Informasi dan Tips – informasitips.com

3 Kebiasaan Baik Untuk Mencegah Obesitas Pada Anak

informasitips.com – Masalah obesitas pada anak-anak rupanya menjadi masalah yang cukup serius dan tidak bisa diabaikan begitu saja. Obesitas yang sudah mulai timbul sejak masa kanak-kanak bisa berdampak buruk dan cukup serius bagi kesehatannya dewasa nanti. Gaya hidup yang kurang baik seperti terlalu sering memakan makanan berlemak misalnya junk food dan kurangnya aktivitas fisik, ternyata merupakan salah satu penyebab yang berkontribusi cukup besar untuk menyebabkan obesitas pada anak-anak. Karena penyebab terbesarnya adalah gaya hidup (pola hidup) yang tidak baik, maka tentu cara terbaik mengatasi ataupun mencegah obesitas pada anak adalah dengan mengubah kebiasaan buruk dan pola hidup yang kurang sehat menjadi pola hidup yang lebih baik.

Statistik dari Pusat Kontrol Penyakit di Amerika menunjukkan bahwa masalah obesitas pada anak-anak meningkat cukup tajam sebanyak tiga kali lipat lebih selama 30 tahun terakhir ini. Dengan menerapkan kebiasaan/pola hidup yang baik pada anak-anak ternyata dapat menurunkan resiko timbulnya obesitas. Para praktisi kesehatan di Amerika menyarankan agar para orang tua menerapkan 3 kebiasaan baik yang diyakini dapat menurunkan dan mencegah timbulnya masalah obesitas pada anak-anak. Tiga kebiasaan baik tersebut ternyata dapat menurunkan resiko obesitas pada anak sebesar 25 sampai 40%, dan hal ini bisa diterapkan baik pada anak yang memiliki atau tidak memiliki fator resiko terhadap obesitas.

Tiga kebiasaan baik yang perlu diterapkan orang tua untuk mencegah obesitas pada anak

Apa saja sih 3 kebiasaan baik tersebut?
Bila Anda, orang tua yang peduli akan masalah ini, berikut 3 kebiasaan baik yang patut Anda terapkan untuk mencegah timbulnya obesitas pada anak Anda.

  1. Makan malam bersama secara rutin
    Terapkanlah kebiasaan baik makan malam bersama keluarga. Anak yang makan malam bersama dengan orang tuanya paling tidak 5 kali dalam seminggu cenderung memiliki berat badan yang lebih ringan dan akhirnya juga akan memiliki pola (kebiasaan) makan yang lebih baik dan sehat lagi. Kebiasaan ini sangat penting karena tentunya akan melekat pada anak dan bisa menjadi bekal yang baik bagi anak agar tetap dapat menjaga pola hidup yang baik nantinya.

    Direktur pusat pengaturan berat badan anak dari Rumah sakit Pittsburgh, Amerika sebagaimana yang dikutip dalam buku tulisannya Prometheus Book, 2006 mengatakan bahwa ketika sebuah keluarga membiasakan makan malam bersama, maka anak-anak akan cenderung memakan makanan yang tentunya akan lebih sehat dibandingkan dengan ketika anak-anak mengambil makanan sembarangan tanpa pengawasan dari orang tuanya.

  2. Membatasi menonton TV atau bentuk hiburan lain sejenisnya
    Anak-anak perlu dibatasi dalam menonton TV, film, bermain game atau bentuk hiburan lain sejenis yang tidak terlalu banyak aktivitas fisiknya. Anak-anak yang terbiasa berlama-lama melakukan kebiasaan tersebut biasanya cenderung untuk melakukan kebiasaan buruk lainnya yaitu mengemil sambil menonton TV, film atau game. Mengemil memang hanya memakan makanan kecil namun terkadang tanpa disadari porsinya bisa menjadi tak terkontrol. Selain itu, makanan cemilan biasanya adalah makanan yang kurang sehat, banyak lemak, banyak manis (gula).

    Kebiasaan berlama-lama di depan TV saja sudah memberikan dampak kurang baik karena anak-anak menjadi lebih sedikit aktivitas fisiknya, jarang bergerak. Bila ditambah lagi dengan kebiasaan mengemil maka kemungkinan untuk menjadi obesitas akan lebih besar. Itulah sebabnya mengapa orang tua perlu memberikan batasan maksimal hanya 2 jam per hari saja untuk menonton TV, film, atau bermain game.

    Ganti kebiasaannya tersebut dengan bentuk hiburan lain yang lebih banyak aktivitas fisiknya, misalnya bermain-main di sekitar taman ataupun aktivitas fisik lainnya. Orang tua juga bisa mengisi waktu anak dengan mengajak anaknya berdiskusi, saling sharing tentang aktivitas sehari-hari sambil disisipkan tentang informasi yang berguna mengenai pentingnya menjaga kesehatan tubuh, nutrisi dan makanan yang masuk ke dalam tubuh.

    American Academy of Pediatrics (AAP) juga telah menyarankan untuk anak di atas 2 tahun boleh menonton TV maksimal 2 jam per hari, sementara untuk anak di bawah usia 2 tahun sebaiknya tidak menonton TV sama sekali. Baca artikel lengkapnya di sini.

  3. Pastikan bahwa anak mendapatkan tidur yang cukup dan berkualitas
    Menurut sebuah studi di Warwick Medical School, Inggris kurang tidur dapat meningkatkan resiko obesitas baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Dari studi tersebut disimpulkan bahwa tidur yang cukup dan berkualitas sangat penting dan diperlukan untuk menurunkan resiko overweight (kelebihan berat badan) dan obesitas. Overweight dan obesitas dapat meningkatkan resiko timbulnya berbagai penyakit berbahaya seperti penyakit jantung, stroke, diabetes, dan juga penyakit berbahaya lainnnya.

    Selain itu, overweight dan obesitas juga bisa menyebabkan gangguan tidur yaitu gangguan bernafas saat tidur yang menyebabkan tubuh berhenti bernafas selama tertidur secara berulang selama 1 menit atau lebih dengan frekuensi bisa sampai seratus kali dalam satu malam. Penyakit ini dinamakan Obstructive Sleep Apnea (OSA). OSA bisa sangat berbahaya dan bahkan bisa berakibat fatal. Peluang terjadinya OSA pada anak-anak sekitar 2%, sementara pada orang dewasa yaitu sekitar 4% untuk pria dewasa dan 2% untuk wanita dewasa. Dan ternyata sekitar 50% dari orang yang mendengkur (mendengkur dengan suara yang keras) selama tidur juga mengalami OSA. Masih menurut studi tersebut, mendengkur biasanya dialami sekitar 10-12 % anak-anak dan sekitar 24 % terjadi pada wanita dewasa, 40% pada pria dewasa.

    Berapa lama sih waktu tidur yang cukup bagi manusia?
    Bayi baru lahir 0 sampai 2 bulan butuh tidur selama 12-18 jam per hari.
    Bayi usia 3 sampai 11 bulan butuh tidur selama 14 -15 jam per hari.
    Anak batita usia 1 – 3 tahun butuh tidur selama 12 – 14 jam per hari.
    Anak-anak balita usia 3 – 5 tahun butuh tidur selama 11 – 13 jam per hari.
    Anak-anak usia sekolah (usia 5-10 tahun) butuh tidur selama 10 – 11 jam per hari.
    Remaja (usia 10-17 tahun) disarankan untuk tidur selama 8 – 9 jam per hari.
    Orang dewasa disarankan tidur selama 7-9 jam per hari.

    Terkait masalah obesitas pada anak-anak, kurang tidur pada anak-anak akan mengakibatkan anak-anak menjadi malas, dan tidak semangat untuk melakukan aktivitas fisik. Karena aktivitas fisik yang kurang, maka akan semakin sedikit pula jumlah kalori yang dibakar. Akibatnya resiko mengalami overweight (kelebihan berat badan) dan obesitas akan menjadi lebih besar lagi.

    Anak yang kurang tidur juga akan mengalami peningkatan kadar hormon kortisol di dalam tubuhnya. Dan kortisol yang tinggi dapat menstimulasi meningkatnya nafsu makan sehingga juga dapat meningkatkan resiko timbulnya obesitas.

    Jadi, tidurlah yang cukup agar resiko obesitas bisa diturunkan dan bahkan dicegah.

Tiga langkah (kebiasaan) baik yang perlu diterapkan orang tua untuk mencegah dan mengurangi resiko obesitas pada anak-anak ternyata cukup mudah untuk dilakukan, bukan? Jadi, tidak ada alasan untuk tidak mencobanya ya kan?
Semoga bermanfaat. (ST)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove © 2011


loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *