Informasi dan Tips – informasitips.com

Alat Kontrasepsi Hormonal

informasitips.com – Dari berbagai jenis metode kontrasepsi, metode hormonal adalah salah satu kontrasepsi yang banyak digunakan masyarakat. Kontrasepsi hormonal mengandung hormon reproduksi seperti estrogen, progesteron dan testoteron. Karena kandungan hormon didalamnya, maka tidak semua bisa menggunakannya. Ada indikasi dan kontraindikasi pada setiap jenis kontrasepsi hormonal. Karena alasan tersebut, anda harus konsultasi pada bidan atau dokter sebelum menggunakan salah satu jenis kontrasepsi hormonal.

Berdasarkan kandungan hormon, kontrasepsi hormonal dibedakan menjadi kontrasepsi kombinasi (mengandung hormon estrogen dan progesterone), kontrasepsi progestin dan kontrasepsi testosteron. Sedangkan dari cara pemakaiannya dibedakan menjadi suntik, pil, implant dan AKDR progestin.

Berikut ini macam-macam kontrasepsi hormonal:

  1. Pil
    Kita sudah sering mendengar kontrasepsi yang satu ini, namum kebanyakan belum mengetahui macam, fungsi serta kontraindikasinya sehingga ada yang keliru meminumnya. Pil KB ada empat macam yaitu pil kombinasi yang mengandung estrogen dan progesterone, pil KB dengan kandungan progesterone saja, pil sekuensial yang komponennya disesuaikan dengan sistem hormonal tubuh, serta pil KB darurat.

    Biasanya pil KB berisi 28 atau 21 tablet dengan 7 tablet bebas hormon. Semua jenis pil KB, kecuali untuk kontrasepsi darurat, mulai diminum saat haid. Jika diminum setelah haid, harus dipastikan tidak sedang hamil dan menggunakan kontrasepsi lain selama tujuh hari (misalnya kondom, coitus interuptus) karena efek pil tidak bisa bekerja secara langsung. Anda bisa mulai minum pil placebo/bebas hormon satu tablet setiap hari sesuai arah yang ada pada pil KB.

    Sebaiknya pil KB diminum pada saat yang sama setiap harinya untuk meningkatkan efektivitas. Jika anda lupa minum pil satu hari, maka hari berikutnya harus minum dua pil, jika lupa dua hari maka harus minum dua pil selama dua hari. Jika anda muntah kurang dari dua jam setelah minum pil, maka harus minum pil lagi. Pil KB tidak cocok untuk klien yang sering lupa, karena akan menurunkan efektivitasnya.

    Cara kerja pil kombinasi adalah menekan ovulasi, mencegah implantasi, mengentalkan lendir servik, serta mengganggu pergerakan tuba sehingga tidak terjadi pembuahan. Efektivitas pil KB kombinasi sangat tinggi yaitu 100% bila diminum menurut aturan. Pil KB kombinasi memiliki beberapa keuntungan antara lain tidak mengganggu hubungan s e k su al, mengurangi nyeri haid, menurunkan volume darah haid sehingga mencegah anemia, dapat digunakan untuk semua usia, membantu mencegah kehamilan ektopik, kanker ovarium dan kanker endometrium.

    Pill KB Alat Kontrasepsi Hormonal

    Kerugian dari kontrasepsi jenis ini adalah mahal, perlu kesabaran tinggi, mual untuk tiga bulan pertama, nyeri pay udara, mempengaruhi berat badan, mengurangi produksi ASI, meningkatkan tekanan darah dan retensi cairan, resiko stroke dan gangguan pembuluh darah vena, dan tidak mencegah IMS. Tidak semua klien merasakan kerugian dari pil KB, tergantung pada reaksi tubuh masing-masing individu. Pil KB kombinasi tidak boleh digunakan untuk ibu yang memiliki tekanan darah sistolik lebih dari 160 mmHg atau diastolik lebih dari 90 mmHg, anemia bulan sabit, hamil, menyusui, hepatitis, kanker pay udara, serta epilepsi.

    Untuk pil KB dengan kandungan progesterone atau biasa disebut minipil memiliki beberapa keuntungan diantaranya sangat efektif (98.5%), tidak mengganggu hubungan s e k su al, tidak mempengaruhi ASI, dapat dihentikan setiap saat dan kesuburan relatif lebih cepat kembali, mengurangi nyeri haid, menurunkan tingkat anemia, melindungi dari penyakit radang panggul, mencegah kanker endometrium, serta mengurangi keluhan premenstrual sindrom. Adapun kerugiannya adalah mengganggu keteraturan menstruasi (spotting, amenore, perdarahan sela), mempengaruhi berat badan, pay udara menjadi tegang, menimbulkan jerawat, mual dan muntah, meningkatkan resiko kehamilan ektopik, dan tidak melindungi dari PMS. Kontraindikasi pengguna pil ini adalah wanita hamil, perdarahan per vag in am yang belum jelas penyebabnya, pengguna obat tuberculosis atau epilepsi, penderita kanker pay*d*ra dan mioma uterus, serta penderita stroke.

    Kontrasepsi darurat disebut juga “morning after treatment” adalah jenis kontrasepsi yang digunakan segera setelah melakukan hubungan suami istri. Kontasepsi ini hanya digunakan dalam keadaan terpaksa, bukan untuk dijadikan kebiasaan. Beberapa alasan penggunaan kontrasepsi darurat antara lain ko n do m bocor, diafragma pecah, terlambat suntik KB lebih dari dua minggu, pem er ko sa an, kegagalan se ng gama terputus atau ketidaksengajaan lainnya. Pil yang digunakan untuk kontrasepsi darurat adalah pil kombinasi dosis tinggi diminum 2×2 tablet dalam waktu tiga hari pasca se ng gama, pil kombinasi dosis rendah diminum 2×4 tablet dalam waktu tiga hari, pil progestin diminum 2×1 tablet dalam waktu tiga hari pasca se ng gama, pil estrogen diminum 2×1 dosis dalam waktu lima hari, mifepriston dan danazol.

  2. Suntik
    Kontrasepsi suntik ada tiga yaitu kombinasi, progestin, dan testosteron. Untuk suntikan kombinasi mengandung 25 mg depo medroksiprogesteron asetat dan 5mg estradiol sipionat (cyclofem), atau 50 mg noretindron enantat dan 5 mg estradiol valerat. Cara kerja KB suntik hampir sama dengan KB pil kombinasi, hanya saja KB suntik diberikan sebulan sekali dengan dosis yang lebih tinggi dari pil sehingga cenderung merusak keteraturan hormon. Keuntungan, keterbatasan serta kontraindikasi KB suntik kombinasi juga sama dengan pil kombinasi, bedanya KB suntik memerlukan pelayanan kesehatan. Suntikan pertama dilakukan saat haid, 42 hari pasca persalinan, atau sewaktu-waktu dengan menggunakan kontrasepsi lain selama tujuh hari.

    Kandungan KB suntik progestin ada dua macam yaitu depo medroksiprogesteron asetat (depoprovera) yang diberikan tiap tiga bulan dan depo noretisteron enantat (depo noristerat) yang disuntikkan tiap dua bulan. Cara kerja, keuntungan, kerugian, sera kontraindikasinya sama dengan pil progestin, hanya saja kembalinya kesuburan lebih lama karena obat diberikan dalam dosis tinggi dengan jeda waktu yang lama, sehingga sistem kerja hormon tidak berjalan sebagaimana mestinya.

    Baru-baru ini ditemukan jenis kontrasepsi hormonal yang menggunakan testosterone. Kontrasepsi ini diperuntukkan laki-laki dengan waktu injeksi setiap bulan. Keuntungan kontrasepsi ini adalah efektivitas 100% dan kesuburan bisa segera kembali setelah pemakaian dihentikan.

  3. Implant
    Implant adalah alat kontrasepsi hormonal yang dipasang dibawah jaringan kulit pada lengan atas. Jenis implant ada empat yaitu norplant dengan jangka waktu pemasangan lima tahun, implanon jangka waktu tiga tahun, jadena dan indoplan jangka waktu tiga tahun. Anda harus memasang dan mencabut implant di fasilitas kesehatan, dan melakukan serangkaian tes kesehatan sebelum memakainya.

    Seperti kontrasepsi hormonal lainnya, implant memiliki efektivitas tinggi. Keuntungan, keterbatasan dan kontraindikasi implant sama dengan pil progestin, bedanya implant memerlukan tindakan bedah sederhana untuk pemasangan dan pencabutan dengan biaya lebih mahal. Implant bisa dipasang pada hari ke-2 sampai ke-7 siklus haid, enam minggu pasca persalinan bagi ibu yang tidak menyusui secara eksklusif, enam bulan untuk ibu yang menyusui secara eksklusif, atau sewaktu-waktu dengan menggunakan metode lain selama tujuh hari. Akhir-akhir ini BKKBN sering mengadakan safari KB dengan kegiatan pemasangan implant dan IUD secara gratis. Jadi mahalnya biaya tidak lagi menjadi kendala bagi anda yang ingin menggunakan kontrasepsi ini.

  4. AKDR Progestin
    AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim) adalah alat kontrasepsi yang dipasang di dalam uterus (rahim). AKDR progestin ada dua yaitu prigestase yang mengandung progesterone dan mirena yang mengandung levonorgestrel. Cara kerjanya menutup jalan pertemuan s p e r ma dan sel telur, mengurangi jumlah s p e r ma yang bisa masuk tuba falopi (tempat sel telur), menjadikan selaput lendir rahim tipis dan tidak siap ditempati sel telur, serta meng-inaktifkan s p e r ma.

    Kontrasepsi ini sangat efektif dan bisa dipasang selama satu tahun. Keuntungan lainnya adalah tidak berpengaruh terhadap ASI, kesuburan cepat kembali, dapat digunakan bersama dengan obat tuberculosis, epilepsi, dan hormon estrogen untuk wanita perimenopause. Keterbatasannya perlu dilakukan pemeriksaan dalam, harga dan pemasangan relatif mahal, memerlukan tenaga kesehatan khusus, menyebabkan amenore pada penggunaan jangka panjang, menurunkan kadar HDL kolesterol, memicu pertumbuhan mioma dan kanker pay udara, serta meningkatkan resiko rangang panggul. Kontraindikasi pengguna AKDR progestin adalah hamil (bisa menyebabkan keguguran), perdarahan per va g i na m yang belum jelas penyebabnya, keputihan, menderita salah satu penyakit reproduksi, dan menderita kanker.

    AKDR progestin bisa dipasang selama siklus haid, 48 jam setelah melahirkan, enam bulan pertama untuk ibu yang menyusui secara eksklusif, serta pasca keguguran jika tidak mengalami infeksi.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: