Informasi dan Tips – informasitips.com

Aneka Masalah Menyusui dan Cara Mengatasinya (1)

informasitips.com – Semua Ibu mengetahui bahwa menyusui atau memberikan Air Susu Ibu (ASI) adalah yang terbaik untuk bayi mereka. ASI selain sebagai sumber nutrisi untuk bayi, juga dapat meningkatkan kecerdasan anak, daya tahan tubuh dan jalinan kasih sayang antara ibu dan anak.

Tapi ternyata menyusui tidak semudah yang diperkirakan, ada banyak masalah yang menyertainya. Banyak Ibu yang mengeluh karena ASI keluar sedikit, mengalami puting yang pecah – pecah, pay*d*ra bengkak dan lain sebagainya.

Masalah-masalah tersebut biasanya dialami oleh para Ibu muda yang kurang informasi atau belum berpengalaman. Hal ini membuat mereka sedih dan kecewa karena keinginan untuk ASI sebagai makanan terbaik untuk bayi tidak bisa berjalan mulus.

Apakah Anda termasuk Ibu baru yang memiliki masalah seperti di atas? Sebenarnya apa saja sih masalah-masalah menyusui dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk, simak lebih lanjut artikel ini agar menyusui menjadi kegiatan yang menyenangkan bagi Anda dan bayi Anda.

Aneka masalah menyusui dan cara mengatasinya

  1. ASI belum keluar juga beberapa hari setelah melahirkan

    Bayi yang baru dilahirkan bisa bertahan 2 X 24 jam tanpa cairan. Perlu diketahui ukuran lambung bayi baru lahir hanya sebesar kelereng. Sebaiknya walaupun ASI belum keluar, jangan berikan cairan lain karena sebetulnya bayi masih membawa cadangan makanan dari rahim. Apabila Anda memberikan cairan lain sebelum ASI lewat botol misalnya, ada kemungkinan bayi Anda akan sulit menerima ASI dan menolak pay*d*ra Anda.

    Cara mengatasi:

    Dekatkan puting susu ke mulut bayi dan pandu bayi untuk menyusu sambil Anda mendekap hangat tubuhnya. Kontak kulit dan keterlibatan emosi antara Ibu dengan bayinya bisa merangsang ASI keluar lebih cepat. Bersabarlah dan terus berikan rangsangan agar ASI bisa keluar dengan melakukan teknik pelekatan mulut bayi (latch on) yang benar pada pay*d*ra. Kenyamanan yang diperoleh bayi pada saat menyusui dapat memperlancar proses menyusui itu sendiri.

  2. Pay*d*ra bengkak

    Hal ini biasanya terjadi antara 2 – 3 hari setelah Anda melahirkan. Ini merupakan tanda bahwa ASI mulai berproduksi dan terjadi peningkatan aliran darah ke pay*d*ra Anda. Tentu saja hal ini akan membuat Anda tidak nyaman karena merasa kesakitan dan kadang gangguan ini juga membuat Anda terserang demam.

    Cara mengatasi:

    Sering-seringlah menyusui bayi Anda, usahakan sampai pay*d*ra terasa kosong. Jangan pakai BH yang ketat dan kompres air dingin bila diperlukan untuk membantu mengurangi sakitnya.

  3. Infeksi pay*d*ra

    Masalah menyusui ini juga dikenal dengan nama mastitis. Mastitis pada umumnya merupakan kelanjutan dari pay*d*ra yang membengkak, terjadinya benjolan dan tidak ditangani secara tuntas. Biasanya terjadi 2 – 6 minggu setelah melahirkan karena adanya infeksi bakteri, kurangnya ASI yang dikeluarkan (sehingga menyebabkan sumbatan saluran susu) dan pemakaian BH yang terlalu ketat. Tanda-tandanya, pay*d*ra yang membengkak dan kemerahan, Anda terserang demam dan merasa lemah.

    Cara mengatasi:

    Jangan hentikan proses menyusui! Tetaplah sering menyusui bayi. Atasi masalah ini dengan mengkompres pay*d*ra Anda dengan air hangat dan berikan pijatan ringan pada pay*d*ra yang bengkak. Jika mastitis tidak segera diatasi atau tidak ditangani dengan baik, maka bisa mengakibatkan pay*d*ra abses atau timbul nanah pada pay*d*ra. Bila hal ini terjadi sebaiknya Anda segera ke dokter untuk penanganan yang tepat karena mungkin memerlukan tindakan bedah.

  4. Pay*d*ra “bocor”

    Ikatan batin antara seorang Ibu dengan bayinya begitu kuat, hanya dengan mendengar tangisannya saja pay*d*ra seorang Ibu bisa “bocor” mengeluarkan ASI. Hal ini juga bisa terjadi apabila pay*d*ra terlalu penuh dengan ASI.

    Cara mengatasi:

    Berikan ASI secara teratur kepada bayi Anda. Saat ini juga banyak dijual breast pad atau penyerap ASI yang bisa Anda selipkan di dalam bra untuk mencegah terjadinya kebocoran. Jika produksi ASI Anda berlebihan, Anda dapat memerahnya dan menyimpannya untuk diminumkan nanti.

  5. Puting susu yang pecah – pecah dan berdarah

    Puting susu yang lecet terlihat retak-retak dan disertai pendarahan tentu membuat nyeri pay*d*ra. Apabila hal ini terjadi, cek kembali bagaimana pelekatan antara Anda dan bayi, kemungkinan ini terjadi karena adanya kesalahan dalam posisi menyusui. Mulut bayi Anda harus terbuka lebar agar ia dapat mengisap puting dan juga areola (bagian hitam) pay*d*ra Anda.

    Jika bayi Anda tidak menyusu dengan benar, maka bayi tidak akan mendapatkan seluruh ASI yang dibutuhkan, sementara Anda juga akan mengeluhkan puting yang lecet dan nyeri. Puting lecet juga disebabkan kesalahan Ibu yang menarik puting saat masih berada dalam mulut bayi, tarikan paksa ini akan membuat puting jadi lecet.

    Cara mengatasi:

    Untuk sementara puting susu yang sakit dapat diistirahatkan dan biasanya akan sembuh dalam 2 hari. Tetap berikan ASI dari pay*d*ra yang tidak sakit. Anda bisa mengobatinya dengan mengoleskan ASI di bagian yang sakit, sebaiknya hindari penggunaan sabun dan obat seperti salep atau krim. Untuk mempercepat kesembuhan puting yang lecet sebaiknya Anda tidak mengenakan bra dan sering membiarkan pay*d*ra dalam keadaan terbuka/diangin-anginkan agar lukanya cepat kering. Sebaiknya juga tidak mebersihkan pay*d*ra yang lecet dengan sabun saat mandi. Karena ini justru akan membuat puting semakin kering dan semakin sakit.

  6. ASI kurang atau sedikit

    Pada umumnya hal ini terjadi apabila Anda terlalu kelelahan dan mengalami stress. Jika pay*d*ra penuh dan ASI tidak dikeluarkan maka akan membentuk zat yang dapat menghentikan produksi ASI, sehingga ASI akan semakin sedikit, terus berkurang dan akhirnya akan habis. Tenangkan emosi dan berpikirlah positif. Jika Anda khawatir si kecil tidak mendapatkan ASI yang memadai, berkonsultasilah dengan dokter atau konselor laktasi Anda.

    Cara mengatasi:

    Atasi masalah ini dengan cara membenahi gaya hidup, beristirahat yang cukup, rajin berolahraga dan banyak mengkonsumsi menu sehat seimbang yang bergizi. Banyak juga Ibu yang mengalami hal ini pada masa awal menyusui. Tapi, berkat ketekunan Ibu terus menyusui si kecil dan latihan teknik menyusui dan memerah ASI yang benar (dengan tangan atau bantuan pompa ASI), ASI keluar banyak dan lancar.

Simak beberapa masalah menyusui lainnya di artikel Aneka Masalah Menyusui dan Cara Mengatasinya (2)



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *