Informasi dan Tips – informasitips.com

Apa Itu Turbulensi CAT (Clear Air Turbulence)?

informasitips.com – Turbulensi CAT adalah jenis turbulensi yang kejadiannya tidak terkait dengan kehadiran awan. Oleh karenanya, jenis turbulensi ini sulit atau tidak bisa dideteksi secara visual oleh pilot ataupun dengan menggunakan radar cuaca konvensional.

Pada umumnya, turbulensi dialami oleh pesawat yang terbang melintas daerah berawan, namun tidak dengan turbulensi CAT ini. Turbulensi CAT justru terjadi pada ruang udara yang tidak berawan dan seringkali datang secara tiba-tiba, tanpa adanya peringatan. Turbulensi jenis ini biasanya akan sulit dihadapi oleh para pilot.

Turbulensi CAT terjadi pada ketinggian 20000 kaki atau sekitar 6 kilometer, dan biasanya terjadi di dekat aliran angin yang (sempit dan) kencang atau biasa disebut jet stream.

Tipe Turbulensi CAT

Ada 2 tipe turbulensi CAT yang kerap terjadi, yaitu:

  • Tipe Mekanik, turbulensi terjadi akibat adanya gangguan pada aliran udara horizontal (wind shear) yang bergerak dengan kecepatan tinggi.
  • Tipe Thermal, turbulensi disebabkan oleh aliran udara vertical pada situasi atmosfer yang tidak stabil.

Penyebab Turbulensi CAT

Berdasarkan tipenya, maka penyebab dan sumber dari terjadinya turbulensi CAT adalah sebagai berikut:

  • Jet Stream. Aliran atau arus udara yang sempit yang mengalir dengan kecepatan tinggi pada ketinggian di atas atmosfer. Kalau diibaratkan, jet stream seperti sungai yang memiliki aliran air yang sangat deras. Jet stream tercipta sebagai akibat dari adanya perbedaan temperatur pada massa udara. Turbulensi terjadi bukan pada bagian tengah atau di dalam jet stream, namun pada bagian sampingnya
  • Medan. Maksud medan di sini adalah seperti gunung yang tinggi. Aliran angin yang kencang saat berbenturan dengan suatu daratan tinggi dapat menyebabkan terjadinya turbulensi yang bersifat horizontal.
  • Kompleks Badai. Turbulensi jenis ini tercipta akibat adanya awan Cumulonimbus yang bisa memengaruhi ruang udara di atasnya, sehingga turbulensi yang terjadi bersifat vertikal, berbeda dengan dua penyebab sebelumnya.

Dampak Turbulensi CAT

  • Kerusakan struktur badan pesawat. Pada tingkat kejadian turbulensi CAT yang parah badan pesawat bisa mengalami putus yang dapat berakibat fatal. Sementara pada tingkat yang sedang kerusakan dapat melanda kabin (bagian dalam) pesawat. Penumpang dan barang bawaannya yang tidak terikat kuat dapat mengalami luka serta kerusakan.
  • Cedera Fisik pada Penumpang dan/atau Kru Pesawat. Jika penumpang dan kru lengah untuk tidak mengenakan sabuk pengaman, maka mereka akan merasakan dampak dari turbulensi CAT. Dalam beberapa kasus, luka parah dan/atau kematian dapat terjadi, seperti yang dialami oleh pesawat B741 penerbangan dari Jepang menuju ke Hawaii pada tahun 1997 yang mengalami turbulensi hebat di sekitar Samudera Pasifik. Oleh karena itu, sangat penting untuk selalu mengenakan sabuk pengaman bilamana dihimbau untuk dikenakan.
  • Merusak performa pesawat yang terbang. Turbulensi CAT tentu akan mengganggu performa pesawat yang tengah terbang, baik itu kejadian dengan intensitas parah ataupun sedang. Dalam keadaan turbulensi CAT, bahkan pekerjaan sederhana sekalipun, misal: membaca buku, tidak dapat dilakukan dengan benar.


loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *