Apa Perbedaan Kalor dan Suhu?

Perbedaan Kalor dan Suhu


informasitips.com – Saat Kita memanaskan suatu zat maka pada saat yang sama suhu zat tersebut akan naik. Seringkali kita berpikir bahwa panas (kalor) dan suhu itu adalah sama, padahal keduanya berbeda. Secara sederhana, perbedaan suhu dan kalor adalah, suhu menyatakan ukuran dari rata-rata energi (kinetik/gerak) yang dimiliki oleh suatu zat, sedangkan kalor menyatakan proses perpindahan (transfer) energi dari suatu zat ke zat lain karena adanya perbedaan suhu. Untuk lebih jelasnya mengenai perbedaan suhu dan kalor, simak penjelasan berikut ini.

Perbedaan Kalor dan Suhu

Suhu

Apa itu suhu?

Suhu didefinisikan sebagai ukuran dari gerakan (acak) seluruh partikel (elektron atau atom) pada suatu zat. Jadi, dalam hal ini, suhu menyatakan rata-rata energi kinetik yang dimiliki oleh seluruh elektron atau atom yang bergerak bebas di dalam zat.

Semakin panas suatu zat, maka semakin tinggi suhu yang dimilikinya. Oleh karenanya, bisa tergambar bahwa pada zat yang panas itu partikel-partikelnya semakin aktif bergerak. Alat yang digunakan untuk mengukur suhu adalah termometer.

Kalor

Loading...

Apa itu kalor?

Berbeda dengan suhu, kalor didefinisikan sebagai perpindahan (transfer) energi dari satu zat ke zat lainnya sebagai akibat dari adanya perbedaan energi antara keduanya. Proses perpindahan energi tersebut terjadi hingga keseimbangan energi (antara kedua zat tersebut) tercapai.

Keseimbangan energi biasanya disebut Thermal Equilibrium. Banyaknya energi yang dipindahkan itulah kemudian dinyatakan dengan kalor yang memiliki satuan Joule atau Kalori. Alat yang digunakan untuk mengukur kalor adalah kalorimeter.

Hubungan Suhu dan Kalor

Agar bisa memahaminya lebih jelas, mari kita gunakan ilustrasi sebagai berikut:

Benda A yang memiliki suhu 89 derajat Celsius menempel dengan benda B (10 derajat Celsius) dan benda C (50 derajat Celsius), sebagai akibat dari perbedaan suhu antara ketiganya maka benda A akan melepaskan energi panas yang akan diserap oleh benda B dan C hingga keadaan seimbang tercapai. Menurut perhitungan, suhu equilibrium pada proses perpindahan panas dari benda A ke B dan C adalah 64 derajat Celsius. Saat sudah mencapai suhu equilibrium tersebut maka proses perpindahan energi atau panas akan berhenti.

Pada contoh di atas, molekul-molekul pada benda A bergerak paling cepat bila dibandingkan dengan molekul pada benda B dan C. Saat ketiga benda tersebut dilekatkan, maka pergerakan molekul pada benda B dan C akan terpengaruh sehingga akan bergerak labih cepat hingga pergerakan molekul pada ketiga benda A, B, dan C berkecepatan sama. Gerakan dengan kecepatan yang sama dari molekul-molekul tersebut kemudian akan kita ukur sebagaai suhu, sedangkan kalor adalah jumlah energi yang menyebabkan keseimbangan (suhu yang sama atau kecepatan pergerakan molekul yang sama) tercapai.

Loading...

ARTIKEL TERKAIT:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSLETTER:

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan:

KATEGORI:

FOLLOW US: