Informasi dan Tips – informasitips.com

Alergi Pada Bayi

informasitips.com – Alergi makanan adalah suatu keadaan yang menggambarkan adanya respon system imun yang tidak normal terhadap makanan dan atau zat-zat yang terkandung dalam makanan. Manifestasi klinik alergi makanan terdiri dari gangguan pada saluran pencernaan atau pada organ tertentu sebagai akibat dari terjadinya reaksi imunologi. Dalam hal ini reaksi terjadi antara antibody dengan allergen, yaitu zat yang menyebabkan terjadinya alergi.

Dampak yang mungkin timbul ketika terjadi alergi bisa sangat membahayakan kesehatan dan dapat meyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan tepat dan cepat. Seberapa parah dampak tersebut? Tergantung dari kadar allergen yang terkonsumsi, seharusnya tidak melebihi kadar terendah yang masih dapat ditoleransi oleh si penderita.

Alergi pada buah hati kita sungguh dapat menyulitkan. Contoh pada anak saya, dia alergi terhadap susu sapi, telur, kacang tanah, sea-food, dan derivate-derivatnya, serta alergi terhadap debu. Karena saya dan istri ingin memberikan bayi kami ASI, maka asupan istriku harus benar-benar diperhatikan, dia sama sekali tidak boleh makan makanan yang saya sebutkan di atas, termasuk kue ataupun makanan kecil yang mengandung telur juga tidak boleh.

Manifestasi alergi pada buah hati kami adalah bintik-bintik di tubuhnya, terutama di wajah, yang menimbulkan rasa gatal, oleh karenanya bayi kami sering rewel. Kalau ibunya makan sea-food, dampaknya beda lagi, yaitu muncul bercak merah pada tubuhnya, tetapi yang ini tidak membuatnya gatal.

Bayi alergi

Balik lagi ke masalah alergi. Penyebab alergi terutama adalah gen dari orang tua yang memiliki riwayat alergi. Resiko alergi pada bayi akan semakin tinggi jika kedua orang tua memiliki riwayat alergi. Sekitar 58% tingkat resiko alergi pada bayi jika kedua orang tua memiliki riwayat alergi tetapi diantara keduanya menunjukkan gejala klinik yang berbeda. Jika gejala kliniknya sama, misalkan kedua orang tua memiliki asthma, maka tingkat resiko alergi pada bayi akan lebih besar lagi, yaitu mencapai 78%. Tetapi jika hanya salah satu pihak saja yang memiliki riwayat alergi, pihak ibu atau ayah, maka tingkat resiko alergi menjadi sekitar 35% (R.K. Chandra, 2002).

Jika bayi kita alergi, maka sebisa mungkin kita berusaha untuk menghindarkannya dari makanan-makanan yang mengandung zat allergen. Menurut riset para pakar, penundaan dalam memperkenalkan gandum, telur, ikan, kedelai, dan kacang akan membantu mengurangi tingkat kejadian alergi pada bayi tercinta kita.

Apakah alergi bisa hilang seiring dengan berjalannya waktu? Jawabannya mungkin saja bisa, tetapi untuk kasus-kasus tertentu si penderita akan tetap mengalami alergi terhadap allergen tertentu selama masa hidupnya, tergantung dari sistem imun pada tubuhnya dalam mengatasi alergi. Ada strategi-strategi tertentu untuk mencegah terjadinya alergi pada bayi, yaitu pemberian ASI eksklusif, mengontrol pola makan sang ibu selama masa laktasi, susu formula hypoallergenic, penundaan dalam memperkenalkan makanan-makanan padat tertentu (seperti telah saya sebutkan sebelumnya), dan mengurangi tingkat pemaparan si bayi terhadap debu (jaga kebersihan rumah) dan asap rokok (merokok itu tidak sehat untuk semuanya.

Terimakasih telah meluangkan waktu anda untuk membaca artikel ini, semoga memberikan manfaat untuk anda dan si buah hati.
(ST)



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: