Informasi dan Tips – informasitips.com

10 Tanda Awal Autisme yang Bisa Terlihat Mulai Usia 6 – 12 Bulan

informasitips.comAutisme biasanya baru bisa didiagnosa setelah anak berusia 3 tahun. Hal tersebut dikaitkan dengan fakta bahwa sebagian besar anak autis banyak yang memang tidak menunjukkan gejala-gejala dan gangguan yang mencurigakan, sampai usianya di atas 2 tahun. Namun pada beberapa anak, tanda-tanda awal autis sebenarnya bisa mulai terlihat sebelum si anak berusia satu tahun yaitu mulai usia 6-12 bulan. Orang tua hanya perlu lebih cermat lagi dalam memantau dan melihat perkembangan anaknya sejak dini.

Tanda-tanda awal tersebut terkait dengan beberapa keterlambatan perkembangan yang dialami anak. Meski tidak semua keterlambatan perkembangan mengindikasikan adanya autisme, namun beberapa ahli meyakini bahwa tanda-tanda awal yang mulai terlihat itu dapat dijadikan sebagai deteksi dini untuk selanjutnya bisa segera diobservasi apakah keterlambatan perkembangan tersebut memang mengarah ke autisme atau tidak.

Tanda tanda dan gejala autisme

Gambar : personal.psu.edu

Sebagaimana yang dikutip dari Science Daily, Dr. Rebecca Landa, Direktur dari Center for Autism and Related Disorders, Institut Kennedy Krieger di Baltimore, Md, Amerika mengatakan bahwa orang tua sangatlah perlu mengamati dan melihat tanda-tanda awal dari spektrum gangguan Autisme dan keterlambatan komunikasi lainnya. Selain itu, juga perlu dilihat apakah ada keterlambatan pada aspek lainnya seperti sosial dan kemampuan motorik anak. Tanda-tanda keterlambatan tersebut bisa dijadikan deteksi dini kecurigaan adanya autisme. Dengan deteksi dini maka intervensi atau penanganan autisme pun akan lebih cepat dilakukan, dan tentunya akan memberikan hasil yang lebih baik lagi.

Dr. Landa yang selama 10 tahun terakhir telah melakukan penelitian terhadap masalah autisme menemukan fakta bahwa pada beberapa anak, diagnosa autisme sangatlah mungkin untuk ditegakkan pada usia 14 bulan, khususnya bagi anak-anak yang telah memperlihatkan gejala-gejalanya mulai usia 1 tahunan.

Apa yang bisa dilakukan orang tua? Saat bermain bersama anak, orang tua bisa mengobservasi 10 tanda-tanda awal berikut ini yang sudah bisa mulai terlihat pada anak usia 6 – 12 bulan, yaitu:

  1. Anak jarang tersenyum ketika didekati oleh pengasuhnya

  2. Anak terlihat jarang berupaya menirukan suara dan gerakan yang dilakukan orang, misalnya tersenyum, tertawa atau gerakan lainnya, selama berinteraksi dengan orang lain
  3. Anak terlambat atau jarang mengoceh. Bila pada usia 6 bulan anak tidak mengoceh apapun, perlu segera diwaspadai.
  4. Anak tidak merespon saat namanya dipanggil
  5. Usia 10 – 12 bulan, anak tidak memperlihatkan isyarat untuk berkomunikasi dalam bentuk apapun, baik komunikasi dengan menggunakan bahasa tubuh sekalipun misalnya menunjuk, melambaikan tangan, atau memegang tangan.
  6. Kontak mata yang sangat sedikit
  7. Jarang berupaya mencari perhatian orang tua
  8. Berulang kali menampilkan gerakan tubuh yang tidak biasa seperti gerakan memutar-mutar atau gerakan repetitif lainnya
  9. Tidak berusaha mendekati Anda ketika Anda ingin menggendongnya
  10. Keterlambatan perkembangan motorik, seperti berguling, menopang dada dengan tangan (sambil tengkurap), dan merangkak.

Jika orang tua mencurigai adanya ketidakwajaran dan keterlambatan dalam perkembangan anak, si anak memperlihatkan kemunduran atau bahkan hilangnya beberapa kemampuan yang telah dicapainya, maka orang tua perlu segera memeriksakan anak ke dokter atau tenaga ahli lainnya agar bisa segera ditangani. Jangan menunda-nunda, karena deteksi dan intervensi dini tentunya akan memberikan hasil yang lebih baik. Semakin cepat diketahui, maka penanganan dapat segera dilakukan pada saat usia masih bayi dimana pada usia tersebut otak masih dalam tahap berkembang dan lebih mudah untuk dibentuk.

Meski harus waspada, namun usahakan untuk tidak terlalu panik dan khawatir bila mendapati anak memiliki beberapa keterlambatan perkembangan. Karena banyak kasus yang terjadi pada anak yang memiliki keterlambatan perkembangan pada aspek tertentu, setelah diobservasi dan diintervensi, ternyata bukanlah autisme, melainkan hanya kurang mendapatkan stimulasi dan suasana lingkungan yang kurang mendukung untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: