Informasi dan Tips – informasitips.com

Apa yang Terjadi Pada Tubuh Saat Berhenti Merokok?

informasitips.com – Sampai detik ini, para pakar dan peneliti di bidang kesehatan tidak henti-hentinya melakukan penelitian terhadap kandungan racun dalam rokok. Seberapapun hebatnya modifikasi rokok yang diproduksi oleh perusahaan rokok, tetap saja rokok tidak memberikan manfaat apapun untuk tubuh.

Perlu diketahui bahwa dalam sebatang rokok bukan hanya mengandung nikotin saja, melainkan mengandung beragam jenis zat racun yang dapat merusak sistem organ tubuh secara keseluruhan. Memang, kadar masing-masing zat beracun tersebut pada sebatang rokok tidak terlalu banyak. Namun, bila aktivitas merokok dilakukan dalam jangka waktu panjang, maka racun-racun tersebut dapat menumpuk di dalam tubuh dan semakin sulit dinetralisir oleh apapun juga.

Jika Anda baca beberapa jenis zat beracun yang terdapat dalam sebatang rokok seperti berikut ini, mungkin Anda akan terperangah dengan kenyataan betapa buruknya rokok itu sebenarnya:

  1. Nikotin
    Nikotin merupakan senyawa organic alkaloid yang menimbulkan efek ketergantungan. Zat ini terdapat dalam tembakau sebagai bahan utama pembuat rokok. Dalam sebatang rokok, umumnya mengandung 1 mg nikotin. Parahnya, selain pada rokok, kandungan nikotin sering disertakan sebagai bahan pembasmi hama.

  2. Butane
    Butane merupakan zat ‘pemanas’ yang konon menimbulkan sensasi rasa hangat selepas merokok. Itu sebabnya butane sering ditemukan pada kandungan alat pemantik api seperti korek atau mancis.

  3. Stearic Acid
    Stearic Acid merupakan zat yang umumnya digunkan sebagai pembentuk lilin. Stearic Acid pada rokok dapat ditemukan pada kertas penggulung rokok. Sehingga lintingan tembakau lebih padat dan tidak mudah patah.

  4. Hexamine
    Hexamine merupakan zat yang bersifat bahan bakar. Seringkali digunakan untuk alat-alat pemanggang.

  5. Cadmium
    Cadmium adalah sejenis zat yang umumnya digunakan sebagai bahan baku pembuatan batrai. Sampai saat ini, belum diketahui secara pasti apa guna cadmium ini digunakan sebagai bahan pembuat rokok.

  6. Toluene
    Toluene merupakan zat berbahaya yang biasanya digunakan sebagai bahan pengencer zat-zat kimia berat di industri-industri.

  7. Amonia
    Dari aroma rokok, Anda tentunya dapat menyimpulkan bahwa rokok mengandung zat ammonia. Zat berbahaya ini bersifat keras dan dapat mengikis permukaan yang lembut hingga yang keras. Itu sebabnya, ammonia banyak digunakan sebagai bahan pembersih toilet. Bayangkan saja jika kerak pada closet saja bisa terkikis, bagaimana dengan organ tubuh bagian dalam si perokok itu sendiri nantinya.

  8. Cat
    Cata merupakan zat pewarna yang digunakan untuk memberi daya tarik pada kertas rokok.

  9. Methanol
    Methanol merupakan zat cair yang dijadikan bahan bakar roket.

  10. Arsenik
    Arsenik merupakan zat beracun yang mampu merusak sel-sel tubuh manusia.

  11. Asetic Acid
    Asetic Acid adalah sejenis asam cuka yang bersifat tajam.

  12. Methane
    Methane merupakan sejenis zat pembusuk yang sering tercium dari lubang-lubang pembuangan sampah atau WC.

  13. Karbon monoksida
    Karbon monoksida merupakan zat racun yang terdapat pada asap rokok. Zat racun karbon monoksida ini sebanding dengan zat sisa yang dikeluarkan dari pembakaran mesin kendaraan bermotor.

Beberapa zat-zat beracun yang tersebut di atas masih sebagian kecil dari zat beracun yang umumnya terdapat pada rokok. Masih ada beberapa zat beracun dalam skala kecil yang disertakan dalam pembuatan rokok.

Jika Anda seorang perokok, mulailah berpikir untuk segera menghentikan aktivitas merokok lebih dini. Sebab, semakin cepat Anda memutuskan untuk berhenti merokok akan semakin berkurang pula resiko kerusakan organ tubuh yang akan terjadi.

Penasaran bagaimana reaksi tubuh jika aktivitas merokok dihentikan dalam hitungan menit, jam, hari, bulan, dan tahun? Berikut penjelasannya:

  1. Dalam waktu 20 menit
    Dalam waktu 20 menit tanpa menghisap rokok, tekanan darah akan menurun. Hal ini disebabkan karena denyut nadi perlahan-lahan berdetak normal. Berbeda saat aktivitas merokok berlangsung, denyut nadi akan berdetak jauh lebih cepat dari batas normal. Menandakan bahwa ketika merokok jantung bekerja lebih berat, paru-paru memaksa oksigen masuk lebih banyak, dan tekanan darah semakin meningkat.

  2. Dalam waktu 2 jam
    Setelah 2 jam tidak merokok, Anda akan merasakan denyut nadi dan tekanan darah semakin stabil mendekati batas detak jantung yang normal dan tekanan darah yang sehat. Sirkulasi oksigen dan karbondioksida pun semakin lancar. Suhu tubuh akan terasa hangat, terutama pada ujung jari kaki dan tangan. Hal itu dikarenakan tubuh berangsur-angsur mulai menetralisisr kadar nikotin yang masuk ke dalam tubuh meskipun tidak akan bisa hilang total dalam kurun waktu 2 jam saja.

    Penetralisiran nikotin akan membawa dampak emosional/psikis bagi si perokok. Sebab nikotin termasuk zat adiktif yang dapat menimbulkan rasa candu. Oleh karena itu, perokok mulai mengalami gejala-gejala seperti rasa cemas yang berlebihan, mengantuk atau sulit tidur, gelisah, nafsu makan meningkat, dan mudah marah ketika memberhentikan aktivitas merokok dalam 2 jam. Bagi perokok berat, masa-masa 2 jam awal berhenti merokok inilah yang terberat untuk dilalui. Sehingga yang terjadi banyak sekali yang gagal untuk benar-benar berhenti menjadi pecandu rokok.

  3. Dalam waktu 12 jam
    Seorang perokok akan mengalami penumpukan karbon monoksida yang cukup tinggi di dalam tubuh. Hal itu disebabkan karena adanya asap rokok yang dihirup saat proses pernafasan. Semakin lama aktivitas merokok diteruskan, maka karbon monoksida akan menumpuk lebih banyak dan menyulitkan kerja jantung. Jika jantung tidak sanggup memompa oksigen secara sempurna, maka akan muncul keluhan jantung yang cukup serius nantinya. Namun, bila aktivitas merokok dihentikan selama 12 jam, tumpukan karbon monoksida mulai dilepaskan. Sirkulasi oksigen dalam darah pun akan semakin baik hingga karbon monoksida mencapai batas normal.

  4. Dalam waktu 24 jam
    Seorang perokok terancam mengalami serangan jantung 70% lebih tinggi daripada mereka yang tidak merokok. Namun, bila Anda dalam 24 jam tidak merokok maka ancaman serangan jantung akan menurun. Hanya saja tidak 100% tubuh Anda terbebas dari ancaman serangan jantung ketika aktivitas merokok berhenti selama 24 jam. Sebab bagaimanapun tubuh masih terus bekerja menetralisir racun-racun rokok yang masuk ke dalam tubuh. Apalagi bila dulunya Anda seorang perokok berat maka hal tersebut akan berlangsung lebih lama.

  5. Dalam waktu 2 hari
    Selama masa merokok berlangsung, ujung-ujung saraf indra penciuman dan indra perasa akan mengalami gangguan. Seperti halnya rasa pedar di ujung lidah yang selama ini sering menjadi permasalahan yang dihadapi seorang pecandu rokok. Jika dalam waktu 48 jam/2 hari aktivitas merokok dihentikan, maka ujung-ujung saraf pada indra perasa dan penciuman berangsur-angsur menjadi normal. Kemampuan mengecap rasa dan aroma akan semakin baik. Serta warna lidah akan lebih merah segar bila dibandingkan saat Anda masih merokok.

  6. Dalam waktu 3 hari
    Masa-masa stress atau gangguan psikis akibat pengaruh asupan nikotin yang terhenti semakin terasa berat. Jangan menyerah! Di sinilah ujian yang harus dihadapi bagi perokok yang benar-benar bertekad untuk menghentikan kebiasaan merokok. Dalam waktu 3 hari, senyawa nikotin semakin menipis. Racun nikotin yang menempel pada paru-paru, hati dan organ tubuh bagian dalam mulai luruh bersama air yang dikonsumsi sehari-hari. Meskipun pada kenyataannya pembersihan nikotin pada organ tubuh bagian dalam terutama paru-paru membutuhkan waktu bertahun-tahun lamanya. Namun, setidaknya dengan bertahan untuk tidak merokok selama 3 hari berarti Anda tidak menambah kadar racun yang akan merusak dan mengotori organ tubuh bagian dalam Anda.

  7. Dalam waktu 2 hingga 3 minggu
    Pada masa 2 hingga 3 minggu setelah aktivitas merokok dihentikan, Anda mulai dapat beradaptasi tanpa rokok. Rasa candu mulai menurun. Nafas semakin ringan, tubuh terasa semakin bugar, dan tidak lekas lelah. Hal itu dikarenakan proses regenerasi sel-sel tubuh yang rusak akibat rokok sedang berangsur dan fungsi paru-paru pun meningkat secara signifikan.

  8. Dalam waktu 1 – 9 bulan
    Efek batuk dan sesak nafas yang ditimbulkan akibat merokok mulai berkurang. Mengapa hal itu bisa terjadi? Karena selama masa 1 hingga 9 bulan tanpa rokok, rambut halus atau yang biasa disebut dengan silia pada paru-paru mulai beregenerasi. Silia inilah yang akan mendorong sisa-sisa lendir dalam paru-paru sehingga rasa sesak, batuk, serta ancaman infeksi pada paru-paru berangsur hilang. Semakin baik proses regenerasi silia, semakin baik pula kinerja silia membersihkan paru-paru.

  9. Dalam waktu 1 tahun
    Anda dapat berlega hati bila dalam 1 tahun kebiasaan Anda merokok telah berkurang, ditambah bila Anda menjalani pola hidup sehat, maka ancaman terkena serangan jantung semakin menurun sebanyak 50%.

  10. Dalam waktu 5 tahun
    Selama masa merokok berlangsung, pembuluh darah akan mengalami penyempitan hingga pembengkakan. Itu sebabnya mengapa seorang perokok berat lebih rawan terkena stroke dibanding mereka yang tidak merokok. Namun, bila aktivitas merokok telah berhenti selama lima tahun, maka proses detoksifikasi alami terhadap zat-zat racun yang tersisa dalam tubuh akan membantu memperbaiki pembuluh darah. Sehingga ancaman stroke pun semakin berkurang.

  11. Dalam waktu 10-15 tahun
    Bila dalam 10 hingga 15 tahun Anda tidak lagi menjalani kebiasaan buruk merokok, itu artinya Anda telah berusaha semaksimal mungkin untuk membebaskan diri dari ancaman penyakit kanker paru, kanker hati, kanker mulut, kangker nasofaring, ginjal, kanker pancreas, angina, infeksi jantung dan rangkaian penyakit mematikan lain yang umumnya disebabkan oleh rokok. Pada masa ini, kemungkinan besar keinginan Anda untuk kembali merokok tidak akan terulang lagi. Apalagi bila Anda merasakan tubuh yang lebih bugar daripada saat Anda menjadi seorang perokok.

Nah, itulah ‘keajaiban’ yang bisa Anda peroleh ketika memutuskan untuk berhenti merokok. Tidak merokok adalah pilihan yang smart karena itu sama artinya Anda menjaga kualitas kerja organ-organ dalam tubuh Anda. Ingin mencoba hidup sehat? Yuk, hentikan merokok mulai dari sekarang!

.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *