Informasi dan Tips – informasitips.com

Apa Itu La Nina?

informasitips.com – La Nina adalah pola iklim yang ditandai oleh menurunnya temperatur (lebih dingin) pada permukaan air laut di sepanjang khatulistiwa (daerah ekuatorial) Samudera Pasifik. Temperatur pada permukaan air laut yang lebih dingin dibanding biasanya akan menyebabkan terhambatnya pembentukan awan hujan pada sisi timur ekuatorial Samudera Pasifik (yang mengarah ke Amerika Selatan), sementara di saat yang sama, temperatur air laut yang lebih dingin akan memicu terjadinya peningkatan hujan pada sisi barat ekuatorial Samudera Pasifik (yang mengarah ke Indonesia, Malaysia dan Australia).

Kata La Nina dalam bahasa Spanyol berarti gadis kecil, sedangkan El Nino berarti anak laki-laki. Kata El Nino sendiri pertama kali dikemukakan oleh para pelaut Amerika Selatan yang pada tahun 1600-an menemukan kondisi laut yang hangat di sekitar teluk Peruvian. Jika El Nino membuat laut menjadi lebih hangat, maka fenomena yang membuat laut menjadi lebih dingin dinamai sebaliknya, yaitu La Nina.

Seperti yang telah dijelaskan di atas, La Nina merupakan pola iklim yang saling berlawanan dengan El Nino, keduanya merupakan bagian dari siklus El-Nino Southern Oscillation atau kerap disebut ENSO. Selama ENSO terjadi, temperatur air laut (di Samudera Pasifik) menjadi lebih hangat atau lebih dingin dibandingkan dengan biasanya. Ada 3 pengaruh yang ditimbulkan oleh terjadinya La Nina, serta El Nino, yaitu curah hujan, tekanan atmosfer dan sirkulasi atmosferik global.

Bagaimana La Nina Terjadi?

Dalam keadaan normal, angin bertiup dari bagian Timur ekuatorial Samudera Pasifik ke arah Barat (menuju Indonesia dan Australia). Pada saat La Nina, perbedaan tekanan antara sisi Timur dan sisi Barat Samudera Pasifik cukup besar, sehingga angin lebih kencang berhembus dibandingkan saat keadaan normal. Semakin besar perbedaan tekanan itu, maka akan semakin besar pula intensitas La Nina terjadi pada bagian barat Samudera Pasifik. Angin yang bertiup lebih kencang dari biasanya itu menghembuskan titik-titik air ke arah barat Samudera Pasifik lebih banyak daripada biasanya. Alhasil, awan hujan lebih banyak terbentuk di bagian barat ekuatorial Samudera Pasifik, seperti di Indonesia, Malaysia, dan Australia.

Arti La Nina

Dampak La Nina bagi Indonesia

Hal di atas mengindikasikan bahwa pada saat La Nina terjadi, curah hujan di Indonesia akan meningkat dibandingkan dengan biasanya. Saat seperti itu, bencana banjir harus diwaspadai oleh kita semua. Tidak hanya banjir, ketersediaan pangan juga harus menjadi perhatian Pemerintah, karena perubahan cuaca yang ditimbulkan oleh La Nina akan sangat berdampak terhadap pertumbuhan tanaman pangan, apalagi jika intensitas La Nina yang terjadi mencapai level ekstrim, seperti yang terjadi di Australia tahun 2010.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: