Informasi dan Tips – informasitips.com

Apa Itu Serumen Prop dan Apa Dampaknya Bagi Telinga Kita?

informasitips.com – Awas, hati-hati, jangan sembarangan dalam membersihkan telinga. Bila salah dan sembarangan, Anda justru bisa mengalami serumen prop.

Nah, apa sebenarnya serumen prop itu? Dan, apa pula dampaknya bagi indera pendengaran kita? Untuk mendapatkan jawabannya, simak informasinya berikut ini.

Sebagian orang sering mengalami masalah telinga berdengung. Tentu saja hal tersebut amat mengganggu. Selain menurunkan pendengaran, telinga berdengung juga bisa menimbulkan rasa tidak nyaman dan mengganggu daya konsentrasi.

Ternyata, gangguan telinga berdengung atau dalam istilah medis disebut Tinitus sebagian besar disebabkan karena telinga mengalami serumen prop.

Apa Itu Serumen Prop?
Serumen prop atau sumbatan serumen adalah kondisi tersumbatnya telinga oleh kotoran telinga (serumen) yang telah menggumpal keras dan membatu.

Gangguan serumen prop merupakan gangguan yang paling sering ditemukan di antara sekian banyak gangguan pada telinga. Tak hanya orang dewasa, anak-anak pun bisa mengalami kasus serumen prop ini.

Perlu diketahui bahwa setiap hari telinga kita memproduksi kotoran yang disebut serumen. Serumen atau kotoran telinga berbentuk seperti cairan lilin yang lengket dan berwarna kuning yang merupakan hasil sekresi dari kelenjar seruminosa di liang telinga.

Serumen berfungsi untuk melapisi kulit liang telinga dan melindungi telinga dari kerusakan dan infeksi. Pada kondisi tertentu, serumen (kotoran telinga) dapat menggumpal dan mengeras membatu membentuk sumbatan serumen atau serumen prop.

Apa Penyebab Serumen Prop?
Penyebab serumen prop ternyata adalah karena telinga terlalu sering dibersihkan dengan cara dikorek-korek cukup dalam. Kebiasaan terlalu sering membersihkan telinga dengan cara seperti itu ternyata tidak tepat. Telinga yang terlalu sering dibersihkan dengan cara dikorek-korek cukup dalam dapat membuat kotoran telinga (serumen) semakin terdorong ke dalam.

Kotoran telinga (serumen) yang semakin masuk ke dalam tersebut akan menumpuk di dalam liang telinga, menggumpal, dan akhirnya mengeras.

Cara Benar Membersihkan Telinga

Gumpalan kotoran telinga yang mengeras itu terjadi secara perlahan-lahan dan dalam waktu yang cukup lama, sehingga sering kali kita tidak menyadarinya. Gumpalan kotoran telinga (serumen prop) baru
diketahui setelah menimbulkan dampak yang mengganggu berupa gangguan/keluhan pada indera pendengaran kita.

Kebiasaan terlalu sering membersihkan telinga ternyata cukup berisiko. Oleh karena itu, kebiasaan tersebut harus dihindari. Sebaiknya, bersihkan telinga sekali-sekali saja. Tak perlu terlalu sering dibersihkan, apalagi sampai dikorek-korek terlalu dalam. Karena sebenarnya, telinga memiliki mekanisme sendiri dalam membersihkan dan mengeluarkan kotoran di dalamnya. Tanpa dikorek-korek dan dibersihkan dengan alat pembersih telinga pun (dengan cutton buds, misalnya), kotoran telinga dapat keluar dengan sendirinya.

Adanya rambut halus pada dinding dalam telinga dan gerakan mulut saat mengunyah dapat membuat kotoran telinga keluar sendiri dan menguap. Bila proses penguapan tidak berjalan sempurna, maka sebagian kotoran telinga yang telah keluar tadi akan berkumpul di ujung paling luar dari lubang telinga. Kumpulan kotoran telinga pada ujung luar lubang telinga inilah yang perlu dan boleh dibersihkan.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya di atas, setiap hari kotoran telinga (serumen) akan diproduksi oleh kelenjar seruminosa. Kotoran telinga (serumen) sebenarnya diperlukan dan berfungsi sebagai pelindung terhadap ancaman masuknya binatang ke dalam telinga. Kotoran telinga (serumen) ini rasanya sangat pahit dan lengket. Sehingga bila ada binatang (semut misalnya) yang masuk ke dalam telinga, binatang tersebut akan mati keracunan atau lengket menempel pada serumen dan tidak bisa masuk ke dalam telinga.

Bila kotoran telinga tidak ada atau bersih sama sekali, maka binatang akan mudah masuk dan merusak gendang telinga. Rusaknya gendang telinga akan menimbulkan dampak yang cukup fatal, yaitu bisa menimbulkan ketulian. Itulah sebabnya mengapa kita sebaiknya tidak perlu terlalu sering membersihkan kotoran telinga (serumen), apalagi sampai mengorek-ngoreknya terlalu dalam. Bagaimanapun, serumen (kotoran telinga) tetap diperlukan untuk melindungi telinga dan indera pendengaran kita.

Apa Dampak dari Serumen Prop?
Dampak dari serumen prop adalah dapat menyebabkan telinga jadi sering berdengung. Telinga yang sering berdengung selain menimbulkan rasa yang tidak nyaman, juga bisa menurunkan daya pendengaran dan konsentrasi.

Gumpalan serumen prop akan menghalangi udara masuk ke dalam telinga sehingga membuat pendengaran menurun.

Bagaimana Cara Mengatasi Serumen Prop?
Gumpalan serumen prop sebaiknya harus segera diatasi dan jangan dibiarkan berlarut-larut, karena bila didiamkan saja, bisa menimbulkan efek yang lebih serius lagi bagi indera pendengaran kita.

Meskipun harus segera diatasi, tetapi bukan berarti kita bisa mengeluarkan gumpalan tersebut sembarangan. Karena gumpalan serumen prop sudah mengeras dan membatu, maka cara mengeluarkannya pun harus hati-hati.

Gumpalan serumen prop harus dikeluarkan melalui beberapa tahapan, yaitu:

  1. Tahapan pertama adalah dengan pemberian obat tetes pelunak selama 5 hari berturut-turut. Pemberian obat tetes pelunak tersebut bisa dilakukan sendiri di rumah, namun tetap harus atas sepengetahuan dokter.

    Obat tetes pelunak yang bisa digunakan misalnya adalah larutan H2O2. Tapi, tidak semua orang bisa cocok menggunakan larutan H2O2 untuk melunakkan kotoran telinganya. Bila tidak cocok, bisa timbul iritasi. Oleh karena itu, penggunaan obat larutan H2O2 untuk telinga sebaiknya harus atas petunjuk dan sepengetahuan dokter.

    Hal penting lainnya yang juga perlu diperhatikan adalah, jangan menggunakan air untuk melunakkan gumpalan serumen prop. Gumpalan serumen prop sulit diencerkan hanya dengan air. Selain itu, air yang sudah masuk kemungkinan akan terperangkap di dalam telinga dan sulit keluar. Dampaknya, pendengaran jadi semakin tidak nyaman dan tambah sering berdengung.

  2. Tahap kedua, setelah kotoran telinga melunak, dilakukan pengeluaran dengan penyedotan atau pengeluaran dapat juga dilakukan dengan cara disemprot dengan air.

    Teknik penyemprotan dengan air hanya dapat dilakukan pada mereka yang tidak memiliki riwayat gendang telinga pecah.

  3. Tahap ketiga, setelah serumen prop berhasil dikeluarkan, penderita serumen prop tetap harus kontrol ke dokter. Kontrol pertama dilakukan sebulan setelah kotoran berhasil dikeluarkan, kontrol kedua dilakukan dua bulan dari waktu kontrol pertama, dan kontrol ketiga dilakukan dengan jarak tiga bulan dari waktu kontrol kedua.

    Jadi, selama 6 bulan setelah kotoran berhasil dikeluarkan, penderita serumen prop masih harus berada dalam pengawasan dokter. Hal ini penting dilakukan karena dampak dari kasus serumen prop bisa membuat rambut halus di telinga rontok (habis) dan terjadi penebalan dinding dalam telinga. Dengan perawatan selama 6 bulan, diharapkan rambut halus telinga tumbuh kembali dan dinding kulit yang menebal bisa mengelupas.

    Jika kedua hal tersebut sudah pulih, maka pengeluaran kotoran telinga (serumen) dapat berjalan secara alami lagi.

Tips Merawat dan Membersihkan Telinga
Untuk menghindari timbulnya berbagai keluhan dan gangguan kesehatan pada telinga, maka kita perlu tahu bagaimana cara yang baik dan benar dalam merawat dan membersihkan telinga kita. Bagaimana caranya? Simak tipsnya berikut ini:

  • Jangan terlalu sering membersihkan telinga. Bersihkan telinga sekali-sekali saja. Kotoran telinga justru diperlukan untuk melindungi telinga. Bila sudah benar-benar kotor, telinga mampu mengeluarkan sendiri kotoran yang ada di dalamnya.
  • Bersihkan kotoran telinga yang terlihat saja. Tidak perlu membersihkan telinga sampai ke bagian dalam-dalam, apalagi sampai dikorek-korek dalam-dalam karena justru bisa membuat kotoran telinga (serumen) semakin terdorong ke dalam.
  • Bila memang ingin membersihkan telinga, lakukan perlahan (pelan-pelan) menggunakan alat khusus untuk membersihkan telinga, yaitu cutton buds.
  • Hindari membersihkan telinga dengan peniti atau benda lain yang keras dan tajam.
    Organ-organ yang ada di dalam telinga sangatlah sensitif. Membersihkan telinga dengan peniti atau benda lainnya
    yang keras dan tajam dikhawatirkan akan menimbulkan luka dan peradangan pada telinga. Kondisi peradangan itu
    bisa menimbulkan rasa sakit dan bila dibiarkan bisa menjalar ke gendang telinga sehingga menyebabkan timbulnya gangguan pendengaran.

  • Hindari berada dalam lingkungan yang terlalu bising.
  • Jangan terlalu sering mendengarkan musik keras-keras, apalagi sambil menggunakan earphone. Batasi waktu penggunaan earphone maksimal hanya 1 jam setiap hari dan dengan volume suara yang tidak terlalu kencang (volume maksimal hanya sekitar 80% dari volume full).
  • Jika berenang, sebaiknya gunakan penutup telinga. Jika telinga kemasukan air, jangan dikorek dengan apapun. Lakukan loncat-loncat sambil kepala miring hingga air keluar atau berbaringlah miring hingga air keluar.
  • Jangan sembarangan menggunakan cairan pembersih telinga, terlebih bila memang tidak diperlukan.
  • Periksakan kondisi kesehatan telinga tiap 6 bulan sekali ke dokter THT.


loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *