Informasi dan Tips – informasitips.com

Apa itu Sinyal ELT? Seberapa Pentingkah untuk Pesawat?

informasitips.com – ELT atau Emergency Locator Transmitter merupakan pemancar yang menggunakan baterai sebagai sumber tenaganya yang harus ter-install terlebih dahulu pada pesawat sebelum pesawat tersebut didaftarkan dan diijinkan untuk beroperasi. ELT didesain agar bisa memancarkan sinyal radio audible pada berbagai frekuensi radio ketika ada sejumlah gaya tertentu yang dialami oleh pesawat, misalnya gaya gravitasi pada besaran tertentu akibat keadaan yang dialami pesawat. Tidak hanya gaya tertentu, muatan baterai yang rendah dan fenomena lainnya juga bisa mengaktivasi ELT untuk memancarkan sinyalnya. Pada prinsipnya pemancar ELT akan mendeteksi gaya apapun yang tidak biasa yang umumnya akan diasosiasikan pada terjadinya benturan pada badan pesawat.

Ketika ELT teraktivasi, maka selanjutnya sinyal akan terus dipancarkan pada frekuensi 121.5 MHz atau 406 MHz yang kemudian akan dimonitor melalui system satelit COSPAS-SARSAT. Jika pemancar ELT dirawat dengan baik, maka alat tersebut mampu memancarkan sinyal selama 48 jam pada suhu minus 20 derajat Celcius. Saat ELT mulai memancarkan sinyal, maka satelit akan langsung menangkapnya dalam hitungan menit dan lokasi pesawat pun dapat segera terlacak. Jika sinyal ELT sudah terlacak, maka pihak terkait pun bisa segera mengambil tindakan yang diperlukan.

Mengingat pentingnya ELT bagi pesawat, maka dalam setiap penerbangan kondisinya harus dipastikan dalam keadaan baik dan berfungsi dengan baik pula. Sekali sinyal ELT teraktivasi, maka jangan dahulu di-OFF kan sebelum diselematkan oleh tim penyelamat.

Pada insiden AirAsia QZ8501, sinyal ELT hingga saat ini belum juga bisa ditangkap, baik itu oleh BASARNAS maupun oleh TNI AL. Sinyal ELT dapat ditangkap pada jarak 100 mil (160 km) dari lokasi kejadian. Jika memang belum tertangkap, maka ada kemungkinan alat pemancar sinyal ELT mengalami kerusakan bersamaan dengan kejadian atau antenanya patah. Atau bisa juga, sebenarnya ELT telah teraktivasi, namun karena pesawat tenggelam dengan sangat cepat (kurang dari 50 detik), maka alat ELT tidak dapat bekerja dengan baik. Menurut para pakar, sinyal ELT tidak bisa dipancarkan jika alat sudah terendam oleh air. Oleh karena itu, BASARNAS menduga bahwa pesawat AirAsia QZ8501 bisa saja sudah berada di dasar laut (semoga dugaan tersebut tidak benar). Perlu diketahui bahwa pada insiden Malaysia Airline MH370 sinyal ELT juga tidak terdeteksi.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *