan dalam segala hal, baik di sekitar maupun dalam kepribadian diri seseorang. Sebagai contoh nyata perfeksionis adalah :

  • Saya harus selalu melakukan hal-hal dengan benar. Jika tidak, maka saya gagal.
  • Saya harus sempurna dan kompeten. Saya harus selalu melakukan semuanya 100 persen. Dengan demikian baru saya dapat menerima diri saya sendiri. Jika tidak, saya hanyalah seorang pecundang.
  • Hanya jika saya sempurna, baru saya berhak mendapatkan pengakuan dan cinta.

Sebagai perfeksionis, perhatian kita diarahkan pada kesalahan dan kelemahan serta selalu merasa tidak puas atas keberhasilan sendiri. Perfeksionis biasanya jarang bahagia dan cenderung jatuh karena sikapnya sendiri. Dampak yang dapat diamati dari seorang perfeksionis adalah :

Sedih dan tertekan sebagai akibat terlalu perfeksionis

  • Pada Tubuh : Pencarian kita untuk kesempurnaan mengarah kepada ketegangan fisik dan kegelisahan. Pada dasarnya, kita menempatkan diri dalam keadaan stres dan semua gejala yang mengarahkan diri pada stres.
  • Pada Emosi : Ketika kita takut membuat kesalahan, takut gagal, takut penolakan dan rasa takut akan kesuksesan maka kita akan selalu berhadapan dengan rasa frustasi atau depresi ketika kita mencapai tujuan kita atau merasa tidak optimal. Kita tidak puas dengan apa yang kita capai. Kita menjadi marah tak terkira atas kesalahan dan ketidaksempurnaan.
  • Pada Perilaku : Perfeksionis sulit untuk berhenti bekerja karena dalam pandangan mereka, mereka tidak bisa menjadi sempurna. Mereka tidak berani mengambil tugas baru, karena mereka takut untuk meminta sesuatu yang bodoh atau dapat berbuat kesalahan. Mereka bersembunyi dari orang lain ketika mereka mengejar tujuan tertentu. Jika mereka tidak bisa mencapai, maka setidaknya tidak ada yang tahu.

Apa yang menyebabkan timbulnya keinginan untuk sempurna (perfeksionis)?
Pada beberapa titik dalam hidup kita (biasanya pada saat masih kecil), kita sering menuntut perhatian dan pengakuan. Lalu kita berpikir bahwa jika kita sempurna, memenuhi standar tertentu dan memenuhi harapan orang lain maka kita akan diakui. Jadi sebenarnya ketika kita meminta kesempurnaan dalam diri kita, kita ditakdirkan untuk gagal. Kita mudah terluka. Bila kita sudah mendapatkan perhatian yang diinginkan dari orang lain, kita belum merasa puas karena kesempurnaan sering menyebabkan kecemburuan yang lebih banyak.


Cara Keluar Dari Perangkap Perfeksionis

  1. Menulis tentang diri sendiri : Biarkan diri kamu untuk melakukan pencarian dalam kesempurnaan dengan menulis tentang diri Anda sendiri seperti, Apa yang paling Anda kuasai? Apa yang kamu hindari?
  2. Melihat keuntungan dan kerugian dari sikap perfeksionis itu. Apakah kamu merasa puas, apakah kamu masih memiliki orang-orang yang kamu cintai, dan sebagainya.
  3. Memikirkan alasan sebenarnya dari perjuanganmu menuju kesempurnaan. Apa yang akan terjadi jika kamu tidak melakukan pekerjaan dengan sempurna? Apa yang kamu takutkan? Misalnya kurangnya pengakuan dari orang lain, karena harapan orang lain, penolakan oleh orang lain, penyangkalan diri, rasa bersalah, malu.
  4. Berusaha menjadi lebih santai.
  5. Gambarkan dirimu ketika kamu menjadi pribadi yang benar-benar berbeda
  6. Belajar menerima diri apa adanya dan memperkuat harga diri

Sebagian orang menganggap tidak ada salahnya menjadi perfeksionis, toh dengan sikap seperti itu mereka bisa mengupayakan dan mendorong diri mereka untuk menghasilkan sesuatu yang terbaik dan sempurna. Ya, memang tidak sepenuhnya buruk, namun bila dibiarkan sikap perfeksionis bisa berakibat buruk tak hanya bagi diri sendiri, namun juga bagi orang lain di sekitar Anda.

Seperti yang sudah disebutkan di atas, orang perfeksionis biasanya cenderung lebih mudah stress, tegang, tertekan, sedih, kecewa bila sesuatu dalam hidupnya tidak berjalan sempurna dan sebagaimana mestinya. Jika terus-menerus dibiarkan, tentu hal ini akan berbahaya. Perasaan tidak pernah puas dan selalu melihat kesalahan justru akan menjadi bomerang bagi diri sendiri. Dalam tingkat yang cukup parah, perfeksionis dapat mengarah pada depresi, rusaknya berbagai hubungan dalam kehidupan (karena selalu menganggap semua salah), dan bahkan tindakan bunuh diri.

Untuk itu, bagi Anda seorang perfeksionis yang sukar mentolerir ketidaksempurnaan hal dalam hidup, sadarilah bahwa perfeksionis tidak sepenuhnya benar. Perlahan-lahan, ubahlah pola pikir serba ingin perfect tersebut. Karena memang tidak ada hal yang sempurna dalam hidup ini. Syukurilah dan terima dengan perasaan senang setiap pencapaian apapun dalam hidup Anda. Hargai setiap perbedaan, kesalahan, dan ketidaksempurnaan. Berdamailah dengan diri Anda sendiri dan jangan menyiksa diri Anda dengan pikiran bahwa segala hal harus benar dan sempurna. Nikmati hidup Anda, sambil tetap berkarya dan memberikan kontribusi positif bagi kehidupan.

Apa saja keuntungan dan kerugian menjadi pribadi yang perfeksionis? Baca artikel berikut ini :

Keuntungan dan Kerugian Menjadi Seorang Perfeksionis



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

One thought on “Apakah Kamu Seorang Perfeksionis?

  1. Husnul Hotimah

    Saya juga seorang yang perfeksionis, cukup mengganggu jika beberapa target tidak tercapai dengan maksimal, saya belajar memaafkan diri tanpa menurunkan semangat dan impian2 yang ingin saya capai.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *