Informasi dan Tips – informasitips.com

10 Tips Perawatan Bayi Baru Lahir

Posted on by in , , with 0 Comments

informasitips.com – Membawa pulang buah hati yang baru saja Anda lahirkan di rumah sakit ke rumah tentu saja merupakan hal yang menyenangkan. Tapi, sekaligus bisa jadi hal yang mendebarkan dan menakutkan bagi orang tua baru yang belum memiliki pengalaman merawat bayi baru lahir.

Bayi yang baru saja dilahirkan membutuhkan banyak hal, mulai dari pemberian Air Susu Ibu (ASI), penggantian pakaian, mandi, tali pusat, sampai penggantian popok bayi. Sementara beberapa masalah umum yang terjadi pada bayi adalah sering menangis, timbulnya kerak kepala, ruam popok dan lain sebagainya. Selain butuh kesabaran dalam merawat bayi baru lahir, Anda juga perlu memiliki pengetahuan agar Anda percaya diri dan mengetahui dengan baik cara melakukannya.

Apabila Anda adalah wanita yang sedang mengandung anak pertama atau ibu muda yang baru saja melahirkan, yuk simak beberapa panduan perawatan dasar bayi baru lahir berikut ini:

  1. Penggantian popok

    Jenis popok pada umumnya terbagi 2:

    - Popok kain
    Jenis popok tradisional ini selain harganya relatif murah, juga hemat karena bisa dipakai ulang. Popok ramah lingkungan ini dapat mengurangi beban bumi akibat penggunaan popok sekali pakai berbahan plastik yang susah untuk diurai.

    Bayi baru lahir biasanya akan lebih sering buang air besar, terutama bayi yang minum ASI bisa sampai lebih dari 10 kali setiap harinya. Anda harus siap mengganti popok bayi setiap kali basah karena air seni dan tinja bayi dapat merembes keluar kain sehingga cucian Anda dapat menumpuk.

    - Popok sekali pakai
    Lebih mahal karena lebih praktis dibandingkan popok kain. Ketika si kecil buang air kecil atau besar Anda hanya perlu membuka pita perekatnya dan langsung dibuang. Popok tidak perlu dibersihkan. Popok jenis ini dilengkapi gel penyerap yang dapat menampung air seni bayi beberapa kali bayi buang air kecil. Ganti popoknya bila terlihat mulai penuh untuk mencegah terjadinya ruam popok atau iritasi di sekitar area popok. .

    Keputusan memilih popok kain atau sekali pakai ada di tangan Anda sebagai orang tua. Yang penting adalah Anda memahami teknik mengganti popoknya. Pada awalnya mungkin akan terasa sangat canggung, tapi seiring waktu Anda akan mahir menguasai keterampilan ini.

    Sediakan tissue basah atau lap kain, baskom plastik untuk membasuh bokong bayi, handuk lembut, krim untuk mencegah iritasi dan popok yang bersih. Buka pakaian bayi agar tidak kotor.

    Lepaskan popok, angkat kedua kaki bayi Anda sehingga bokongnya terangkat dan usap dengan lembut dengan tissue basah atau lap kain. Untuk mencegah infeksi sebaiknya untuk bayi perempuan usap dari bagian depan ke belakang menjauhi v*g*n*. Basuh bokong bayi dan alat kelamin juga selangkangannya dengan air bersih di baskom yang sudah Anda sediakan sampai benar-benar bersih, lalu keringkan dengan handuk yang lembut.

    Setelah betul-betul kering, oleskan krim untuk mencegah iritasi atau ruam popok di bokong dan selangkangan bila diperlukan dan pakaikan bayi Anda popok yang bersih. Ingat, sangat penting untuk mengganti popok bayi Anda yang basah oleh tinja sesegera mungkin dengan popok yang kering untuk mencegah terjadinya iritasi.

    Tips Perawatan Bayi Baru Lahir

    Gambar : babies-cute.com

  2. Tali pusat
    Pada umumnya tali pusat akan putus dengan sendirinya ketika bayi berusia 2 minggu. Biarkan tali pusat dalam keadaan terbuka atau terkena angin. Hindari menggosoknya saat memandikan bayi Anda atau mengoreknya, keringkan dengan baik setelah Anda memandikan bayi dan bila diperlukan Anda bisa menggunakan alkohol 70 % untuk membersihkannya.

  3. Perawatan mata
    Usap kedua mata buah hati Anda dengan bola kapas bersih yang sudah dibasahi oleh air matang atau tissue basah. Lakukan usapan pada kelopak mata bayi dari dalam ke sudut luar.

  4. Perawatan kepala
    Perawatan kulit kepala dan rambut bayi baru lahir sangat sederhana. Anda bisa menggunakan sabun lembut yang sama yang bayi Anda gunakan untuk mandi. Seiring usianya, Anda bisa mulai memberikan sampo khusus bayi yang memiliki formula agar tidak pedih di mata. Cuci rambut bayi dua sampai tiga kali dalam seminggu karena rambut bayi sebenarnya tidak terlalu kotor. Hal ini juga untuk mencegah masalah pada rambutnya dan kering pada kulit kepalanya.

    Ada beberapa masalah yang umum timbul pada rambut bayi diantaranya kerak kepala, rambut yang tipis, rontok dan tidak tumbuh. Kerak kepala pada pada bayi terlihat seperti ketombe berwarna kuning kecoklatan bersisik di kulit kepala. Masalah rambut ini tidak mengganggu bayi Anda karena tidak membuat kepalanya gatal.

    Cara mengatasinya bisa melalui pijatan lembut di bagian yang terdapat kerak dengan menggunakan kapas yang sudah dibasahi oleh minyak bayi. usahakan untuk tidak mengoreknya aga tidak luka. Masalah ini pada umumnya akan hilang dengan sendirinya sampai bayi berusia 12 bulan.

    Lebih lanjut mengenai beberapa masalah umum rambut bayi dancara merawatnya bisa Anda simak di artikel Masalah-masalah Umum yang Sering Terjadi Pada Rambut dan Kepala Bayi

  5. Mandi
    Bayi baru lahir tidak perlu dimandikan setiap hari karena ia tidak melakukan aktivitas seharian yang bisa membuat badannya kotor. Cukup dimandikan satu sampai dua kali dalam seminggu. Terlalu sering dimandikan dapat membuat kulit si kecil kering dan rusak. Yang penting, perhatikan kebersihan daerah kepala, wajah, leher, jari-jari tangan dan kaki serta area popok.

    Untuk membaca lebih lanjut panduan memandikan bayi Anda bisa membacanya di artikel Panduan Memandikan Bayi

  6. Menangis
    Menangis adalah cara bayi baru lahir menyampaikan rasa laparnya. Pada masa ini bayi belum memiliki jadwal makan atau menyusu, ini berarti Anda akan sangat sering sekali menyusui mulai dari pagi, siang, malam bahkan tengah malam. Pada minggu-minggu selanjutnya maka Anda akan mulai bisa melihat jam makan bayi Anda.

    Menangis bukan hanya pertanda bahwa bayi Anda lapar, jadi jangan terburu-buru memberikan ASI atau susu formula kepada bayi Anda, cari dulu alasannya menangis. Beberapa kemungkinan penyebab bayi menangis adalah rasa kesepian, kedinginan, popok yang basah atau kotor, perut kembung serta terkena flu dan demam.

    Lebih jelasnya mengenai beberapa alasan bayi rewel dan menangis serta cara mengatasinya dapat Anda baca di artikel Bayi Rewel dan Menangis; Penyebab dan Cara Mengatasinya

  7. Produk perawatan bayi
    Banyak sekali di pasaran dijual berbagai produk perawatan bayi mulai dari sampo yang sudah diformulasi khusus dengan bahan dasar lembut agar tidak pedih di mata, pelembab kulit khusus bayi sampai minyak khusus bayi seperti minyak telon dan kayu putih. Pastikan Anda memilih produk bayi yang memang sudah teruji secara klinis. Bila bayi Anda memiliki reaksi terhadap produk bayi yang digunakan segera hentikan pemakaian. Bila reaksi tidak juga berhenti dan semakin parah segera hubungi dokter anak Anda.

  8. Perawatan mulut
    Setelah bayi selesai menyusu, segera bersihkan sisa air susu yang menempel di sekitar mulut, pipi dan lehernya dengan kain lembut yang sudah dibasahi oleh air matang atau tissue basah. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya iritasi kulit pada bayi.

    Untuk lebih memahami tentang perawatan mulut dan gigi pada bayi, bisa membaca artikel Bagaimana Cara Membersihkan Mulut dan Gigi Bayi

  9. Tidur
    Bayi baru lahir pada umumnya memiliki jam tidur antara 18 sampai 20 jam sehari, jadi jangan heran kalau bayi Anda banyak sekali tidurnya. Bayi baru lahir memiliki perut yang sangat kecil oleh karena itu harus bangun setiap beberapa jam untuk menyusu.

    Sebaiknya jangan membiasakan untuk menyusui anak sambil menimang atau bersenandung kecil sampai ia tertidur pulas. Usahakan Anda meletakkan bayi di tempat tidurnya ketika Anda melihat tanda-tanda mengantuk seperti kelopak mata bayi Anda mulai bergetar, mata terlihat mengantuk berat dan sering menguap.

    Bila Anda membiasakan bayi Anda tertidur pulas dalam gendongan dan pelukan hangat Anda, maka hal ini bisa membuat bayi terjebak dengan kebiasaan buruknya. Bayi Anda akan selalu menangis meminta kegiatan rutin minta ditimang oleh Anda dan menyusu ketika sebelum tidur.

    Bila Anda ingin mengetahui beberapa kebiasaan buruk bayi yang sering terjadi dan tips untuk mengatasinya makan Anda bisa menyimaknya di artikel 5 Tips yang Harus Diketahui Orang Tua untuk Mengatasi Kebiasaan Buruk Bayi

    Orang tua juga perlu menjaga keamanan dan keselamatan bayi ketika tidur. Banyak kasus bayi sampai mengalami SIDS/Sindrome Bayi Mati Mendadak karena keteledoran orang tua dalam menjaga keamanan dan keselamatan bayi saat tidur. Untuk mengetahui seperti apa tips keamanan dan keselamatan bayi ketika tidur, bisa membaca di artikel Tips Keamanan dan Keselamatan Bayi Ketika Tidur

  10. Pemberian stimulasi
    Sebaiknya sebagai orang tua Anda memahami tahap-tahap perkembangan bayi agar Anda dapat memberikan stimulasi atau rangsangan sesuai dengan usia bayi Anda. Hal ini sangat perlu dilakukan agar keterampilan motorik kasar dan halusnya dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal.

    Pada bayi baru lahir usia satu bulan, gerakan refleks tubuh bayilah yang berkerja dengan sempurna. Jenis stimulasi yang bisa Anda lakukan salah satunya setelah memandikan bayi adalah dengan mencium jari kaki, tangan, dan perutnya dengan lembut untuk membangun kesadaran berbagai bagian tubuhnya. Seiring dengan waktu gerakan-gerakan yang terjadi secara otomatis akan tergantikan dengan gerak motor kasar.

    Pada bulan-bulan selanjutnya Anda akan bisa mengenalkan mainan anak bergerak yang berbunyi yang Anda bisa pasang di boks tempat tidurnya untuk merangsang koordinasi indera penglihatan dan pendengarannya, mainan yang bisa digenggam dan lain sebagainya.

    Bila Anda tertarik untuk mengetahui jenis-jenis rangsangan atau stimulasi motorik kasar dan halus untuk bayi baru lahir Anda, silahkan simak artikel Stimulasi Motorik Kasar dan Halus Bayi Usia 0 – 3 Bulan

Semoga bermanfaat!

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

JOIN US ON

NEWSLETTER

Mau berlangganan artikel Kami? Tulis Email Anda pada form di bawah ini.

Cek Email Anda setelahnya untuk mengaktifkan layanan newsletter. Terimakasih

OUR FRIEND