Informasi dan Tips – informasitips.com

4 Gejala Rumah Tangga yang Sedang “Sakit”

informasitips.com – Di awal-awal pernikahan, biasanya yang banyak terlihat dari pasangan suami istri adalah hal-hal yang manis dan indah saja. Rumah tangga yang dibangun terasa begitu indah dan menyenangkan.

Beberapa tahun berselang, keharmonisan rumah tangga mulai berkurang. Keindahan yang dulu ada kini terasa hambar. Apa penyebabnya? Mungkin saja karena sudah tidak ada acara “jaim-jaiman” lagi, atau mungkin juga karena tuntutan memenuhi kebutuhan hidup dan tanggung jawab yang berat dalam membesarkan anak-anak.

Karena terlalu lelah bekerja seharian mencari nafkah untuk keluarga, waktu suami untuk istrinya mungkin saja berkurang. Begitu pula halnya dengan istri, rasa penat dan lelah setelah bekerja dan mengurusi anak-anak acap kali membuat momen kebersamaan istri dan suaminya menjadi hal yang langka. Tak hanya itu, aneka perselisihan dan keributan mungkin saja mewarnai hari-hari pasangan suami istri. Tanpa disadari hal-hal tersebut disaksikan dan dirasakan langsung oleh anak-anak mereka. Pada akhirnya, anak-anak jugalah yang akan merasakan dampaknya nanti.

Hal- hal yang sudah digambarkan di atas hanyalah contoh saja. Memang, tidak semua pasangan mengalaminya. Namun, hal-hal tersebut bisa terjadi pada pasangan manapun, termasuk pada Anda dan pasangan, bila tidak pandai menjaganya. Bagaimana cara menjaganya? Salah satu caranya adalah dengan lebih peka dalam melihat gejala-gejalanya, agar bisa segera diantisipasi dan dicari solusinya.

Ilustrasi

Bila Anda merasa bahwa hari-hari dalam kehidupan rumah tangga Anda terasa ada yang “berbeda”, jangan didiamkan begitu saja. Karena, bisa jadi itu pertanda bahwa rumah tangga Anda sedang “sakit” atau sedang mengalami masalah yang serius. Carilah cara untuk memperbaikinya. Agar tidak terlambat mengambil langkah penyembuhan, ketahui beberapa gejala yang menjadi pertanda bahwa rumah tangga Anda sedang dalam kondisi yang tidak sehat, yaitu:

  1. Pasangan menjauh
    Sebagai pasangan, tentu banyak hal yang sering dilakukan bersama-sama. Misalnya, pergi ke acara pesta bersama-sama, jalan-jalan atau menghabiskan waktu akhir pekan bersama-sama, makan malam bersama, atau melakukan hal-hal lainnya bersama-sama. Namun, bila waktu bersama-sama itu semakin lama semakin langka, atau Anda merasa banyak hal yang dulu biasanya dilakukan bersama-sama namun saat ini lebih sering dilakukan sendiri-sendiri, Anda boleh waspada.

    Sebaiknya tidak dibiarkan berlarut-larut, karena bisa merusak keharmonisan rumah tangga. Bisa jadi hal tersebut merupakan pertanda, baik pasangan maupun Anda sudah mulai merasakan ketidaknyamanan dalam kebersamaan dan lebih menikmati melakukan banyak hal secara sendiri-sendiri.

    Ditambah lagi, bila salah satu pihak merasa bahwa pasangannya terkesan menjauh atau menghindar. Itu merupakan suatu pertanda ada masalah yang serius dalam rumah tangga.

  2. Merasa terganggu dengan pasangan
    Dulunya, mungkin saja segala kekurangan pasangan bisa dimaklumi. Namun, bila suatu hubungan sedang berada dalam kondisi yang tidak sehat, maka kekurangan sekecil apapun dirasa sangat mengganggu dan bahkan bisa menimbulkan perselisihan. Hal itu tentu tidak boleh dianggap sebagai sesuatu yang sepele, karena bila dibiarkan akan semakin mengikis rasa sayang dan sikap saling menghargai satu sama lain. Komplain berkepanjangan juga akan menjadi bibit pertengkaran yang bisa merusak keharmonisan.

  3. Pertengakaran tiada akhir
    Gejala yang cukup nyata terlihat dari sebuah hubungan yang sedang “sakit” adalah seringnya terjadi percekcokan atau pertengkaran. Bahkan tidak jarang, percekcokan yang timbul disebabkan oleh hal-hal kecil yang sifatnya sepele atau bahkan terkesan dibuat-buat. Bila kondisi rumah tangga Anda seperti ini, Anda perlu berhati-hati. Terlebih bila pertengkaran yang terjadi itu tidak memberikan solusi yang jelas. Seringkali menguap saja tanpa solusi, atau bahkan bertengkar terus tiada akhir dan tidak ada keinginan dari kedua belah pihak untuk menyelesaikannya. Berhati-hatilah dengan kondisi ini, karena itu sebuah pertanda jelas bahwa kondisi hubungan Anda dan pasangan sudah tidak sehat lagi. Karena, dalam hubungan yang sehat biasanya kedua belah pihak akan berusaha menemukan jalan keluar dari setiap pertengkaran yang terjadi.

  4. Membawa nama pria/wanita lain
    Berhati-hatilah, bila salah satu (atau mungkin kedua pihak) sudah mulai sering membawa-bawa nama pria/wanita lain. Apalagi orang lain yang namanya sering disebut-sebut itu dijadikan referensi pembanding ketidakpuasan yang dirasakan dalam hubungan rumah tangga. Misalnya, suami sering komplain dan marah ke istri lalu menyebut nama wanita lain dan membandingkan kesalahan istrinya dengan apa yang dilakukan si wanita lain itu. Selain membandingkan, si suami juga memperlihatkan perasaan lebih menyukai cara yang dilakukan wanita lain itu dibandingkan dengan apa yang dilakukan istrinya. Ini betul-betul perlu diwaspadai, karena sudah jelas ada sesuatu masalah yang serius dalam hubungan rumah tangga yang tengah dijalani.

Cara Menyikapinya
Bila Anda menyadari bahwa rumah tangga Anda sedang berada dalam kondisi yang tidak sehat, segeralah bertindak. Hal yang perlu Anda lakukan adalah cobalah introspeksi dan perbaiki diri. Mungkin saja, ada hal-hal yang tidak berkenan dari diri dan sikap Anda yang dirasakan oleh pasangan Anda. Cobalah untuk memperbaiki itu.

Selanjutnya, tidak ada salahnya juga untuk pelan-pelan coba membicarakan hal tersebut dengan pasangan Anda. Bicaralah dari hati ke hati demi keutuhan rumah tangga Anda. Kesampingkan ego, gengsi, malu atau hal-hal lainnya yang bisa menghambat komunikasi Anda dan pasangan. Dengan cara yang halus dan tidak melukai perasaan pasangan Anda, cobalah terbuka pada pasangan mengenai apa yang sedang Anda rasakan.

Saat bicara dari hati ke hati itu, fokuslah pada solusi bukan hanya sekedar komplain atau mengutarakan keluhan yang dirasakan.

Bila sudah saling terbuka, seharusnya, baik suami maupun istri, masing-masing harus bisa introspeksi diri dan bertekad untuk memperbaiki kesalahan. Jangan pernah menimpakan kesalahan hanya pada salah satu pihak saja. Dua-duanya harus bisa memperbaiki diri, dan merasa bertanggung jawab untuk memperbaiki itu berdua. Dengan begitu, tidak ada pihak yang merasa menang ataupun kalah. Ingatlah, keutuhan rumah tangga Anda dan kebahagiaan anak-anak Anda terlalu berharga untuk dikorbankan.

Memang tidak semua pasangan suami istri mengalami hal yang demikian. Masih banyak juga pasangan suami istri yang harmonis dan menjalani hari-hari berumah tangga dengan indah meskipun sudah bertahun-tahun menikah. Beruntung, bila Anda dan pasangan termasuk ke dalam kelompok yang harmonis itu. Hal tersebut patut disyukuri dan harus selalu Anda jaga.



loading...
Bagikan artikel:

One thought on “4 Gejala Rumah Tangga yang Sedang “Sakit”

  1. indah

    berarti rmh tngga ku sdh termasuk sakit nih..suamiku sering berkata kebun binatang dll krn hal kecil.krn ingat dan liat wajah anak aq g kuasa ninggalin.terahir kami sedang ibadah bersama anak anakku selesai kami pulang nyampe rumah sambil makan roti suamiku berkata “ehh si anu punya anak lg kt nya membicarakan teman nya .saya jawa.b ohh ya?papa liat dimana? dia jawab masa gak liat sihh orang disamping kanan mama kok.membertahu jarak satu meter kekanan yg posisinya aku sebelah pi ggir orng tsbt.sy memang di pinggir dikiri saya anak 2 dan suami.sy jujur sy polos sy gak liat kekanan krn sy pokus ibadah dan sesekli perhatianku sama balitaku yg duduk dikiriku.suamiku lngsung marah2″ms gak liat emang kebiasaan mama gitu orang ngeliatin mama tp mama g liat .nah loh dlm hatiku klu orng dlyan yg liat aku knp gak ditegor?lnjut lg dia blng sm orang aja kamu gitu apalgi sm keluargaku.dlm hatiku kok jd bawa2 keluarganya?toh selama ini kelyarganya gak pernah membatu aku dan anak2ku saat mulai nikahi sampai sekarang bahkan saat anakku lahir scesar dan anakku operasi yg bantu keluargaku tp gk pernah kusebut2.aku mulai panas tp ttp aku tahan aku hanya bilang “ya aku gak liat masa dipaksain liat”mulai dia dengan kata kata kebun binatang nya dan pemalas penyakitan dll.aku ibu rmh tangga aku ngurus kedua anakku dan ngurus rmh tanpa pembantu .tp tetap aja itu bkn pekerjaan .ttgaku aja blng aku terlalu bersih krn ngepel rmh dua kali sehari.suamiku orang yng galak dàn gak tau malu teriak kebun binatang nya sampai seluruh komplex mendengar.sy sampai malu keluar rmh.menurutku knp gara2orang lain krsok dia kasar sama istrinya sampai anakku syok ngeliat kelakuanya dan sempat takut bk mata dan peluk bantal guling.tp suamiku tdk memikirkan itu.sy hanya kasihan sm anak2ku yg lucu2 dàn polos.bkn sekali duakali dia begitu entah sampai kpn aq bs bertahan.rs hormatku pdnya tlh terkikis oleh perilakunya.aq hnya manusia kesabaranku terbatas.aku hanya bs msk kmr dan menangis.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: