Informasi dan Tips – informasitips.com

Apa Beda Intoleransi Susu Sapi dengan Alergi Susu Sapi?

informasitips.com – Orang sering salah mengartikan antara alergi susu sapi dengan intoleransi susu sapi. Meski terdapat kemiripan pada beberapa gejala yang muncul diantara keduanya, namun faktanya, kedua kondisi tersebut (alergi dan intoleransi) sangatlah berbeda. Apa saja perbedaannya? Di artikel ini, Kami akan memberikan sedikit gambaran dan penjelasan mengenai perbedaan antara intoleransi susu sapi dengan alergi susu sapi.

Intoleransi susu sapi lebih sering terjadi dibandingkan dengan alergi susu sapi. Berbeda dengan alergi, intoleransi susu sapi tidak melibatkan reaksi immunologi, seperti gangguan pada proses pencernaan, penyerapan, atau metabolisme berbagai komponen susu sapi. Meski gejala yang ditunjukkan antara alergi susu sapi dan intoleransi susu sapi terdapat kemiripan, yaitu eczema, vomiting (muntah), diare, atau kejang perut, tetapi, ada sedikit perbedaan gejala antara keduanya, yaitu pada alergi susu sapi, biasanya akan memperlihatkan gejala adanya masalah pada pernapasan. Bila dibandingkan dengan alergi susu sapi, intoleransi susu sapi tidak berbahaya. Munculnya gejala pada intoleransi susu sapi tidak terjadi dengan segera, sehingga membuat intoleransi susu sapi sulit untuk dideteksi. Hal tersebut sangat berbeda dengan kondisi alergi susu sapi yang gejalanya bisa muncul dengan cepat dan seringkali langsung terjadi di satu tahun pertama kehidupan bayi.

Tingkat keparahan dari intoleransi susu sapi tergantung dari dosis yang diterima oleh si penderita, dan itu dapat bersifat kumulatif. Hal tersebut menyebabkan sulitnya intoleransi susu sapi didiagnosis. Moms and Dads mungkin ada yang bertanya, bagaimana ya cara yang efektif untuk menangani masalah intoleransi susu sapi? Cara yang efektif adalah dengan tidak mengkonsumsi semua makanan yang diduga secara potensial menjadi penyebab munculnya gejala intoleransi susu sapi, kemudian perhatikan apakah muncul gejala-gejala seperti diare ataupun kejang perut. Dari situ mungkin bisa dideteksi penyebab intoleransi yang sebenarnya.

Umumnya penyebab dari intoleransi susu sapi adalah ketidakmampuan dalam mencerna laktosa karena terjadinya defisiensi enzim lactase. Hal tersebut biasanya muncul pada masa anak-anak ataupun ketika sudah dewasa. Defisiensi lactase menyebabkan laktosa (komponen utama susu sapi) tidak dapat dipecah di saluran pencernaan. Bawaan genetik dari orang tua merupakan penyebab utama intoleransi susu sapi. Tidak hanya itu, radang yang terjadi di saluran pencernaan (usus) yang disebabkan oleh bakteri ataupun virus juga merupakan salah satu penyebab intoleransi susu sapi. Dalam beberapa kasus, ada bayi yang sama sekali tidak bisa memproduksi lactase. Untuk kasus tersebut, diberikan susu formula yang berasal dari kedelai. Ada penelitian yang menunjukkan bahwa angka kejadian intoleransi laktosa lebih tinggi pada populasi yang berkulit hitam dan terendah pada populasi di Eropa bagian utara.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: