Informasi dan Tips – informasitips.com

Aneka Masalah Menyusui dan Cara Mengatasinya (2)

informasitips.com – Ibu menyusui tak hanya perlu tahu bahwa ASI adalah makanan terbaik untuk bayi. Ibu menyusui juga perlu tahu bahwa menyusui merupakan sebuah proses dan usaha yang menuntut perjuangan dan kesabaran seorang Ibu agar bisa memberikan yang terbaik bagi putra-pu trinya. Satu hal yang perlu diingat, menyusui tidak selamanya berjalan mudah dan lancar. Tak jarang berbagai masalah muncul tanpa diduga, dan tentunya bisa menghambat kelancaran proses menyusui bila tidak diatasi. Untuk itu, Ibu menyusui juga perlu mengerti tentang seluk-beluk menyusui termasuk berbagi masalah yang sering dihadapai dan bagaimana cara mengatasinya. Artikel ini merupakan lanjutan dari artikel Aneka Masalah Menyusui dan Cara Mengatasinya (1). Temukan jawaban atas berbagai masalah menyusui di sini dan solusi yang tepat untuk mengatasinya.

  1. Ibu Kelelahan
    Salah satu masalah yang bisa menghambat kelancaran proses menyusui adalah kelelahan akibat ibu sering terbangun malam menyusui dan capek karena seharian telah mengurus bayi. Kelelahan bisa membuat produksi ASI semakin sedikit (seperti yang disebutkan di atas) dan parahnya lagi bisa membuat Ibu jatuh sakit bila dibiarkan terus-menerus.

    Cara mengatasinya:
    Meskipun Anda ingin mengurus dan merawat bayi dengan tangan Anda sendiri, tak ada salahnya juga meminta bantuan orang yang bisa membantu Anda mengurus bayi sehari-harinya. Setidaknya meminta orang untuk membantu pekerjaan rumah, memasak atau membantu menyiapkan keperluan Anda dan bayi Anda. Cara ini akan sangat membantu Andigda terhindar dari kelelahan yang teramat sangat saat mengurus bayi. Saat siang seharian Anda mengurusi dan merawat bayi, saat malam pun bayi sering terbangun untuk menyusu. Hal ini juga dapat memicu timbulnya kelelahan dan ibu menjadi kurang tidur (istirahat). Bila memang bayi sering meminta untuk disusui saat terbangun malam hari, cobalah untuk tetap menyusui bayi dalam posisi menyamping (sambil tidur bayi di samping Anda). Dengan cara seperti ini, Anda dapat menyusu sambil tertidur dan bayi pun akan tertidur saat ia sudah kenyang menyusu.

  2. Masalah menyusui dan solusi mengatasinya

  3. Puting susu datar atau rata

    Gangguan bawaan yang berupa pendeknya saluran susu ini dapat menyebabkan puting susu ke dalam atau terbenam. Isapan bayi yang kuat adalah hal paling efisien untuk memperbaiki keadaan ini.

    Cara mengatasi:

    Biarkan bayi mengisap sedini mungkin. Coba berbagai posisi menyusui untuk mendapatkan keadaan yang paling menguntungkan bagi kedua belah pihak. Rangsang puting untuk keluar dengan cara menarik perlahan agar puting susu keluar dengan jari tangan, tahan selama beberapa menit. Sebaiknya lakukan rangsangan ini sebanyak 2 kali dalam sehari.

    Latihan penarikan puting bisa dimulai saat kehamilan berusia di atas 5 bulan. Sebab kalau dilakukan di bawah usia kehamilan 5 bulan dapat merangsang rahim untuk berkontraksi. Anda juga bisa menggunakan alat bantu seperti nipple shields.

  4. ASI tersumbat

    Tandanya: pay*d*ra sudah terasa sangat penuh, sakit saat disentuh, terlihat bengkak dan terasa ada benjolan-benjolan jika diraba.

    Cara mengatasi:

    Jika memungkinkan segera susui bayi Anda atau perah ASI yang berlebih dengan tangan agar pay*d*ra terasa lebih ringan. Kompres dengan air hangat dan dingin bergantian untuk mengurangi rasa sakit. Sering-seringlah memberikan pijatan pada pay*d*ra Anda. Berikan pay*d*ra bergantian kepada bayi Anda agar keduanya kosong.

  5. Bayi tidak mau menyusu
    Bayi tidak ingin menyusu langsung dari pay*d*ra merupakan salah satu masalah yang juga sering terjadi dan tentunya dapat mengganggu keberhasilan menyusui. Biasanya bayi yang seperti ini adalah bayi yang sebelumnya telah diperkenalkan dengan cara menyusu selain dari pay*d*ra misalnya dari dot. Wajar bayi yang sudah kenal dot lebih memilih menyusu dari botol karena mekanisma menghisap dari dot dan pay*d*ra berbeda. Bila dari pay*d*ra mulut bayi harus terbuka dan menempel dengan benar. Bayi juga harus bekerja lebih ekstra dengan menghisap pay*d*ra lebih kuat dibandingkan saat ia menyusu dengan dot. Hal inilah yang terkadang membuat bayi kurang menyukai menyusu langsung pada pay*d*ra Ibu.

    Cara mengatasinya
    Cara paling ampuh untuk mengatasinya adalah dengan tetap terus mencoba, dan mencoba memberikan ASI langsung kepada bayi. Jangan menyerah meskipun bayi menolak. Anda juga bisa mencoba menyusui bayi langsung dari pay*d*ra saat ia tertidur. Dekap bayi dan perbanyaklah sentuhan kulit ke kulit (skin to skin) agar bayi merasakan kehangatan dan kenyamanan menyusu dalam dekapan ibu. Bersabar dan cobalah terus perlahan-lahan (jangan dipaksa). Perhatikan pula apakah bayi menyusu karena tidak suka ASI. Bila ini yang terjadi ada kemungkinan Anda memakan sesuatu yang membuat rasa ASI menjadi tidak enak.

    Memang tidak gampang mengatasi masalah bayi tidak mau menyusu. Yang dibutuhkan selain kesabaran adalah tetap terus mencoba.

  6. Puting digigit

    Sebagian besar Ibu muda mungkin pernah mengalami hal ini di awal-awal masa menyusui. Penyebabnya adalah karena areola atau daerah hitam pay*d*ra tidak masuk ke mulut bayi, menyebabkan bayi hanya mengisap puting dan kesulitan mendapatkan ASI. Akibatnya bayi pun berusaha menyedot dengan kuat sambil menggigit, dan puting pun akan terluka. Bayi juga terkadang menggigit saat menyusui bila giginya sudah tumbuh.

    Cara mengatasi:

    Lepaskan gigitan bayi dengan lembut dengan cara meletakkan kelingking Anda yang bersih di antara mulut bayi dan bagian samping pay*d*ra. Atau tekan dagunya ke bawah agar gigitannya lepas. Segera kompres puting yang luka dengan kain lembut yang direndam air hangat. Keringkan luka gigitan dengan banyak membiarkan pay*d*ra di udara terbuka. Bila terlihat tanda infeksi di bekas gigitan segera hubungi dokter atau konselor laktasi untuk mendapatkan antibiotika dan obat pengurang rasa sakit.

  7. Ibu yang bekerja

    Sebagian besar alasan Ibu untuk berhenti menyusui adalah karena harus kembali bekerja setelah masa cuti melahirkan berakhir. Hal ini bukanlah alasan untuk tidak memberikan ASI secara ekslusif kepada buah hati karena sebenarnya Anda bisa kembali bekerja sambil tetap terus memberikan ASI kepada bayi.

    Cara mengatasi:

    Sebelum berangkat kerja sempatkan untuk menyusui bayi Anda. Apabila bayi sudah kenyang dan ASI berlebih, Anda bisa memerah ASI dan menyimpannya di lemari pendingin untuk persediaan di rumah untuk bayi. Semua peralatan untuk memerah ASI harus disterilkan terlebih dahulu. Usahakan untuk santai dan bila perlu kompres atau berikan pijatan lembut pada pay*d*ra Anda agar ASI dapat keluar dengan lancar.

    ASI perah bisa tahan sampai 4 jam di suhu ruangan dan 48 jam dalam lemari pendingin atau kulkas. Jangan lupa untuk mencantumkan label seperti tanggal dan jam ASI dipompa atau diperah. Hangatkan jumlah ASI yang dibutuhkan dengan cara merendam botol berisi ASI di dalam wadah yang berisi air panas (bukan air mendidih). Ingatlah bahwa ASI yang sudah dihangatkan tidak bisa disimpan lagi.

    Karena Anda bekerja di pagi hari, Anda juga bisa mengubah jadwal pemberian ASI secara langsung kepada bayi Anda menjadi saat malam hari. Pastikan makanan dan minuman yang Anda konsumsi adalah menu sehat seimbang yang mengandung banyak gizi.

    Ada juga kantor yang pro (mendukung) aktivitas menyusui dengan menyediakan tempat khusus bagi Ibu untuk dapat memerah ASI. Bila Anda sudah kembali bekerja, Anda bisa memerah susu saat di kantor bila pay*d*ra terasa penuh. Jangan dibiarkan begitu saja, pompa dan simpan ASI dalam tempat khusus agar produksi ASI tetap banyak dan lancar. ASI yang sudah diperah dapat diantarkan untuk bayi ke rumah dengan bantuan jasa kurir ASI.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *