Informasi dan Tips – informasitips.com

Anorexia Nervosa, Kelainan (Gangguan) Pola Makan Seseorang

informasitips.com – Anorexia Nervosa (Anorexia) atau Anoreksia Nervosa adalah salah satu penyakit psikologi yang berhubungan dengan gangguan pola makan seseorang. Anorexia sendiri merupakan suatu kekhawatiran berlebihan mengenai obesitas. Orang-orang dengan Anorexia ini pada awalnya mulai berdiet untuk menurunkan berat badan, namun seiring berjalannya waktu, mereka kehilangan kontrol dan timbul ketakutan mengenai perubahan bentuk tubuhnya.

Siklus selanjutnya adalah dengan membatasi makanan, olahraga berlebihan, menggunakan pil diet untuk mengurangi nafsu makan, atau mengkonsumsi terlalu banyak obat pencahar perut sampai ke tahap mendekati kelaparan. Dengan cara itu, mereka merasa memperoleh kontrol terhadap tubuh mereka sendiri. Dapat dikatakan mereka memiliki obsesi yang tidak sehat dan berada pada tahap kecanduan.

Siapakah yang beresiko terkena Anorexia Nervosa?
Sekitar 95% yang beresiko terkena anoreksia adalah wanita, dan hampir sebagian besar di antaranya adalah remaja. Sementara hanya 5% pria yang beresiko mengalami gangguan anorexia. Pada negara dengan tingkat ekonomi yang tinggi, 1 dari 100 remaja wanita mengalami gangguan tersebut.

Apa yang menyebabkan Anorexia?
Anoreksia NervosaSaat ini tidak ada penyebab pasti dari Anorexia Nervosa. Penelitian menyatakan bahwa gangguan ini dapat terjadi karena faktor genetik, disfungsi bagian otak yang mengatur metabolisme, dan faktor ASI saat masih bayi (bayi tidak mendapatkan cukup ASI bahkan tidak mendapatkan ASI sama sekali, atau pemberian ASI dilakukan oleh ibu yang mengalami depresi berat). Dari bidang psikologi sendiri menjelaskan bahwa perkembangan Anorexia terjadi akibat perasaan negatif dan perfeksionist yang tinggi. Dari luar, dapat terjadi karena tekanan untuk menjadi gambaran yang menarik atau adanya riwayat keluarga yang tidak menyenangkan seperti perselisihan, perceraian, atau tuntutan tinggi dari orang tua. Penderita Anorexia mungkin pula telah mengalami pelecehan di masa kecilnya.

Anoreksia Nervosa

Diagnosa Anorexia
Anorexia bisa saja sulit didiagnosa karena penerita yang pandai menyembunyikan gangguan ini. Selain itu adanya penolakan dari mereka karena merasa tidak mengalami masalah. Ada empat kriteria dasar untuk mendiagnosa Anorexia, yaitu:

  • Penolakan untuk mempertahankan berat badan ideal normal yang sesuai dengan umur dan tinggi badan.
  • Rasa takut terus menerus untuk menjadi gemuk, walaupun orang tersebut kurus.
  • Persepsi diri yang berlebihan pada berat badan dan keinginan untuk menurunkan berat badan secara ekstrim.
  • Pada wanita akan dilihat dari berhentinya siklus menstruasi selama tiga periode berturut-turut.

Apa saja Tanda-Tanda dari Penderita Anorexia?
Gejala atau tanda dari penderita Anorexia dibedakan atas dua bagian, yaitu gejala secara psikologis dan secara fisik.

  • Secara Psikologis:

    1. Mudah tersinggung dan sulit berinteraksi dengan orang lain
    2. Gangguan tidur yang menyebabkan cepat lelah dan konsentrasi menurun
    3. Rasa cemas berlebih-lebihan akan keinginan untuk makan
    4. Kecanduan alkohol, narkoba, atau s*ks
    5. Memiliki imajinasi berlebihan mengenai makanan dan minuman serta mengumpulkan potongan-potongan resep makanan terobsesi terhadap kandungan di dalamnya.
  • Secara Fisik:
    1. Tubuh menjadi sangat kurus dan rasa lemas
    2. Detak jantung menjadi sangat lambat dan diikuti dengan tekanan darah sangat rendah (hipotensi)
    3. Sembelit dan nyeri perut akibat makanan yang diserap oleh perut sangat sedikit serta akibat obat-obatan pencahar atau pil diet
    4. Gangguan periode menstruasi pada wanita
    5. Fungsi ginjal menurun dan perubahan buang air kecil yang sangat banyak atau bahkan terlalu sedikit
    6. Terjadi penipisan tulang atau osteoporosis
    7. Sel darah merah lebih rendah daripada sel darah putih sehingga beresiko terkena anemia
    8. Sering muntah, kulit kering dan gampang terkelupas, rambut mudah gugur, kuku dan gigi yang rapuh

Bagaimana Cara Mengobati Anorexia Nervosa?
Pengobatan yang harus dilakukan adalah dengan melakukan perawatan rumah sakit untuk memulihkan nilai gizi dalam tubuh. Selanjutnya adalah dengan terapi psikologi yang dilakukan oleh psikolog. Terapi individual juga sangat dibutuhkan dengan tergabung dalam kelompok yang mengalami masalah Anorexia yang sama untuk saling membagikan informasi atau pengalaman. Terapi keluarga dan teman-teman pun harus diberikan untuk mendukung kesembuhan dari penderita. Selain terapi, mengkonsumsi obat-obatan yang dianjurkan dalam pengawasan pun diperlukan untuk menyeimbangkan efek samping dari terapi.



loading...
Bagikan artikel:

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *