Informasi dan Tips – informasitips.com

Apakah Oedipus Complex itu?

informasitips.com – Dalam pendefinisian secara harafiah, Oedipus Complex berasal dari istilah Psikoanalitik yang berarti adanya perkembangan anak usia dini terhadap hubungan yang lebih intim kepada orang tuanya yang berlawanan jenis. Namun apakah arti sesungguhnya dari Oediopus Complex itu dan darimana istilah ini berasal?

Siapakah sesungguhnya Oedipus?
Istilah Odipus Complex ternyata diambil dari nama seseorang yang bernama Oedipus, seorang tokoh mitologi Yunani. Pada masa kecilnya, ia diramalkan akan membunuh ayahnya dan menikahi ibunya sendiri. Oleh karena ramalan tersebut, Oedipus kecil pun hendak dibunuh namun dia berhasil selamat karena pergi mengembara. Dalam proses pengembaraannya mencari jati diri, dia secara tidak sengaja membunuh ayahnya dan jatuh cinta kepada ibu kandungnya. Bukan hanya karena kencantikan sang ibu tetapi juga akan adanya gairah yang terpendam di dalam diri Oedipus. Akhirnya Oedipus dewasa menikahi ibunya dengan ketidaktahuan mereka. Setelah mereka mengetahui kenyataan yang sebenarnya bahwa mereka memiliki hubungan ibu dan anak, lalu mereka pun bunuh diri.

Apakah itu Oedipus Complex?
Teori tentang Oedipus Complex sendiri merupakan teori terkenal yang diungkapkan oleh Sigmund Freud. Teori Freud ini menyatakan bahwa pada titik tertentu anak laki-laki mulai menyadari adanya perbedaan yang besar antara ayah dan ibu. Hal ini menyebabkan perkembangan anak pada tahun ketiga sampai kelimanya mengalami fase odipal yaitu fase dimana anak laki-laki mengalami ketertarikan secara terhadap ibunya dan menganggap ayah sebagai pesaingnya. Tingkat kecemburuan ini juga mempengaruhi perilaku anak yang secara terus-menerus mengharapkan kasih sayang yang lebih besar dari sang ibu kepadanya. Freud pun menyatakan bahwa fase odipal ini dapat mempengaruhi psikologis anak pada saat ia dewasa nanti.

Apa pengertian Oedipus Complex

Jadi, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Oedipus Complex itu? Secara sederhana dapat diartikan sebagai kondisi dimana anak laki-laki sangat terpaku pada ibunya dan menganggap sang ayah adalah pesaingnya dalam mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari sang ibu.

Bagaimana Fase Odipal ini berakhir?
Seiring dengan berjalannya waktu, anak laki-laki menyadari kemiripannya yang dominan terhadap sang ayah. Pada fase ini, mulai terjadi pengenduran ketergantungan akan keintiman terhadap ibu dengan pengalihan perhatian terhadap hal-hal lain. Ibu menjadi sebuah obyek yang sama sekali terpisah. Secara efektif, ayah mengambil peranan besar dalam fase ini dimana secara tidak langsung ayah menyampaikan pesan “Kamu harus seperti saya” atau “Kamu harus menunggu untuk mencintainya, seperti yang saya lakukan dahulu”. Namun kecenderungan ikatan yang kuat kepada sang ibu akan memakan waktu yang lama sampai sang anak benar-benar lebih mandiri. Di titik tersebut, anak laki-laki mulai merasakan perasaan yang berbeda, yaitu perasaan superior dibandingkan anak perempuan karena dia memahami bahwa dia memiliki bagian yang tidak dimiliki oleh anak perempuan. Apabila anak laki-laki berkembang menjadi pria dewasa yang cenderung mencintai wanita yang lebih tua darinya, hal ini disebabkan karena adanya ikatan emosional yang sangat kuat kepada ibunya dan alam bawah sadarnya merekam semua hal yang terjadi disaat ia masih kecil.

Apakah Oedipus Complex juga terjadi pada anak perempuan?
Kebanyakan penelitian memusatkan perhatian pada anak laki-laki karena sifat-sifat anak laki-laki yang lebih terbuka. Namun sesungguhnya anak perempuan juga mengalami masalah yang sama dengan menganggap ibunya sebagai pesaingnya karena telah memiliki sang ayah. Fase yang terjadi pada anak perempuan ini dinamakan Elektra Complex. Anak perempuan akan bermain-main pula dengan imajinasinya mengenai alat kelamin yang dimiliki sang ayah dan membenci ibunya karena tidak memiliki benda yang sama. Ayah menjadi simbol kekuatan yang atraktif dan pelindung baginya.

Seperti pada kasus anak laki-laki, anak perempuan pun akan mengalami tahap dimana ia mulai mencari kemerdekaannya sendiri tanpa mempedulikan atribut yang tidak ia miliki. Pada masa pubertas, anak perempuan akan kehilangan ketertarikannya mengeksplorasi sang ayah dan menemukan banyak identifikasi dirinya pada sang ibu.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: