Informasi dan Tips – informasitips.com

Apa Itu Titik Isoelektrik?

Titik Isoelektrik adalah suatu nilai pH dimana protein memiliki jumlah muatan negatif yang sama dengan jumlah muatan positifnya, atau dengan kata lain protein bermuatan netral atau tidak bermuatan. Pada nilai pH yang lebih rendah dari titik isoelektriknya, protein memiliki muatan positif, dan pada nilai pH yang lebih besar dari titik isoelektriknya, protein akan bermuatan negatif.

Titik Isoelektrik

Pengaruh Titik Isoelektrik

Nilai titik isoelektrik suatu protein memberikan pengaruh penting pada sifat biokimia protein tersebut yang dapat dimanfaatkan pada proses pemurnian dan elektroforesis. Pada elektroforesis, jika pH larutan penyangga (buffer) lebih besar daripada titik isoelektriknya, maka molekul protein akan bermigrasi menuju kutub positif. Sementara jika pH buffer lebih rendah daripada titik isoelektriknya, maka molekul protein akan bermigrasi menuju kutub negatif. Dan jika pH buffer sama dengan titik isoelektrik, maka protein akan diam di tempat atau tidak bermigrasi sama sekali.

Muatan suatu protein tergantung dari nilai pH dari media tempatnya berada. Pada titik isoelektriknya, suatu protein memperlihatkan nilai repulsi elektrostatik (gaya tolak-menolak) yang paling kecil, karena itu protein akan memiliki kelarutan yang paling rendah dan akhirnya akan mudah mengendap. Karakteristik tersebut sangat berguna dalam proses kristalisasi protein. Ketika pH larutan mencapai titik isoelektrik tertentu, maka suatu protein akan mengendap dan terpisah dari protein lainnya yang memiliki titik isoelektrik yang berbeda. Prinsip itulah yang digunakan dalam memisahkan satu protein dari protein lainnya.

Perbedaan titik isoelektrik pada protein didasarkan atas perbedaan asam-amino penyusunnya. Setiap asam amino memiliki karakteristik tersendiri yang membedakan antara yang satu dengan yang lainnya. Asam-asam amino ada yang bermuatan positif, negative, ataupun netral, ketika beberapa asam amino bergabung membentuk protein maka setiap muatan asam amino akan berkontribusi pada muatan total protein yang disusunnya.

Pada titik isoelektriknya, asam-asam amino yang menyusun suatu protein berada dalam keadaan sebagai ion zwitter – tidak bermuatan atau memiliki jumlah muatan positif dan negatif yang sama. Contohnya Glisin, yang memiliki nilai titik isoelektrik (pI) sebesar 6,1. Pada larutan dengan pH 6.1, 99.98% molekul glisin akan berada sebagai muatan netral H3N+CH2CO2H ion zwitter.

Beberapa contoh nilai pI dari protein:

  • Titik isoelektrik dari Albumin di dalam serum manusia berada dalam kisaran 4.6 – 5.3.
  • Titik isoelektrik dari Amylase di dalam saliva manusia berada dalam kisaran 6.2 – 6.5
  • Titik isoelektrik dari Prolactin di dalam kelenjar pituitary manusia adalah 6.5.
  • Titik isoelektrik dari Thrombin di dalam plasma manusia adalah 7.1


loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *