Apa Fungsi Pigmen Bagi Tumbuhan (Tanaman)?

informasitips.com – Pigmen atau zat warna yang sering kita lihat pada tumbuhan atau tanaman bukanlah sekedar hiasan bagi mata manusia yang memandangnya. Lebih dari itu, pigmen memiliki peran yang sangat krusial bagi kelangsungan hidup tumbuhan. Fungsi pigmen bagi tumbuhan adalah sebagai penggerak dari terjadinya proses fotosintesis.

Peranannya terletak pada kemampuannya dalam menyerap energi yang berasal dari sinar matahari. Jenis energi matahari yang diserap oleh pigmen tergantung dari jenis warna pigmen tersebut. Pigmen dengan warna tertentu hanya bisa menyerap energi sinar matahari pada panjang gelombang tertentu saja. Namun, pada panjang gelombang berapapun energi yang diserap oleh pigmen, yang berperan aktif dalam menyuplai energi tersebut ke proses fotosintesis adalah pigmen klorofil.

Tiga Pigmen Dasar dan Fungsinya pada Tumbuhan

Klorofil

Pigmen ini berwarna kehijauan dan pada struktur kimianya mengandung cincin Porfirin. Struktur yang seperti itu mirip dengan struktur haemoglobin pada sel darah merah manusia, namun jika pada haemoglobin terdapat unsur besi pada area tengah cincin Porfirin, maka pada klorofil terdapat unsur magnesium.

Klorofil merupakan pigmen utama bagi tumbuhan sehingga proses fotosintesis bisa terjadi. Pigmen klorofil diproduksi di dalam kloroplas pada jaringan fotosintesis yang letaknya di daun. Klorofil dapat menyalurkan energi yang berasal dari sinar matahari untuk dimanfaatkan oleh tumbuhan. Energi yang diserap oleh klorofil adalah energi dengan panjang gelombang biru dan merah, sementara energi dengan panjang gelombang hijau tidak bisa diserap dengan baik oleh klorofil.

Fotosintesis Pigmen Tumbuhan

Tumbuhan memanfaatkan energi yang ditangkap oleh klorofil melalui proses fotosintesis. Klorofil sendiri terdiri dari berbagai macam tipe, ada kolorofil a, b, c. Tipe klorofil utama yang memegang peranan penting dalam proses fotosintesis adalah klorofil a. Pada umumnya, tumbuhan mengandung klorofil a dan klorofil b.

Karotenoid

Pigmen karotenoid biasanya berwarna merah, orange atau kuning. Pigmen yang termasuk dalam jenis karotenoid adalah karoten, yaitu zat warna yang memberikan warna pada wortel. Karotenoid termasuk pigmen yang tidak larut air, oleh karenanya pigmen ini terdapat pada membran di dalam sel, yaitu pada membran kloroplas.

Pigmen karotenoid tidak seperti klorofil, karotenoid tidak bisa mentransfer energi matahari yang diserapnya secara langsung ke proses fotosintesis, namun harus melewatkannya (energi yang diabsorbsi itu) terlebih dahulu ke klorofil. Karena alasan itulah makanya karotenoid disebut sebagai pigmen eksesoris (Accessory Pigment).

Energi yang diserap oleh karotenoid itu adalah energi yang tidak bisa diserap oleh klorofil, sehingga dengan adanya aksesoris pigmen, seperti karotenoid, maka proses fotosintesis berjalan lebih baik karena mendapat lebih banyak pasokan energi.

Selain membantu menyuplai energi ke klorofil untuk proses fotosintesis, karotenoid juga memiliki peranan sebagai fotoprotektor, yaitu melindungi tumbuhan dari energi matahari yang terlalu besar, missal pada cuaca yang sangat panas. Dalam hal itu, karotenoid akan mengubah dan melepas kelebihan energi itu menjadi panas.

Selain karoten, contoh pigmen yang termasuk karotenoid adalah fucoxanthin, zeaxanthin, dan lain-lain.

Antosianin

Berbeda dengan klorofil dan karotenoid, antosianin merupakan pigmen yang larut dalam air. Pigmen ini diproduksi di dalam sitoplasma dan disimpan di dalam vakuola. Pigmen ini berwarna merah-pink dan biasanya kita lihat pada daun bunga, buah-buahan berwarna merah (seperti apel), dan daun-daun yang dijumpai pada musim gugur.

Antosianin menyerap energi pada panjang gelombang biru-hijau. Oleh karena itu, bagi mata yang memandangnya antosianin akan memiliki warna merah atau kemerahan. Sama halnya dengan karotenoid, antosianin juga merupakan pigmen aksesoris.

Pigmen Lainnya

Sebenarnya masih ada satu golongan pigmen lagi yang belum disebutkan di atas, namun pigmen tersebut tidak terkandung pada tumbuhan tingkat tinggi, melainkan pada alga, yaitu pada sianobakteria dan rhodophyta. Golongan pigmen tersebut adalah fikobilin. Pigmen fikobilin merupakan pigmen aksesoris yang larut dalam air, oleh karenanya terdapat dalam sitoplasma. Selain di sitoplasma, fikobilin juga terdapat pada stroma yang terletak di kloroplas. Pigmen fikobilin ada yang berwarna kebiruan (fikosianin) dan juga merah (fikoeritrin).

Loading...

Rekomendasi

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>