Informasi dan Tips – informasitips.com

Ada Apa dengan Kandungan Mineral dalam ASI?

Pentingnya Kandungan mineral dan kolostrum dalam ASIinformasitips.com – Tahukah anda kenapa kolostrum sangat dianjurkan untuk diberikan kepada bayi tercinta? Tahukah anda juga apa fungsi mineral, seperti Zn (seng/zinc), Mg (magnesium), Ca (kalsium), dll, bagi bayi kita?

Kedua pertanyaan di atas memiliki jawaban yang saling berkaitan. Pertama saya ingin menjawab pertanyaan yang kedua terlebih dahulu. Fungsi mineral bagi buah hati kita adalah membantu terjadinya proses metabolisme di dalam tubuh. Proses metabolisme tersebut melibatkan enzim-enzim yang membutuhkan mineral sebagai ko-enzim, artinya mineral akan mengoptimalkan kerja enzim pada proses metabolisme yang berlangsung, sehingga metabolisme berjalan dengan lancar.

Untuk menjawab pertanyaan yang pertama ada yang ingin saya jelaskan terlebih dahulu. Dalam beberapa literatur, proses pemberian ASI dibagi menjadi tiga tingkatan berdasarkan hari produksinya, yaitu kolostrum, transisi dan mature milk. Kolostrum diproduksi pada hari pertama sampai hari kelima setelah bayi lahir. Sedangkan ASI transisi diproduksi setelah hari kelima sampai hari ke-13, dan mature milk diproduksi setelah hari ke-13 sampai bulan-bulan berikutnya. Kandungan nutrien dalam ketiga tingkatan itu saling berbeda secara signifikan, termasuk dalam kandungan mineralnya.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Akanle dkk, kolostrum menunjukkan kandungan mineral (Ca, Cl (klorida), Cu (tembaga), Mg, Fe (besi/ferum), Na (natrium), Zn) yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan ASI transisi dan mature milk. Kolostrum memegang peranan penting dalam menyediakan nutrisi-nutrisi untuk bayi yang baru lahir dalam beradaptasi dengan lingkungan barunya. Sesegera mungkin setelah ASI moms keluar berilah kolostrum kepada bayi tercinta, itulah sebabnya mengapa Inisiasi Menyusui Dini (IMD) menjadi penting dalam memberikan nutrisi-nutrisi terbaik untuk si buah hati.

Berbeda dengan kolostrum, kandungan mineral ASI transisi mengalami perubahan, ada beberapa mineral yang menurun konsentrasinya, sementara mineral yang lain meningkat. Sedangkan kandungan mineral ASI mature relatif konstan dan stabil. Perlu diketahui bahwa kandungan mineral-mineral dalam ASI seperti Cu, Fe, Zn, Ca dan Mg tidak dipengaruhi oleh asupan makanan, berbeda halnya dengan Selenium, tetapi dipengaruhi oleh jenis ASI yang diberikan, apakah dia kolostrum, transisi atau mature milk, seperti yang telah saya jelaskan sebelumnya. Sebagai contoh, Vuori dkk. menjelaskan bahwa tidak ada korelasi antara asupan Cu, Fe, dan Zn dengan konsentrasi mineral-mineral tersebut di dalam ASI. Begitu juga hasil penelitian dari Kirskey dkk. yang menjelaskan bahwa tidak ada pengaruh dari asupan makanan yang mengandung Ca, Mg dan Zn dengan konsentrasinya di dalam ASI.

Sebagai penutup saya ingin memberikan kesimpulan, bahwa kolostrum memiliki kandungan Ca, Cl, Cu, Fe, K (Kalium), Mg, Na dan Zn yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan ASI pada masa transisi dan mature milk. Hal tersebut penting dalam menunjang proses penyesuaian metabolisme bayi setelah dilahirkan, yang tentunya akan berdampak positif bagi kesehatannya. Sudah sepatutnya produsen susu formula menyesuaikan kandungan mineral dalam produknya dengan kandungan mineral pada ASI yang terbagi dalam tiga tingkatan, yaitu kolostrum, transisi dan mature milk, dengan tujuan untuk memberikan benefit kepada bayi sesuai dengan kebutuhan atau umurnya.
(ST)



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *