Informasi dan Tips – informasitips.com

3 Cara Mendeteksi Kehamilan

informasitips.com – Bagi pasangan suami istri, kehadiran si buah hati pastilah menjadi sesuatu yang sangat diidam-idamkan. Tidak jarang berbagai upaya dilakukan agar bisa segera memiliki momongan.Untuk mengetahui apakah Anda sedang hamil atau tidak, Anda harus melakukan tes untuk mendeteksi kehamilan. Bermacam-macam cara untuk mendeteksi kehamilan kini bisa Anda lakukan. Jangan buru-buru kecewa bila hasil salah satu tes yang Anda lakukan tidak sesuai dengan keinginan Anda. Anda bisa mencoba alternatif tes yang lain. Anda dianjurkan untuk melakukan pendeteksian lebih dari satu kali guna mendapatkan hasil yang akurat.

Beberapa Cara Deteksi Kehamilan

  1. Test Urine

    Pendeteksian kehamilan melalui air seni/urine paling sering dilakukan. Selain mudah dan sederhana, test urine ini juga dapat dilakukan sendiri tanpa perlu bantuan ahli. Inti test kehamilan adalah untuk mendeteksi adanya HCG (Human Chorionic Gonadotropin), yaitu hormon yg dihasilkan embrio saat terjadinya kehamilan yg akan meningkat dalam urin dan darah seminggu setelah konsepsi. Hormon tersebut dilepaskan ke dalam darah ibu yang mengalir mengitari ovum, lalu terbawa menuju indung telur. Hal tersebut menyebabkan terjadinya peningkatan progesterone yang berfungsi menahan haid berikutnya. HCG mencapai tingkat produksi maksimum saat usia kehamilan 12 minggu, sementara plasenta berkembang dan menjadi lebih aktif. HCG dikeluarkan oleh ginjal ibu dan dapat dideteksi dalam darah dan urine pada minggu-minggu awal kehamilan. Keberadaan hormon inilah yang menjadi dasar test kehamilan.

    Jenis-jenis test urine terbagi atas:

    Cara Mendeteksi Kehamilan

    sumber gambar: villagevoice.com

    • Test Pack (Pengetesan sendiri)

      Test pack ini adalah salah satu dari sekian banyak alat pendeteksian kehamilan yang praktis dilakukan di rumah. Alat ini dijual bebas dengan harga dan merek yang bervariasi. Test pack terbagi dalam dua bentuk yaitu strip dan compact. Bedanya, bentuk strip harus dicelupkan ke urine yang telah ditampung atau disentuhkan pada urine waktu buang air kecil. Untuk compact sudah ada tempat untuk menampung urine yang akan diteteskan. Bila Anda sudah menyentuhkan test pack dengan urine, maka akan muncul hasil berupa garis merah. Kemunculan satu atau dua garis mengisyaratkan kalau test pack dilakukan dengan benar. Sebaliknya, kalau tidak muncul garis merah bisa saja diakibatkan oleh kesalahan pemakaian. Kalau garis pertama sudah muncul, kemunculan garis kedua menyatakan seseorang dikatakan hamil. Untuk hasil yang akurat, perhatikan mengenai cara penggunaannya yang tercantum dalam kemasan alat test tersebut, serta perhatikan juga masa kadaluawarsa alat test tersebut dan tingkat akurasi dari alat test tersebut.

    • Test Slide

      Pada rumah bersalin atau klinik, tes urine dilakukan dengan menggunakan slide kaca. Setetes urine dicampur degan setetes antiserum, lalu ditambahkan dengan setetes latex suspension. Bila HCG terdapat dalam urine, hormon itu akan dinetralkan oleh antiserum, tak ada reaksi dengan latex suspension dan larutan seperti susu akan tertinggal di atas slide. Bila tidak terdapat HCG, maka antiserum akan bereaksi dengan latex membentuk semacam biji-bijian.

    • Test Laboratorium

      Untuk pendeteksian ini anda cukup mengirimkan contoh urine yang Anda keluarkan pertama kali pada pagi hari. Urine pertama pada pagi hari mengandung konsentrasi HCG yang tertinggi dibandingkan pada saat lainnya. Sebaiknya anda tidak minum atau buang air kecil di malam hari, juga hindari minum di pagi hari sebelum mengamil urine anda. Karena urine akan menjadi encer dan HCG sulit untuk dideteksi.

  2. Tes Darah

    Dokter menggunakan dua jenis tes darah untuk memeriksa kehamilan yakni kualitatif dan kuantitatif. Tes darah dapat mendeteksi HCG lebih awal daripada tes urin. Tes darah dapat mendeteksi kehamilan sekitar enam sampai delapan hari setelah Anda berovulasi (melepaskan sel telur dari ovarium). Tes darah kuantitatif atau disebut juga tes beta HCG dapat menunjukkan berapa tepatnya kadar HCG dalam darah Anda bahkan saat kadarnya masih sedikit. Tes darah kualitatif hanya akan menunjukkan apakah ada HCG atau tidak. Jenis tes darah ini memiliki akurasi yang sama dengan tes urin.

  3. Ultrasound/USG

    Ultrasound atau ultrasonografi adalah penggunaan gelombang suara frekuensi tinggi untuk melihat ke dalam rongga perut dan menampilkan citra janin di layar monitor. Tes ini biasanya dilakukan untuk memverifikasi hasil dari tes kehamilan sebelumnya. Sebelum tes dilakukan, anda diminta untuk meminum air dalam jumlah yang banyak agar kandung kemih yang penuh mendorong uterus ke depan, sehingga citra janin tampil di layar. Perut akan dilumuri jeli dan sebuah alat pemantau digerakkan perlahan menyusuri area tersebut. Komputer akan menerjemahkan gema suara menjadi gambar video. Ultrasound dapat mendeteksi kantong amniotik (ketuban) pada kehamilan usia 6 minggu dan embrio 7 minggu. Kemudian dilakukan lagi antara minggu ke 12 dan 14 masa hamil. Tes dilakukan untuk menentukan usia, laju pertumbuhan dan posisi yang tepat dari janin dan plasenta, mendeteksi ketidaknormalan, serta melihat apakah anda mengandung lebih dari satu bayi, dan mendeteksi jenis kelamin janin Anda.

Itulah beberapa cara pendeteksian tanda-tanda kehamilan yang bisa Anda lakukan. Semoga berhasil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

JOIN US ON

NEWSLETTER

Mau berlangganan artikel Kami? Tulis Email Anda pada form di bawah ini.

Cek Email Anda setelahnya untuk mengaktifkannya. Terimakasih