Informasi dan Tips – informasitips.com

Apa Itu Bupivacain?

informasitips.com – Bupivacain adalah senyawa anestetik (obat bius) yang bekerja dengan cara mem-blokir sinyal rasa sakit yang menuju ke otak. Bupivacain merupakan obat bius lokal, artinya hanya diperuntukkan untuk membius pada satu area saja.

Bupivacain umumnya diberikan dengan cara injeksi epidural ke dalam sumsum tulang belakang agar mati rasa selama pasien menjalankan proses persalinan, bedah atau tindakan medis lainnya. Selain itu, bupivacain juga digunakan sebagai obat bius pada prosedur medis di dokter gigi.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemberian obat Bupivacain ini, yaitu

  • Pasien harus dipastikan tidak memiliki riwayat alergi terhadap senyawa obat bius, seperti Bupivacain.
  • Beberapa kondisi kesehatan ini juga harus diketahui oleh dokter sebelum pemberian Bupivacain, yaitu sakit ginjal atau liver, anemia, thalasemia, sipilis, polio, tumor otak atau sumsum tulang belakang, sakit punggung kronis, sakit kepala karena bedah, tekanan darah rendah atau tinggi, bentuk tulang belakang tidak normal (curved spine), ataupun arthritis. Pasien dengan kondisi tersebut harus diamati reaksinya setelah pemberian Bupivacain.
  • Meskipun dikatakan sebagai obat bius local, namun senyawa ini dapat menyebabkan mati rasa pada area tubuh yang lebih luas. Pastikan untuk tidak mengalami cedera selama efek mati rasanya belum hilang. Jika digunakan pada pasien dokter gigi, maka sehabis tindakan medis dijalankan, pasien dilarang untuk mengunyah permen karet dan minum minuman panas selama mati rasanya belum hilang.
  • Jika pasien dalam keadaan hamil, maka sebaiknya obat ini dihindari, karena efeknya terhadap janin sampai saat ini masih belum diketahui. Begitu juga pada ibu menyusui, Bupivacain dapat berada di ASI. Jika memang ibu menyusui harus menggunakan Bupivacain, maka sebaiknya proses menyusui tidak dilakukan terlebih dahulu.
  • Dalam penggunaan obat ini, terdapat risiko rusaknya sel-sel saraf. Konsultasikan dengan dokter Anda jika hal itu sampai terjadi.

Dosis Bupivacain adalah 400 mg per 24 jam, atau pemberian dosis tunggal mencapai 175 mg. Jumlah itu bisa lebih atau kurang tergantung dari masing-masing pasien. Jika Bupivacain diberikan melebihi dosis yang seharusnya (overdosis), maka efek yang dapat muncul antara lain adalah kantuk, lesu dan lemah, serta nafas lambat.

Efek Samping Bupivacain antara lain adalah cemas, gelisah, rasa ingin pingsan, masalah pada penglihatan dan bicara, konvulsi, dengung di telinga, nafas melambat, detak jantung menjadi lebih cepat atau melambat, sedikit atau tidak urinasi sama sekali.

Bupivacain dapat berinteraksi dengan obat pengencer darah (seperti warfarin), obat-obat antidepresan, inhibitor MAO, dan obat golongan phenothiazine. Jika pasien tengah mengonsumsi obat-obatan tertentu sebelum pemberian Bupivacain, maka pasien harus mengonsultasikan hal tersebut ke dokter.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: