Informasi dan Tips – informasitips.com

Antivaks, Kelompok Penentang Vaksinasi

informasitips.com – Antivaks adalah istilah yang digunakan untuk menyebut kelompok anti vaksin atau penentang vaksin, vaksinasi dan imunisasi. Kelompok ini berpandangan bahwa pemberian vaksin bisa menimbulkan efek samping berbahaya bagi tubuh manusia. Bahkan ada juga yang mengaitkannya dengan konspirasi global.

Akhir-akhir ini, gerakan antivaks semakin ramai ditemukan. Kita bisa menemukan kampanye dan tulisan mereka di internet, buku, bahkan seminar-seminar kesehatan di perguruan tinggi. Di internet, kita bisa menemukan situs-situs yang memuat kampanye anti vaksin, vaksinasi dan imunisasi ini dengan mudah. Cukup dengan mengetikkan kata kunci antivaksin di mesin pencari, maka Anda akan menemukan situs-situs antivaks ini. Konon, situs-situs antivaks jauh lebih banyak dari pada yang mempromosikan vaksin.

Jika dilihat dari catatan sejarahnya, ternyata para penentang vaksinasi atau antivaks ini sudah ada semenjak lama. Sebagaimana ilmu dan teknologi baru, biasanya selain ada pengikut juga akan ada penentangnya. Demikian juga dengan vaksinasi, ramai yang mendukung, namun tidak sedikit juga yang menentang.

Beberapa Ilmuwan Antivaks

  1. Leonard Horowitz

    Horowitz terkenal aktif mengisi situs-situs yang menolak ilmu pengetahuan dan teknologi modern di internet. Pandangan dan pemikirannya tentang ilmunisasi bisa ditemukan di situs FluScam.com. Selain itu, Horowitz juga menulis buku ‘Walking on Water’ tahun 2006. Pesan utama yang disampaikannya dalam tulisan-tulisan dan bukunya adalah:

    Lupakan teknologi, dan upayakan penyembuhan dari dalam diri sendiri.

    Leonard Horowitz ternyata juga populer sebagai seorang penyembuh spritual di Amerika.

  2. Neil Z. Miller dan Barbara Loe Fisher
    Gerakan Antivaksin

    sumber gambar: www.thestranger.com

    Neil Z. Miller dan Barbara Loe Fisher dikenal sebagai aktivis gerakan antivaks sejati. Mereka aktif meneliti dan mempublikasikan berbagai bentuk kegagalan dan keburukan vaksinasi. Fisher juga dikenal sebagai pendiri ‘National Vaccine Information Center’ (NVIC). NVIC merupakan salah satu organisasi antivaks tertua dan paling berpengaruh di Amerika. Organisasi ini menjadi corong penting bagi Barbara Loe Fisher untuk mempromosikan paham anti vaksinnya. Organisasi ini juga memiliki situs yang cukup populer di internet sebagai media untuk menyebarkan pemikiran dan hasil penelitian mereka tentang vaksin.

    Berikut adalah beberapa pendapat mereka tentang bahaya vaksin:

    Sebelum vaksinasi besar besaran 50 tahun yang lalu, di negara itu (Amerika) tidak terdapat wabah kanker, penyakit autoimun, dan kasus autisme. (Neil Z. Miller)

    Vaksin bertanggung jawab terhadap peningkatan jumlah anak-anak dan orang dewasa yang mengalami gangguan sistem imun dan syarat, hiperaktif, kelemahan daya ingat, asma, sindrom keletihan kronis, lupus, artritis reumatiod, sklerosis multiple, dan bahkan epilepsi. Bahkan AIDS yang tidak pernah dikenal dua dekade lalu, menjadi wabah di seluruh dunia saat ini. (Barbara Loe Fisher)

  3. William Howard Hay, MD

    William Howard adalah seorang naturalis. Ia merupakan aktivis pengobatan alternatif ternama, khususnya terapi diet.

    William Hay pada awalnya adalah seorang dokter. Suatu ketika ia terserang penyakit Bright (peradangan ginjal). Ia hampir putus asa karena tidak tertolong secara medis. Akhirnya ia mencoba diet dengan hanya memakan makanan alami saja. Dan ternyata dengan ikhtiar diet ini, kondisi kesehatannya berangsur pulih. Dan akhirnya ia menekuni program diet ini. Dan kemudian hari ia konsen menjadi seorang naturalis.

    Pendapatnya yang terkenal dan selalu dikutip oleh para antivaks diantaranya yaitu:

    Tak masuk akal memikirkan bahwa Anda bisa menyuntikkan nanah ke dalam tubuh anak kecil dan dengan proses tertentu akan meningkatkan kesehatan. Tubuh punya cara pertahanan tersendiri yang tergantung pada vitalitas saat itu. Jika dalam kondisi fit, tubuh akan mampu melawan semua infeksi, dan jika kondisinya sedang menurun, tidak akan mampu. Dan Anda tidak dapat mengubah kebugaran tubuh menjadi lebih baik dengan memasukkan racun apapun juga ke dalamnya. (Dr. William Hay)

  4. Harris L. Coulter, PhD

    Harris L. Coulter, PhD (8 Oktober 1932 -) dikenal sebagai seorang dosen dan sejarawan medis yang banyak mempublikasikan tulisan tentang obat homeopaty, kanker dan berbagai hal yang dipandangnya sebagai bahaya vaksinasi. Ia dikenal sebagai sejarawan homeopaty terkemuka di abad ke-20.

    Coulter meraih gelar PhD dari Culumbia Universitu, NY pada tahun 1969 dengan disertasinya yang berjudul ‘Political and Social Aspects of Nineteenth-Century Medicine in the United States: The Formation of the American Medical Association and its Struggle with the Homeopathic and Eclectic Physicians’. Karya tulisnya yang paling fenomenal yaitu empat jilid risalah tentang sejarah kedokteran barat.

    Posisi penting yang pernah diduduki oleh Coulter antara lain Direktur Publikasi untuk American Foundation for Homeopathy (1965-1975). Dewan editorial Journal of the American Institute of Homeopathy (1983-1989) dan anggota dewan penasehat dari Campaign Against Fraudulent medical Research (tt).

    Pendapatnya tentang vaksin yang sering dikutip oleh aktivis antivaks yaitu:

    Ketika vaksin dinyatakan aman, keamanannya adalah istilah relatif yang tidak dapat diartikan secara umum. (dr. Harris Coulter)

Antivaks vs Provaks, Manakah yang Benar?

Menyikapi maraknya pertentangan antara aktivis antivaks dan provaks, sebagai masyarakat awam kita perlu bijak. Pelajari setiap pandangan dengan bijak, dan berpeganglah pada pendapat mereka yang ahli di bidangnya.

Memang, diakui setiap teknologi pasti ada kelemahannya. Setiap obat selalu ada efek sampingnya. Aplikasi yang salah juga akan menimbulkan dampak buruk. Namun, semua bentuk penelitian dan penemuan di bidang kesehatan yang digunakan secara legal tentu sudah mengalami berbagai uji laboratorium yang cermat. Para ahli kesehatan tentu sudah mempertimbangkannya dengan bijak, sebelum kemudian diaplikasikan pada manusia. Demikian juga dengan vaksin. Vaksin yang digunakan secara legal, sudah pasti melalui berbagai uji coba dan penelitian mendalam. Jika ditemukan kasus-kasus tertentu pada para penggunanya, perlu diteliti kembali secara cermat. Jangan langsung memvonis bahwa kasus tersebut merupakan salah satu bentuk kegagalan dari vaksinasi.

Untuk lebih jelas mengenai keamanan vaksin dan kehalalannya, Kamu bisa baca Artikel Antaranews



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: