Informasi dan Tips – informasitips.com

Apa itu Larutan Penyangga atau Buffer?

Posted on by in , with 0 Comments

informasitips.com – Tahukah teman-teman apa itu larutan buffer (penyangga)? Memahami definisi larutan buffer atau penyangga akan erat kaitannya dengan materi asam basa yang pernah teman-teman pelajari. Definisi dari larutan buffer atau larutan penyangga adalah larutan yang dipakai untuk mempertahankan harga pH tertentu agar tidak mengalami perubahan yang signifikan pada saat reaksi kimia itu terjadi. Perubahan sifat zat baik asam atau basa pada sebuah reaksi kimia akan sangat mempengaruhi hasil dari reaksi kimia yang akan dihasilkan. Agar produk suatu reaksi kimia sesuai dengan apa yang kita harapkan, maka campuran larutan pembentuknya harus lah memiliki harga pH yang konstan, artinya tidak berubah dari asam ke basa atau sebaliknya.

Di laboratorium kimia tentu teman-teman sudah sering menyaksikan berbagai macam larutan buffer yang biasa digunakan untuk kegiatan praktikum atau pun penelitian kimia, tahukah teman-teman apa saja kandungan dari larutan buffer tersebut? Larutan buffer merupakan larutan yang terdiri dari asam lemah dan basa konjugasinya (pasangannya) atau basa lemah dengan asam konjugasinya. Sementara reaksi yang terjadi diantara senyawa-senyawa tersebut disebut dengan reaksi asam-basa konjugasi. Sudah tergambar bukan di pikiran teman-teman mengenai apa itu larutan buffer (penyangga)?

Jenis-jenis larutan buffer

Secara umum, larutan buffer atau penyangga terdiri dari dua jenis, yaitu sebagai berikut:

  1. Larutan buffer yang bersifat asam
    Larutan buffer yang bersifat asam terdiri dari campuran antara asam lemah dan basa konjugasinya. Larutan ini berfungsi untuk mempertahankan harga pH pada suasana asam yakni pada kisaran pH kurang dari 7. Apabila teman-teman melakukan reaksi kimia yang menghendaki suasana asam dengan kisaran pH kurang dari 7, maka larutan buffer yang teman-teman gunakan adalah larutan buffer yang bersifat asam.

    Larutan Penyangga Buffer

    Cara membuat larutan buffer yang bersifat asam, selain dengan mencampurkan antara asam lemah dengan garamnya (basa konjugasinya), bisa juga dibuat dengan mencampurkan asam lemah dan basa kuat, dimana asam lemah ditambahkan dengan jumlah yang berlebih. Pada umumnya, basa kuat yang digunakan dalam pembuatan larutan buffer yang bersifat asam adalah basa-basa seperti natrium, kalium, kalsium, barium dan sebagainya. Reaksi yang terjadi adalah:

    CH3COO-(aq) + H+(aq) → CH3COOH(aq)

    CH3COOH(aq) + OH-(aq) → CH3COO-(aq) + H2O(l)
  2. Larutan buffer yang bersifat basa

    Larutan buffer yang bersifat basa terdiri dari campuran basa lemah dan asam konjugasinya. Larutan buffer tersebut berfungsi untuk mempertahankan harga pH sebuah larutan yang berada pada kisaran angka di atas 7. Apabila teman-teman melakukan sebuah reaksi kimia yang mengharuskan kondisi pH di atas 7, maka teman-teman menggunakan larutan buffer yang bersifat basa untuk melakukan reaksi kimia tersebut agar dapat menghasilkan produk reaksi sesuai yang diinginkan. Cara lain dalam membuat larutan penyangga yang bersifat basa adalah dengan mencampurkan basa lemah dengan asam kuat, dimana jumlah basa lemah ditambahkan dalam jumlah yang berlebih. Reaksinya adalah sebagai berikut:

    NH3 (aq) + H+(aq) → NH4+ (aq)

    NH4+ (aq) + OH-(aq) → NH3 (aq) + H2O(l)

Aplikasi larutan buffer

Setelah teman-teman mengetahui definisi apa itu larutan buffer (penyangga) dan macam-macamnya, maka yang perlu teman-teman ketahui selanjutnya adalah mengenai aplikasi penggunaan dari larutan buffer itu sendiri. Untuk apa sebenarnya larutan buffer dibuat dan apa saja manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Untuk lebih jelasnya berikut ini disajikan beberapa contoh mengenai aplikasi penggunaan larutan buffer atau larutan penyangga dalam kehidupan sehari-hari:

  1. Sistem larutan penyangga atau buffer tersebut terdapat dalam cairan tubuh manusia yakni cairan intra sel dan ekstra sel. Komponen yang berfungsi sebagai penyangga di dalam tubuh manusia adalah komponen H2PO4- dan HPO42-. Buffer ini berfungsi untuk mempertahankan harga pH dalam tubuh manusia yakni sekitar 7,4. Bisa teman-teman bayangkan bagaimana kondisi tubuh manusia jika tidak memiliki larutan penyangga, suatu ketika bisa bersifat asam dan bisa basa.
  2. Dalam bidang obat-obatan misalnya obat tetes mata. Obat tetes mata yang kita gunakan sehari-hari juga menggunakan sistem larutan buffer agar pada saat di teteskan ke mata manusia, dapat diterima oleh kondisi tubuh manusia. Suasana pH pada obat tetes mata tersebut disesuaikan dengan kondisi pH manusia agar tidak menimbulkan bahaya.
  3. Di dalam kegiatan industri sehari-hari seperti industri zat warna, industri kulit dan industri fotografi juga memanfaatkan larutan penyangga sebagai salah satu komponen dalam produk industrinya.

Semoga membantu pemahaman teman-teman tentang Larutan Penyangga atau Buffer

Copyright secured by Digiprove © 2012

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

TEMUKAN KAMI DI:

NEWSLETTER

Mau berlangganan artikel Kami? Tulis Email Anda pada form di bawah ini.

Cek Email Anda setelahnya untuk mengaktifkan layanan newsletter. Terimakasih