Informasi dan Tips – informasitips.com

Apa itu El Nino?

informasitips.com – Layaknya La Nina, El Nino merupakan bagian dari siklus El-Nino Southern Oscillation (ENSO). Keduanya, El Nino dan La Nina, merupakan pola iklim yang saling berlawanan.

El Nino, Temperatur Permukaan Laut Meningkat

El Nino adalah pola iklim yang ditandai oleh meningkatnya temperatur pada permukaan air laut di sepanjang garis ekuator, mulai dari bagian tengah hingga bagian timur Samudera Pasifik. Dalam keadaan normal, atau pada saat kondisi non El-Nino, permukaan laut di bagian barat Samudera Pasifik memiliki temperatur yang hangat, sedangkan selama El Nino, temperatur hangat pada permukaan laut akan menyebar dari sisi barat menuju sisi timur ekuatorial Samudera Pasifik.

Peningkatan temperatur pada permukaan laut di bagian tengah hingga timur Samudera Pasifik tersebut dibarengi dengan meningkatnya tekanan pada bagian barat Samudera Pasifik, sementara pada bagian timur, tekanan terukur rendah. Hal tersebut menyebabkan angin bertiup dari sisi barat ke sisi timur Samudera Pasifik.

El Nino adalah

Sebagai informasi, dalam keadaan normal, angin bertiup dari bagian timur ke sisi barat Samudera Pasifik, sedangkan selama El Nino berlangsung angin tersebut semakin melemah hingga akhirnya malah berhembus ke arah yang berlawanan, yaitu dari barat ke timur.

Dampak El Nino Bagi Indonesia dan Negara Lain

Terjadinya perubahan pada sirkulasi atmosfer seperti yang telah dijelaskan di atas menyebabkan menurunnya curah hujan di bagian barat Samudera Pasifik, yaitu di negara-negara seperti Indonesia dan Australia, sehingga kedua negara tersebut cenderung akan mengalami musim kemarau. Bencana kekeringan mungkin saja terjadi selama siklus El Nino berlangsung, tapi setiap kekeringan belum tentu merupakan akibat dari El Nino.

Dampak El Nino yang dirasakan di Indonesia dan Australia berbeda dengan yang dialami di bagian timur Samudera Pasifik. Di sisi Timur Pasifik, El Nino akan menstimulasi terjadinya topan. Sementara di negara Amerika Selatan, seperti Peru, curah hujan akan meningkat selama El Nino berlangsung, bahkan dapat berdampak banjir.

El Nino terparah di abad 20 yang secara ilmiah terekam dari awal hingga akhir untuk pertama kali, terjadi pada tahun 1997-98. Pada periode waktu itu, kemarau parah melanda Indonesia, Australia, Malaysia, dan Filipina. Sementara di sisi Timur Samudera Pasifik, tepatnya di Peru, hujan deras dan banjir parah kerap terjadi.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: